Gusnul Yakin Puji Ketangguhan Fisik Pemain Diaspora Timnas Indonesia
Fisik dan stamina para pemain diaspora Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri menjadi sorotan positif pada dua pertandingan FIFA Matchday yang berlangsung 5 dan 9 Juni 2026.
Dilansir dari Bola, Kevin Diks beserta rekan-rekannya tetap menunjukkan ketangguhan tubuh yang luar biasa saat menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Kondisi bugar tersebut tetap terjaga hingga laga usai, meskipun tenaga mereka terkuras sepanjang musim bersama klub masing-masing di kompetisi Eropa dan dituntut aktif bergerak dalam taktik pelatih John Herdman.
Skuad Garuda sendiri berhasil mengamankan kemenangan 1-0 atas Tim Nasional Sepak Bola Mozambik di SUGBK pada Selasa (9/6/2026) malam WIB berkat gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-12.
Kondisi kebugaran yang impresif ini menarik perhatian dari pengamat senior sepak bola nasional, Gusnul Yakin.
"Saya amati, fisik pemain Timnas Indonesia sangat bagus. Kondisi ini berbeda saat masih ditangani Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert di pertandingan Internasional. Padahal, mereka langsung gabung timnas setelah musim berakhir, jadwal pertandingan juga mepet," kata Gusnul Yakin.
Menurut pengamat sepak bola senior asal Malang tersebut, skema permainan yang diusung oleh pelatih John Herdman memang membutuhkan ketahanan fisik yang sangat prima.
"Kalau saya amati, game plan yang dipakai John Herdman dengan intensitas pergerakan tinggi butuh fisik tangguh. Tapi, saya lihat tak ada pemain yang tampak kedodoran. Ini kemajuan pesat bagi Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman," jelasnya.
Mantan pelatih Arema ini menilai absennya pemain yang mengalami kram di lapangan menjadi indikator utama keberhasilan pemulihan fisik skuad.
"Jika pemain kecapekan akan kejang otot. Tapi, itu tak alami pemain kita. Artinya kebugaran mereka sangat terjaga. Berarti staf pelatih fisik pintar menjaga dan memberi program latihan tepat," ucapnya.
Gusnul Yakin juga berpendapat bahwa para pemain naturalisasi kini sudah mampu beradaptasi dengan baik terhadap cuaca panas dan kelembapan udara di Jakarta.
"Kita masih ingat ketika awal bermain di Senayan, ada pemain yang merasa sesak napas saat masih pemanasan. Tapi, semua keluhan itu tak tampak lagi. Mereka seperti sudah akrab dengan kampung halamannya. Yang membuat saya makin respek, para pemain naturalisasi itu bermain dengan hati," tutur Gusnul Yakin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow