Harga Sembako Nasional Masih Tinggi per 30 Juni 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp91 Ribu
Komoditas bahan pangan pokok atau sembako secara nasional mencatatkan tren pergerakan harga yang masif dengan lonjakan signifikan pada beberapa komoditas strategis per Selasa, 30 Juni 2026. Data terbaru menunjukkan fluktuasi tajam masih membayangi pasar domestik.
Berdasarkan kompilasi Data Harga Pangan Strategis Nasional yang tercatat menjelang akhir bulan ini, lonjakan paling mencolok terjadi pada sektor hortikultura. Kenaikan ini berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Rincian Harga Komoditas Pangan Strategis
Menurut laporan dari MetroTVNews, pergerakan harga pangan strategis nasional menempatkan kelompok cabai sebagai komoditas dengan kenaikan paling tinggi. Kondisi ini memicu perhatian serius dari para pelaku usaha retail maupun konsumen rumah tangga.
Komoditas cabai rawit merah saat ini memimpin daftar kenaikan harga pangan di tanah air. Di sisi lain, harga beberapa jenis beras komersial dan bahan pokok lainnya terpantau bergerak bervariasi tergantung pada zonasi kualitasnya.
Berikut adalah tabel rincian harga sembako strategis nasional secara mendetail:
| Nama Komoditas Bahan Pokok | Harga per Kilogram (Rp) |
|---|---|
| Cabai rawit merah | 91.650 |
| Cabai merah besar | 74.150 |
| Cabai merah keriting | 71.250 |
| Bawang merah | 57.500 |
| Bawang putih | 40.650 |
| Telur ayam ras | 29.500 |
| Beras kualitas super I | 17.900 |
| Beras kualitas medium II | 17.900 |
| Beras kualitas super II | 17.350 |
| Beras kualitas medium I | 17.150 |
| Beras kualitas bawah I | 16.500 |
| Beras kualitas bawah II | 16.100 |
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Sembako
Sebagaimana dilansir ekbis.harianjogja.com, tingginya harga cabai rawit merah yang menembus angka Rp91.650 per kilogram tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasokan di tingkat produsen. Distribusi antardaerah turut memengaruhi kestabilan harga eceran di pasar tradisional.
Selain komoditas sayuran pedas, komoditas dapur seperti bawang merah yang berada di angka Rp57.500 per kilogram juga menjadi salah satu penyumbang inflasi pangan harian. Hal ini memicu penyesuaian belanja di tingkat konsumen.
Dampak pada Sektor Beras dan Telur
Sektor komoditas beras juga menampilkan struktur harga yang ketat di seluruh kelas kualitas. Masyarakat kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan beras kualitas medium hingga super di pasar tradisional terdekat.
Untuk kelompok protein, telur ayam ras saat ini tertahan di angka Rp29.500 per kilogram. Fluktuasi ini terus dipantau oleh instansi terkait guna mencegah terjadinya kelangkaan barang di pasar eceran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow