Formula 1 Siapkan Rencana Cadangan Kalender Balapan Musim 2026
Manajemen Formula 1 mulai menyusun berbagai skenario darurat demi mengantisipasi potensi perubahan jadwal sisa balapan pada musim 2026, seperti dilansir dari Bola.
Langkah antisipasi ini diambil setelah dua seri balapan di Timur Tengah resmi dibatalkan, serta adanya ketidakpastian keamanan pada dua seri penutup di Qatar dan Abu Dhabi akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengonfirmasi adanya rencana cadangan tersebut dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis, L'Equipe.
"Seperti saat pandemi COVID-19, kami harus berusaha bertindak sepragmatis mungkin. Pembatalan balapan di Bahrain dan Jeddah terjadi karena kami tahu tidak mungkin menggelar Grand Prix tersebut pada waktu yang direncanakan. Kami adalah olahraga hiburan yang membawa kegembiraan dan kesenangan. Kami harus datang ke tempat-tempat yang memungkinkan suasana seperti itu tercipta," kata Stefano Domenicali, CEO Formula 1.
Domenicali menambahkan bahwa pihak penyelenggara di Qatar dan Abu Dhabi sebenarnya mencatat penjualan tiket yang sangat baik, namun keputusan akhir mengenai nasib kedua balapan tersebut tetap harus segera diambil.
"Promotor di Qatar dan Abu Dhabi sudah menjual tiket dan penjualannya berjalan sangat, sangat baik. Namun, akan tiba waktunya ketika kami harus mengambil keputusan," imbuh Stefano Domenicali, CEO Formula 1.
Perubahan atau pemindahan lokasi Grand Prix diakui Domenicali melibatkan operasi logistik berskala besar yang rumit dan membutuhkan biaya tidak sedikit.
"Formula 1 tidak seperti pertandingan sepak bola yang hanya melibatkan dua tim dan 22 pemain. Bagi kami, menyelenggarakan Grand Prix adalah pekerjaan logistik yang rumit dan mahal. Menunda satu balapan saja sudah menjadi tantangan karena tidak banyak slot kosong yang tersedia dalam kalender," jelas Stefano Domenicali, CEO Formula 1.
Kendati demikian, Formula 1 memastikan bahwa komitmen untuk menyediakan sirkuit alternatif sudah disiapkan jika pembatalan benar-benar terjadi di akhir tahun.
"Saya bisa memastikan bahwa kami memiliki rencana cadangan. Jika dua balapan pada akhir tahun dibatalkan akibat konflik yang masih berlangsung, kami sudah menyiapkan pilihan lain," ungkap Stefano Domenicali, CEO Formula 1.
Di sisi lain, Domenicali juga menutup peluang bagi sirkuit di Amerika Serikat untuk menggeser posisi seri pamungkas musim ini.
"Tidak, Las Vegas tidak akan menjadi balapan terakhir dalam kalender. Saya bisa memastikan hal itu," tegas Stefano Domenicali, CEO Formula 1.
Hingga kini, beberapa sirkuit seperti Grand Prix Turki, Grand Prix Portugal, dan Grand Prix Spanyol dilaporkan muncul sebagai opsi potensial untuk mengisi slot kosong jika diperlukan solusi cepat bagi kalender balap 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow