PKKMB UNG 2026 Diduga Jadi Arena Bisnis dan Bebani Mahasiswa
Pelaksanaan PKKMB Universitas Negeri Gorontalo (UNG) 2026 menimbulkan kontroversi setelah muncul dugaan penjualan atribut dan paket makanan di lingkungan kampus.
Dugaan ini mengindikasikan adanya tekanan bagi mahasiswa baru untuk melakukan pembelian, dengan atribut PKKMB ditawarkan seharga Rp120 ribu dan paket makanan ringan antara Rp25 ribu hingga Rp50 ribu.
Seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, "PKKMB mestinya menjadi ruang adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, bukan kegiatan yang membuat mereka merasa harus mengeluarkan biaya di luar kebutuhan akademik,".
Keluhan ini gencar dibahas di media sosial, dengan banyak pertanyaan mengenai siapa yang mengelola penjualan dan bagaimana hasilnya digunakan. Namun, hingga kini, belum ada verifikasi untuk klaim yang beredar.
Wakil Rektor UNG, Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E., memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kewajiban bagi mahasiswa baru untuk membeli atribut atau kebutuhan lain dalam PKKMB.
"Jadi, sebenarnya sifatnya dilarang. Tapi, kalau ada yang menjual maka tidak ada dalam bentuk paksaan," ujarnya.
Amir menjelaskan bahwa PKKMB dilaksanakan selama dua hari di tingkat fakultas dan jurusan, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa pengurus BEM dalam kepanitiaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow