Harga Emas Dunia Melonjak 1,5 Persen Dekati Level Tertinggi Pekan Ini
Harga emas hari ini mencatatkan lonjakan signifikan di pasar global seiring rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Kondisi ekonomi tersebut memperkuat spekulasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral.
Berdasarkan data perdagangan pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 08.35 GMT, harga emas spot dunia naik 1,5 persen menjadi 4.184,75 dollar AS per ons. Lonjakan ini memicu gairah baru di pasar logam mulia internasional.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga ikut terapresiasi sebesar 1,73 persen ke posisi 4.197,20 dollar AS per ons. Pergerakan positif ini mengakhiri tren penurunan yang sempat terjadi sebelumnya.
Penguatan pada akhir pekan tersebut membuat harga emas spot dunia bergerak stabil di kisaran 4.170 hingga 4.175 dollar AS per troy ons hingga Sabtu, 4 Juli 2026. Posisi ini mendekati level tertinggi sejak 23 Juni 2026.
Secara kumulatif, sepanjang pekan yang berakhir pada awal Juli 2026, harga emas global berhasil menguat sekitar 2 hingga 2,4 persen. Catatan ini sekaligus menghentikan tren penurunan harga yang sempat berlangsung selama empat pekan berturut-turut.
Berikut adalah data performa harga komoditas logam mulia spot pada penutupan perdagangan akhir pekan pertama Juli 2026:
| Jenis Komoditas | Harga Penutupan (Dollar AS/Ons) | Persentase Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| Emas Spot | 4.184,75 | 1,5% |
| Perak Spot | 62,70 | 2,8% |
| Platinum | 1.662,66 | 2,9% |
| Paladium | 1.280,75 | 1,2% |
Faktor Pendorong dan Pengaruh Suku Bunga Fed
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis, 2 Juli 2026 menjadi penyebab harga emas naik tajam. Data Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Juni dilaporkan hanya bertambah sebesar 57.000 pekerjaan.
Angka pertumbuhan lapangan kerja tersebut berada jauh di bawah proyeksi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penambahan 110.000 pekerjaan. Ekspektasi pasar secara umum sebelumnya berada di kisaran 110.000 hingga 115.000 pekerjaan.
Selain itu, data penggajian untuk bulan April dan Mei direvisi turun secara kumulatif sebesar 74.000 pekerjaan. Kondisi ini membuat tingkat pengangguran di Amerika Serikat tercatat berada di angka 4,2 persen.
Sinyal pelemahan ekonomi ini langsung memicu spekulasi mengenai pengaruh suku bunga fed terhadap harga emas. Investor menilai bank sentral AS atau The Fed memiliki ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga acuan.
Berdasarkan indikator CME FedWatch Tool setelah rilis data tersebut, peluang atau probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September 2026 mengalami penurunan ke sekitar 54 persen, dari posisi semula yang mencapai 65 hingga 67 persen.
Dampak langsung dari penurunan ekspektasi pengetatan moneter ini membuat imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun merosot ke level 4,13 persen. Situasi ini meningkatkan daya tarik emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil.
Sentimen Pendukung dan Aktivitas Bank Sentral
Selain faktor makroekonomi Amerika Serikat, pergerakan harga komoditas ini juga mendapat dorongan dari aksi beli yang dilakukan oleh otoritas moneter global. Permintaan fisik terhadap logam mulia dinilai masih sangat solid.
Data dari World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa bank-bank sentral di berbagai negara secara bersih menambah total 41 metrik ton cadangan emas sepanjang bulan Mei. Pembelian institusional ini menjaga lantai harga pasar.
Kondisi fundamental tersebut membuat harga emas spot sempat ditutup menguat lebih dari 2,28 persen pada Kamis, 2 Juli 2026 ke posisi 4.122 dollar AS per troy ons sebelum melanjutkan reli ke level saat ini.
Secara keseluruhan, dalam periode tiga hari perdagangan hingga awal Juli 2026, harga logam mulia dunia telah terangkat lebih dari 4,41 persen secara point-to-point. Pelaku pasar kini mulai merumuskan prediksi harga emas pekan depan dengan mencermati perkembangan geopolitik serta rilis data ekonomi lanjutan.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Perkembangan pasar keuangan global dan dinamika data ekonomi Amerika Serikat diproyeksikan masih akan menjadi kompas utama bagi pergerakan instrumen investasi safe haven ini dalam beberapa waktu ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow