Harga Bitcoin Berada di Kisaran 58000 Dollar AS Pasar Kripto Alami Extreme Fear
Harga Bitcoin bergerak di kisaran 58.000 hingga 59.000 dollar AS pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, setelah sempat menyentuh level terendah dalam 21 bulan terakhir. Kondisi ini memperpanjang tren bearish yang menekan pasar aset digital sejak penutupan bulan lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari money.kompas.com pada Rabu kemarin, mata uang kripto nomor satu ini mengalami penurunan sebesar 2,01 persen dalam kurun waktu 24 jam. Rata-rata penurunan harian Bitcoin tercatat berada di angka 1,99 persen.
Hingga pantauan terakhir, Bitcoin bertengger di posisi 58.601,47 dollar AS atau setara dengan Rp1,05 miliar, mengacu pada kurs Rp17.872 per dollar AS. Pergerakan minor dalam satu jam sempat memperlihatkan kenaikan tipis sebesar 0,65 persen.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Kondisi Pasar Kripto dan Sentimen Investor
Penurunan harga ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini berada di angka 1,17 triliun dollar AS atau sekitar Rp21.018 triliun. Secara akumulatif, performa Bitcoin dalam sepekan terakhir telah merosot hingga 6,61 persen.
Dilansir dari fxstreet-id.com, indeks sentimen pasar atau Fear & Greed indeks menunjukkan tingkat kecemasan yang sangat tinggi di kalangan pelaku pasar. Indeks tersebut anjlok ke wilayah Extreme Fear pada angka 11, turun dari angka 15 pada hari sebelumnya.
Berikut adalah pergerakan beberapa aset kripto utama dan token yang mencatatkan performa signifikan pada periode penutupan tren pasar saat ini:
| Nama Aset Kripto | Harga / Posisi Terakhir | Performa / Catatan Historis |
|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | \$58.601,47 | Turun 6,61% dalam sepekan |
| Ethereum (ETH) | \$1.500 – \$1.600 | Tertahan dalam kisaran harga |
| XRP | \$1,00 | Berada di sekitar support psikologis |
| Velvet (VELVET) | \$1,56 | Menguat 1.609% point-to-point |
| Audiera (BEAT) | \$2,96 | Menguat 155,99% di akhir Juni |
| Jito (JTO) | \$0,7792 | Melesat 48% point-to-point |
Analisis Historis dan Pergerakan Alternatif Token
Tekanan yang terjadi pada awal Juli ini tidak terlepas dari performa buruk sepanjang bulan Juni 2026. Sepanjang bulan lalu, Bitcoin mencatatkan penurunan harga yang cukup dalam sekitar 20 persen hingga 21 persen.
Koreksi Historis Bitcoin
Riset dari pintu.co.id menunjukkan bahwa koreksi tajam di bulan Juni tersebut sangat bertolak belakang dengan rata-rata historisnya. Biasanya, performa musiman Bitcoin pada bulan Juni cenderung membukukan kenaikan rata-rata sebesar 5,9 persen.
Anomali Lonjakan Altcoin
Meskipun pasar utama sedang mengalami kelesuan, beberapa aset kripto alternatif atau altcoin justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan berdasarkan laporan bloombergtechnoz.com. Di antaranya adalah:
- Token Velvet (VELVET) yang meroket hingga 1.609 persen menuju level harga \$1,56.
- Token Audiera (BEAT) yang menguat 155,99 persen ke posisi \$2,96, setelah sempat menyentuh \$10 pada pertengahan bulan.
- Token Jito (JTO) yang berhasil melesat sebesar 48 persen point-to-point hingga mencapai harga \$0,7792.
Di sisi lain, aset kripto besar seperti Ethereum (ETH) masih terpantau lesu dan tertahan di kisaran \$1.500 hingga \$1.600. Sementara itu, XRP juga terus diuji kekuatannya karena bertahan tepat di sekitar level support psikologis \$1,00.
Hingga saat ini, para pelaku pasar masih bersikap hati-hati dan cenderung menghindari risiko akibat ketidakpastian arus keluar ETF serta faktor geopolitik global. Perdagangan spot di berbagai bursa global menunjukkan volume yang fluktuatif seiring dinamika sentimen tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow