Juventus Bidik Guglielmo Vicario usai Batal Rekrut Emiliano Martinez

Smallest Font
Largest Font

Dampak peninjauan finansial internal memaksa Juventus mengubah arah perburuan penjaga gawang utama pada bursa transfer. Raksasa Italia tersebut resmi menyetop negosiasi perekrutan Emiliano Martinez dari Aston Villa sebagaimana dilansir dari Bola. Sebagai gantinya, Si Nyonya Tua mengalihkan target penuh kepada kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario.

Kebijakan pengeluaran yang ketat menjadi alasan utama di balik pergeseran fokus klub asal Turin tersebut. Evaluasi manajemen menunjukkan paket biaya transfer beserta permintaan gaji Martinez melebihi batas alokasi anggaran. Juventus memilih menjaga kedisiplinan finansial setelah melalui beberapa musim yang penuh tantangan.

Aston Villa dilaporkan mematok banderol sekitar 10 juta euro untuk kiper Timnas Argentina tersebut. Meski angka tersebut tidak tergolong fantastis, Juventus menilai nilainya tetap signifikan untuk sektor penjaga gawang.

Faktor usia juga menjadi pertimbangan krusial bagi jajaran direksi klub Turin. Martinez bakal menginjak usia 32 tahun pada musim depan, sehingga investasi besar dianggap kurang ideal. Selain itu, kontrak jangka panjang sang pemain di Aston Villa yang tersisa hingga 2028 atau 2029 memicu komitmen beban gaji berdurasi lama. Hal ini dinilai sangat berisiko bagi kestabilan neraca keuangan klub.

Keputusan pembatalan proses transfer ini telah disampaikan langsung oleh pihak Juventus kepada Aston Villa. Jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano turut mengonfirmasi penghentian negosiasi tersebut secara resmi. Langkah tegas ini mempertegas komitmen Juventus dalam menjaga stabilitas anggaran. Mereka rela melepas peluang merekrut kiper berstatus juara dunia demi mematuhi parameter finansial internal yang telah ditetapkan.

Setelah menutup pintu bagi Martinez, nama Guglielmo Vicario mendadak melesat ke posisi teratas daftar belanja. Pemain asal Italia tersebut sejatinya sudah dipantau sejak awal oleh pemandu bakat klub. Selain Vicario, Juventus sebelumnya sempat mengeksplorasi opsi alternatif lain di pasar transfer.

Salah satu nama yang masuk dalam pertimbangan manajemen adalah kiper Parma, Zion Suzuki. Namun, Vicario dianggap paling sesuai dengan filosofi rekrutmen terkini yang diterapkan manajemen. Ia berusia lebih muda, berpengalaman di Serie A, serta memiliki nilai jual kembali di masa mendatang.

Pengalaman Vicario membela Empoli di kompetisi domestik menjadi nilai tambah tersendiri. Rekor impresifnya di liga lokal membuat proses adaptasi diperkirakan berjalan mulus tanpa kendala berarti.

Beberapa media ternama Italia seperti Gazzetta dello Sport dan Calciomercato menempatkan Vicario sebagai kandidat terdepan. Posisi prioritas tersebut kian menguat seiring tarik ulur finansial pada opsi lain.

Dinamika Transfer dan Situasi di Tottenham Hotspur

Peluang kepindahan Vicario kian terbuka lebar akibat pergeseran peta persaingan internal di Tottenham Hotspur. Pelatih Roberto De Zerbi dilaporkan lebih menyukai Antonin Kinsky sebagai pengawal gawang utama.

Kinsky bahkan telah menandatangani kesepakatan anyar dan diproyeksikan mengisi posisi starter. Kondisi ini membuat posisi Vicario berpotensi menjadi surplus di dalam skuad klub London tersebut. Perubahan preferensi tim pelatih mendorong manajemen Tottenham untuk merapikan komposisi penjaga gawang. Pihak klub Inggris itu juga berencana mengurangi beban gaji pemain yang tidak masuk rencana utama.

Situasi ini memberi ruang bagi Juventus untuk merekrut Vicario sesuai skema belanja mereka. Kendati demikian, format transaksi masih menjadi ganjalan utama dalam negosiasi kedua belah pihak. Juventus memprioritaskan skema peminjaman demi meminimalkan risiko keuangan di tahap awal. Langkah ini diambil untuk menjaga fleksibilitas kas klub dalam menghadapi persaingan musim depan.

Di sisi lain, Tottenham lebih menginginkan skema penjualan permanen. Mereka berambisi mengembalikan sebagian nilai investasi saat mendatangkan Vicario dari Empoli pada tahun 2023 lalu. Perjalanan karier Vicario di London Utara memang mengalami penurunan performa pada musim kedua dan ketiga.

Situasi tersebut dimanfaatkan Kinsky untuk merebut posisi starter secara bertahap. Keinginan kuat dari sang pemain untuk mudik ke Italia diprediksi bakal menjadi pendorong utama. Faktor personal ini diyakini mampu memuluskan proses negosiasi transfer antara kedua klub.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow