John Herdman Siapkan Rotasi Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengisyaratkan bakal melakukan rotasi pemain jelang laga kedua Grup A Piala AFF 2026 melawan Timor Leste di Chonburi Stadium, Thailand, Jumat (31-7-2026). Langkah ini diambil usai Garuda menang 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Senin (27-7-2026) malam WIB, sebagaimana dilansir dari Bola.
Keputusan rotasi tersebut dipicu oleh kondisi fisik sejumlah pilar yang belum mencapai tingkat kebugaran ideal. Beberapa pemain dilaporkan masih berada dalam fase pramusim saat dipanggil memperkuat skuad Garuda.
Kemenangan telak Indonesia atas Kamboja disumbangkan oleh hattrick Mitchell Bakker pada menit ke-6, 15, dan 56, serta tambahan gol dari Sandy Walsh menit ke-24 dan Jens Raven menit ke-86.
"Saya akan mulai dari soal rotasi karena ini adalah sepak bola turnamen. Tetapi, saya rasa saya sudah mengatakan hal ini pada konferensi pers sebelumnya bahwa kami memiliki pemain-pemain yang masih berada di masa pramusim. Turnamen ini bagi mereka seperti turnamen pramusim," ujar Herdman.
Mantan pelatih timnas Kanada itu menekankan bahwa pembagian menit bermain sangat krusial agar kebugaran fisik pemain dapat terjaga sepanjang bergulirnya kompetisi.
"Jadi, ada pemain yang bahkan belum bermain selama 90 menit. Untuk memaksa pemain seperti Rizky Ridho, Dony Tri, Sandy Walsh bermain penuh selama 90 menit malam ini, begitu juga Thom Haye, itu merupakan usaha yang luar biasa dari mereka," tutur Herdman.
Strategi pergantian pemain juga ditujukan bagi pilar yang baru pulih dari cedera atau belum mengantongi menit bermain di level klub.
"Sementara pemain lain kami rotasi secara strategis agar menit bermain mereka terus bertambah. Ada yang baru pulih dari cedera, ada juga yang belum mendapatkan waktu bermain karena belum memiliki klub. Jadi ada begitu banyak hal yang sedang kami atur saat ini," jelas Herdman.
Keunggulan tiga gol pada babak pertama memberikan keleluasaan bagi tim pelatih untuk merestrukturisasi susunan pemain di lapangan lebih awal demi menekan risiko cedera.
"Saya sangat senang kami mendapatkan tiga poin. Kami juga memiliki tingkat kekompakan seperti itu. Kami unggul 3-0 saat babak pertama sehingga memberi kami kesempatan untuk melakukan rotasi dan menarik beberapa pemain keluar lapangan agar mereka tidak berisiko mengalami cedera," ujar Herdman.
Herdman turut mengapresiasi dukungan klub-klub domestik yang bersedia melepas para pemain terbaik mereka ke skuad Garuda untuk turnamen ini.
"Dan itu adalah perhatian besar bagi kami. Saya sudah mengatakan bahwa klub-klub di Indonesia sangat luar biasa karena telah melepas pemain-pemain terbaik mereka, dan untuk itu kami sangat berterima kasih. Tetapi, kami juga harus menjaga mereka.
Ada beberapa pemain yang sebenarnya ingin Anda biarkan bermain lebih lama di lapangan, tetapi Anda tidak bisa. Anda harus bersikap adil," ucap Herdman.
Seluruh manajemen menit bermain ini dirancang secara cermat guna mendukung target jangka panjang Indonesia melangkah hingga laga pamungkas turnamen.
"Dengan demikian, kami tahu bahwa kami berharap bisa memainkan enam pertandingan. Jadi, semuanya dilakukan selangkah demi selangkah, rotasi, perencanaan, akumulasi menit bermain, keselamatan pemain, hingga memuncakkan performa pemain pada waktu yang berbeda selama turnamen," tutur Herdman.
Pelatih berusia 55 tahun tersebut menambahkan bahwa pengelolaan kedalaman skuad ini dijalankan selayaknya menyusun strategi di atas papan catur.
"Saat ini semuanya seperti papan catur yang terus kami susun langkah demi langkah," tambah Herdman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow