Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Massimiliano Allegri dan Tiga Petinggi Klub

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Manajemen AC Milan langsung melakukan perombakan besar-besaran setelah dipastikan gagal menembus zona Liga Champions musim depan. Gelombang pemecatan besar kini melanda jajaran pelatih hingga manajemen klub raksasa Italia tersebut. Kegagalan ini dipastikan setelah Rossoneri menelan kekalahan 1-2 dari Cagliari pada laga pamungkas Serie A, Senin (25/05/2026) dini hari WIB.

Hasil minor tersebut membuat AC Milan tertahan di peringkat kelima klasemen akhir liga domestik. Seperti dikutip dari Bola, AC Milan harus merelakan tiket kompetisi tertinggi Eropa setelah tertinggal satu poin dari Como. Klub tersebut berhasil merangkak ke peringkat keempat dan berhak melaju ke Liga Champions 2026/2027.

Kondisi tanpa gelar juara dan kegagalan finis di posisi empat besar memicu kemarahan pemilik AC Milan, Gerry Cardinale. Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut langsung mengambil langkah radikal dengan membersihkan struktur penting klub.

Gerry Cardinale resmi mendepak Massimiliano Allegri dari kursi pelatih kepala. Selain itu, kebijakan tegas ini juga menyasar CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, serta Direktur Teknis Geoffrey Moncada yang semuanya dicopot dari jabatan. Keterpurukan performa AC Milan sepanjang musim ini juga mengarahkan sorotan tajam kepada para pemain. Salah satu pilar yang paling banyak menerima kritik dari publik San Siro adalah penyerang sayap, Rafael Leao.

Pemain berpaspor Portugal tersebut tercatat hanya mampu mengemas 10 gol dan menyumbang tiga assist. Catatan tersebut dibukukan dari total 31 pertandingan yang dia jalani di seluruh kompetisi musim ini. Melalui media sosial, pemain berusia 26 tahun itu mencurahkan isi hatinya terkait dinamika sulit yang dihadapi tim. Dia mengakui periode kompetisi 2025/2026 menjadi fase paling menguras tenaga dan pikiran sepanjang karier sepak bolanya.

"Ini adalah musim yang menguji kondisi fisik dan psikologis saya hingga batas maksimal. Hanya orang-orang yang berada dekat dengan saya yang tahu betapa sulitnya situasi ini," tulis Leao. Dalam unggahan emosional yang sama, dia turut menyampaikan apresiasi kepada elemen klub yang tetap berjuang keras.

Upaya kolektif tersebut dilakukan demi membalikkan keadaan di tengah badai masalah yang menimpa tim. "Karena itu saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang melakukan segala kemungkinan agar musim ini berjalan ke arah yang berbeda. Semoga Milan kembali berjaya musim depan," lanjutnya.

Isyarat Hengkang dan Rumor Transfer

Di balik pesan panjang tersebut, publik justru menyoroti absennya pernyataan mengenai loyalitas sang pemain. Tidak ada penegasan dari diri pemain bahwa dia akan tetap bertahan membela panji Rossoneri untuk musim kompetisi 2026/2027.

Pernyataan yang menggantung ini langsung memicu spekulasi liar di lantai bursa transfer. Situasi kian berkembang setelah Gerry Cardinale dilaporkan mulai mempertimbangkan opsi untuk melego sang penyerang pada musim panas ini.

Saat ini, dia sejatinya masih terikat masa bakti selama dua tahun di San Siro dengan bayaran mencapai 7 juta euro per musim. Kendati demikian, laporan terkini menyebutkan sang pemain telah menolak tawaran dari dua klub Turki, Galatasaray dan Fenerbahce, karena hanya ingin bermain di lima liga top Eropa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed