DPRD Gorontalo Dorong Pengembangan Anjungan TMII Jadi Pusat Edukasi

Smallest Font
Largest Font

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mendorong Anjungan Rumah Adat Gorontalo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, agar dikembangkan menjadi pusat promosi budaya, edukasi, pariwisata, dan ekonomi daerah, Sabtu (25/7), seperti dilansir dari Gotimes.

Dorongan tersebut disampaikan Ridwan saat meninjau langsung lokasi anjungan bersama pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo. Langkah ini dilakukan guna memetakan potensi pengembangan fasilitas agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ridwan menegaskan bahwa fungsi anjungan tidak boleh terbatas sebagai simbol kebudayaan semata, melainkan harus dioptimalkan sebagai sarana edukasi publik.

"Anjungan Rumah Adat Gorontalo harus dikembangkan menjadi Museum Edukasi Gorontalo yang menyajikan sejarah, budaya, tokoh-tokoh daerah, kekayaan alam, serta perjalanan pembangunan Provinsi Gorontalo. Dengan begitu, setiap pengunjung tidak hanya melihat bangunan adat, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang identitas dan potensi Gorontalo," ujar Ridwan.

Posisi Jakarta yang strategis dinilai menjadi peluang besar untuk memperluas jangkauan promosi ke tingkat nasional maupun internasional. Selain museum edukasi, fasilitas tersebut juga diarahkan menjadi ruang pamer produk unggulan UMKM seperti kopi, olahan pangan, kain karawo, dan kerajinan tangan.

Untuk mendukung pemasaran produk lokal di era digital, penerapan teknologi interaktif dinilai sangat penting.

"Memasuki era ekonomi digital, promosi produk UMKM harus berbasis teknologi. Setiap produk yang dipamerkan perlu dilengkapi dengan katalog digital, QR Code, hingga akses pembelian secara daring sehingga pengunjung dapat langsung mengenal dan membeli produk UMKM Gorontalo dari mana pun," jelas Ridwan.

Melalui transformasi konsep ini, anjungan diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan yang lebih dinamis dan terintegrasi bagi berbagai sektor daerah.

Pengembangan kawasan ini membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, hingga akademisi.

"Anjungan Rumah Adat Gorontalo harus menjadi jendela Gorontalo bagi Indonesia dan dunia. Di sinilah budaya kita dilestarikan, produk UMKM dipromosikan, dan potensi daerah diperkenalkan kepada setiap pengunjung yang datang," tandas Ridwan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed