Erick Thohir Dukung Inisiatif FIFA Forward Enterprise
Dukungan resmi disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE). Dilansir dari Bola, inisiatif tersebut menjadi langkah strategis badan sepak bola dunia dalam memperkuat ekosistem sepak bola global, khususnya bagi negara-negara yang sedang berkembang.
Erick Thohir menilai keberadaan FIFA di tanah air selama beberapa tahun terakhir memberikan dampak nyata bagi pembenahan sepak bola nasional. Atas dasar itulah, PSSI memandang ide pembentukan anak perusahaan baru tersebut perlu mendapat dukungan penuh.
"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," ujar Erick Thohir.
Apresiasi juga disampaikan Erick atas komitmen berkelanjutan dari FIFA. Hubungan diplomasi serta kerja sama antara PSSI dan institusi tertinggi sepak bola dunia tersebut dinilai perlu terus dipererat agar agenda pembinaan berjalan konsisten.
"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA," kata Erick.
Potensi besar pencinta olahraga si kulit bundar di tanah air turut menjadi perhatian utama PSSI. Erick mengharapkan pihak internasional tidak menempatkan Indonesia sekadar sebagai pembuat pangsa pasar komersial, melainkan juga sasaran investasi jangka panjang.
"Kita sampaikan kepada FIFA bahwa kita butuh dibantu. Secara jumlah penggemar, kita bahkan lebih besar dari Brasil. Interaksi di media sosial klub-klub top Eropa membuktikan bahwa followers dari Indonesia selalu mendominasi. Artinya, kita jangan hanya mau dijadikan market," tegas Erick.
Kehadiran kantor perwakilan regional di Jakarta membuktikan komitmen serius FIFA dalam mendukung wilayah Asia Tenggara serta Oseania. Langkah investasi tersebut direalisasikan melalui alokasi dana pendampingan secara rutin.
"Karena itu kita meminta FIFA hadir di sini. Kini terbukti, mereka telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara. Mereka serius di sini," lanjutnya.
Integrasi program FFE dinilai sejalan dengan blueprint transformasi sepak bola nasional. Sektor pertumbuhannya mencakup pembangunan sarana infrastruktur, pembinaan usia muda, hingga peningkatan kualifikasi tim nasional.
"Saya merasakan hal yang sangat positif selama FIFA hadir di sini. Oleh karena itu, dukungan terhadap inisiatif seperti FFE adalah bentuk apresiasi dan keyakinan kita bahwa program ini akan membawa manfaat langsung bagi negara-negara yang sedang membangun sepak bolanya seperti Indonesia," ujar Erick.
FIFA Forward Enterprise dirancang sebagai entitas anak perusahaan yang dimiliki serta dikendalikan penuh oleh FIFA. Pembentukannya bertujuan mengelola seluruh agenda komersial dan ajang kompetisi resmi di bawah naungan federasi.
Guna merealisasikan rencana ini, skema bantuan dana komersial hingga 40 juta dolar AS atau sekitar Rp722 miliar ditawarkan kepada 211 anggota federasi. Syaratnya, asosiasi menyetujui alokasi hak komersial sebelum batas waktu 19 September 2026.
Struktur pendanaan tersebut terbagi atas dana hibah satu kali FIFA Fast Forward senilai 20 juta dolar AS. Sisa 20 juta dolar AS sisanya dialokasikan lewat program FIFA Forward untuk periode berjalan 2027 hingga 2030.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow