DKP Gorontalo Kembangkan Sentra Industrialisasi Rumput Laut Terpadu di Gorontalo Utara
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo mempercepat pengembangan sentra industrialisasi rumput laut terpadu di perairan Kabupaten Gorontalo Utara, setelah audiensi Gubernur Gorontalo dengan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Jumat, 24 Juli 2026, dilansir dari Gotimes.
Kepala DKP Gorontalo, Aryanto Husain, menyatakan rumput laut sebagai komoditas masa depan dengan ketahanan ekonomi tinggi dan rendah emisi karbon. Proyek tahap awal mencakup 1.686 hektar lahan perairan di sekitar Kecamatan Kwandang dan Ponelo Kepulauan untuk budidaya dan kebun bibit rumput laut, serta 2 hektar lahan darat untuk fasilitas pengolahan dan pergudangan terpadu.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, menyambut baik kesiapan lahan dan komitmen pemerintah daerah Gorontalo dan Gorontalo Utara. Ia menegaskan bahwa pengembangan rumput laut menjadi prioritas KKP dengan dukungan pendampingan teknis dan infrastruktur pembibitan, budidaya, serta pengolahan.
"Saya mengapresiasi kepastian soal lahan pengembangan yang sudah clear agar tidak ada hambatan saat proyek dimulai, serta intervensi awal Pemprov dalam penggunaan sarana budidaya ramah lingkungan dalam pengembangan pilot kebun bibit rumput laut," ujar Tb. Haeru.
Aryanto Husain menilai kunjungan ke Dirjen Budidaya sebagai pertemuan strategis pasca survei tim KKP di Gorontalo Utara. Ia menyebut DKP Gorontalo dan Dinas Perikanan Gorontalo Utara telah memastikan kesiapan lahan perairan dan lokasi pengolahan rumput laut.
"Kita akan menindaklanjutinya dengan kesiapan masyarakat pembudidaya agar bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Karena kewenangan ada di Kabupaten, saya akan koordinasi dengan Pemda Gorut untuk kesiapan masyarakat dan petani rumput laut," ungkap Aryanto.
Pengembangan sentra rumput laut tersebut dirancang sebagai ekosistem komprehensif berbasis rantai pasok lengkap mencakup pengembangan kebun bibit, intensifikasi dan ekstensifikasi budidaya, serta pengolahan dan pascapanen. Pembangunan sarana pengolahan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk sebelum distribusi ke pasar nasional dan ekspor.
"Program ini diharapkan membuka ratusan lapangan kerja baru bagi nelayan budidaya, perempuan pesisir di sektor pengolahan, serta pelaku UMKM lokal, sekaligus berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi dan Kabupaten Gorontalo Utara," tutup Aryanto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow