JAECOO J5 EV Dorong Penjualan SUV Listrik China di Indonesia
Produsen otomotif asal China, JAECOO, semakin agresif memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia melalui model J5 EV. Kendaraan ini sukses menjadi salah satu pendorong utama penjualan merek tersebut sepanjang tahun 2026.
Dikutip dari Moladin, daya tarik utama mobil ini terletak pada desain SUV modern serta penawaran harga On The Road (OTR) yang kompetitif. Konsumen tanah air bisa meminang mobil ini dengan dana di bawah Rp300 juta untuk varian dasar.
Popularitas JAECOO di pasar domestik menunjukkan tren positif yang signifikan. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sepanjang Januari hingga Mei 2026, JAECOO membukukan penjualan total sebanyak 13.949 unit.
Volume penjualan tersebut membuat JAECOO berhasil menguasai sekitar 24,4 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional pada periode yang sama. Model J5 EV tercatat sebagai kontributor terbesar yang paling diminati oleh konsumen.
Pihak pabrikan menghadirkan mobil listrik ini dalam dua pilihan varian dengan selisih harga yang relatif dekat. Berdasarkan informasi dari laman resmi JAECOO Indonesia, berikut rincian harga terbarunya:
| Varian Mobil | Harga OTR Jakarta |
|---|---|
| JAECOO J5 EV Standard | Rp279.900.000 |
| JAECOO J5 EV Premium | Rp309.900.000 |
Banderol tersebut membuat J5 EV sangat kompetitif di kelas SUV listrik premium. Bagaimanapun, nominal ini dapat mengalami penyesuaian sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan prinsipal, program diler, maupun wilayah pembelian.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan
Selain keunggulan harga, mobil ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian melalui kabin lapang dan teknologi elektrifikasi mutakhir. Sektor eksterior mengusung konsep futuristis, sementara operasionalnya menawarkan emisi nol dengan perawatan yang diklaim lebih simpel dibanding mobil konvensional.
Urusan performa, JAECOO J5 EV dibekali motor listrik bertenaga 210 PS. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 461 kilometer sebelum harus diisi daya kembali.
Simulasi Efisiensi Biaya Operasional
Aspek efisiensi menjadi nilai jual yang dijagokan oleh pabrikan. JAECOO mengklaim pemilik J5 EV dapat memangkas pengeluaran biaya energi hingga 88 persen jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin 1.500 cc Turbo.
Sebagai gambaran, sebuah mobil bensin 1.500 cc Turbo dengan jarak tempuh harian 50 km (1.500 km per bulan) memakan biaya BBM RON 92 seharga Rp16.250 per liter. Hal ini memicu pengeluaran BBM bulanan sebesar Rp2.500.000 ditambah biaya servis tahunan Rp2.000.000, sehingga total pengeluaran mencapai Rp31.250.000 per tahun.
Sebaliknya, dengan tarif listrik Rp1.700 per kWh, JAECOO J5 EV hanya membutuhkan biaya harian sekitar Rp9.600 atau Rp290.000 per bulan. Ditambah biaya perawatan tahunan yang hanya Rp500.000, total pengeluaran operasional setahun berkisar di angka Rp4.000.000.
Perbedaan pengeluaran jangka panjang ini menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen. Varian Standard dapat dipilih untuk mengejar efisiensi dana, sedangkan tipe Premium menyediakan fitur tambahan seperti ADAS, panoramic roof, serta kamera pemantau 540 derajat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow