JAECOO J5 Terbaru Siap Meluncur dengan Fitur LiDAR dan Sistem Hybrid
Persaingan pasar SUV hybrid global diperkirakan bakal semakin ketat lewat kehadiran JAECOO J5 terbaru di China. Mobil ini tertangkap kamera sedang melakukan uji jalan dengan sejumlah pembaruan teknologi.
Seperti dilansir dari Moladin, foto spyshot yang beredar memperlihatkan adanya tonjolan sensor LiDAR pada bagian atas kaca depan. Komponen ini mengindikasikan hadirnya sistem bantuan berkendara (ADAS) yang lebih mutakhir.
Varian terbaru tersebut diduga kuat dipersiapkan untuk pasar ekspor global. Hal ini diperkuat oleh adanya emblem berbahasa Inggris pada bodi kendaraan, di mana model ini juga dikenal sebagai JAECOO 5 dan versi listriknya bernama JAECOO E5.
Media lokal di China melaporkan bahwa JAECOO J5 terbaru kemungkinan besar bakal mengadopsi sistem bantuan berkendara Falcon 700. Sistem canggih milik grup Chery ini menawarkan spesifikasi perangkat keras yang sangat lengkap.
Teknologi Falcon 700 mengintegrasikan satu sensor LiDAR, 11 unit kamera, 12 sensor ultrasonik, serta tiga radar mmWave. Seluruh sistem tersebut didukung oleh kapasitas komputasi data yang mencapai 560 TOPS.
Melalui perpaduan perangkat keras tersebut, teknologi ini diklaim mampu menyokong navigasi otomatis titik-ke-titik (point-to-point navigation). Selain itu, sistem ini juga dapat menjalankan fungsi parkir otomatis atau automated valet parking.
Sistem Hybrid Generasi Terbaru Kun Peng 2.0
Pembaruan besar lainnya terlihat dari adanya emblem bertuliskan "Hybrid" pada pintu bagasi belakang. Menariknya, SUV ini tidak memiliki port pengisian daya listrik sehingga disimpulkan menggunakan sistem hybrid konvensional (HEV).
Banyak pihak meyakini bahwa kendaraan ini mengaplikasikan sistem hybrid generasi terbaru bernama Kun Peng 2.0. Teknologi besutan Chery tersebut sebelumnya juga dikabarkan bakal tersemat pada model Tiggo 7 HEV.
Sistem Kun Peng 2.0 ini mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter turbo dengan baterai berkapasitas lebih besar yakni 5,1 kWh. Kombinasi tersebut mampu menyemburkan tenaga gabungan hingga 260 kW atau setara 349 hp.
Performa ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan sistem hybrid generasi pertama. Pada versi terdahulu, tenaga kombinasi yang dihasilkan hanya sebesar 165 kW atau 221 hp dengan dukungan baterai 1,83 kWh.
Berkat teknologi teranyar ini, JAECOO J5 terbaru diperkirakan dapat melaju lebih jauh dengan mode elektrik. Chery juga menyatakan sistem ini mendukung fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya AC untuk menyalakan perangkat elektronik luar.
Dimensi Kompak dan Beragam Pilihan Penggerak
Kendati mendapatkan banyak pembaruan fitur, mobil ini tetap mempertahankan dimensi yang kompak untuk kelas SUV. Kendaraan ini memiliki panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm, serta jarak sumbu roda atau wheelbase sepanjang 2.620 mm.
Untuk bobot kosong kendaraan berada di kisaran 1.420 hingga 1.710 kg, tergantung pada varian yang dipilih. JAECOO J5 sendiri dipasarkan secara global dalam beberapa opsi sistem penggerak roda.
Pilihan penggerak yang tersedia meliputi mesin bensin 1.5 turbo, Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga baterai listrik murni (EV). Khusus versi EV, mobil dibekali baterai LFP 58,9 kWh dengan jarak tempuh mencapai 402 km berdasarkan standar WLTP.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow