Enzo Maresca Tentukan Sendiri Kapten Manchester City Musim Depan
Enzo Maresca mengambil alih wewenang untuk memilih kapten Manchester City secara langsung menjelang musim 2026/2027. Manajer berkebangsaan Italia tersebut juga menegaskan keinginan menyertakan pemain lokal asal Inggris ke dalam jajaran kepemimpinan tim.
Langkah ini ditempuh menyusul perpisahan dengan Bernardo Silva yang meninggalkan Etihad Stadium pada bursa transfer musim panas ini. Gelandang asal Portugal tersebut memutuskan hengkang ke Real Madrid dengan status bebas transfer setelah kontraknya habis.
Kebijakan Maresca mengubah tradisi internal klub. Seperti dilansir dari Bola, Pep Guardiola lebih sering menyerahkan penentuan kapten kepada pemungutan suara antar pemain sepanjang satu dekade kepemimpinannya.
Meski demikian, Guardiola sempat menunjuk langsung empat pemain dalam grup kepemimpinan pada musim panas lalu. Bernardo dipercaya memegang ban kapten, didampingi Ruben Dias, Erling Haaland, dan Rodri.
Ruben Dias kini mengemuka sebagai calon kuat penyandang ban kapten untuk kompetisi mendatang. Walau begitu, kepastian nama yang terpilih masih belum diresmikan oleh pihak klub.
Maresca juga dihadapkan pada skenario pengurangan anggota grup kepemimpinan lantaran Rodri berpeluang menyusul keluar. Gelandang bertahan Timnas Spanyol itu masuk dalam daftar bidikan Barcelona pada jendela transfer kali ini.
Man City telah menolak penawaran awal dari Barcelona senilai 38 juta paun plus bonus pada Jumat lalu. Rodri sendiri dilaporkan lebih memprioritaskan kepindahan ke Camp Nou ketimbang menerima pinangan Real Madrid.
Manajemen klub sejatinya telah mengantisipasi potensi kepergian pemain berusia 30 tahun tersebut. Rodri sudah memberikan sinyal tidak akan memperpanjang masa bakti di Man City sejak awal musim lalu.
Apabila Rodri resmi hengkang, Maresca wajib menunjuk dua figur baru untuk melengkapi formasi empat pemimpin di ruang ganti.
Keinginan Maresca memasukkan unsur pemain lokal membuka jalan bagi Phil Foden atau Marc Guehi untuk mengemban peran lebih besar.
Foden menyatakan kesiapannya untuk mengambil tanggung jawab tersebut mengingat masa baktinya yang panjang di klub.
"Saya sudah berada di klub ini untuk waktu yang lama. Saya adalah salah satu pemain terakhir yang masih bertahan setelah berada di sini cukup lama," ujar Foden.
"Jadi, saya pikir musim ini saya harus menjadi salah satu pemimpin, salah satu kapten, atau setidaknya berada di sekitar kelompok tersebut," lanjut pemain jebolan akademi Man City itu.
Foden tercatat sebagai satu dari enam pilar tersisa dari skuad yang memenangi raihan tiga trofi pada musim 2022/2023.
Di sisi lain, Marc Guehi memiliki rekam jejak kepemimpinan setelah menjabat kapten Crystal Palace selama 18 bulan sebelum berlabuh di Man City pada Januari lalu. Guehi juga berpengalaman memimpin Timnas Inggris di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow