Kamera Zoom Xiaomi 15T Ternyata Pakai Sensor Samsung Bukan Leica

Smallest Font
Largest Font

Kemampuan kamera zoom Xiaomi 15T memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta fotografi mobile karena menggunakan sensor buatan kompetitornya. Sebagai penguji yang kerap melihat logo Leica terampang di bodi perangkat premium, saya selalu memiliki ekspektasi tinggi terhadap ketajaman gambarnya. Namun, saat membedah lembar spesifikasi kamera zoom Xiaomi 15T, fakta di balik lensa telefoto 2x optical zoom ini cukup mengejutkan.

Xiaomi mempromosikan sistem kamera belakang perangkat ini dengan nama mewah Leica Summilux atau VARIO-SUMMILUX 1:1.7-2.2/15-46 ASPH.

Sistem ini mengombinasikan tiga lensa yang sekilas terlihat sangat menjanjinkan untuk urusan dokumentasi harian maupun profesional. Komponen kamera zoom Xiaomi 15T mengandalkan sensor beresolusi 50 MP yang menggunakan basis sensor Samsung ISOCELL JN5 (S5KJN5).

Langkah menyematkan sensor Samsung di bawah lensa rancangan Leica ini memicu pertanyaan kritis mengenai konsistensi kualitas warna yang dihasilkan. Bagi saya, perpaduan arsitektur sensor Samsung dan tuning warna khas pabrikan Jerman tersebut menciptakan karakter visual yang unik.

Spesifikasi Teknis Lensa Telefoto Lensa Berbintang

Sensor Samsung ISOCELL JN5 pada kamera zoom Xiaomi 15T memiliki ukuran sensor yang tergolong ringkas, yaitu 1/2.76 inci. Ukuran piksel standarnya berada di angka 0,64 µm dengan bukaan lensa f/1.9 yang mengalirkan cahaya ke sensor. Jarak fokus setara yang tertulis dalam lembar spesifikasi mentah adalah 50mm, meskipun tertulis juga setara 46mm pada dokumen pelengkap.

Lensa telefoto 2x optical zoom ini sudah dilengkapi dengan sistem penajaman fokus otomatis berupa Phase Detection Autofocus (PDAF).

Kamera telefoto 50 MP ini mampu merekam video hingga resolusi 2160p atau 4K pada kecepatan 60fps dengan sangat lancar.

Namun, Anda harus memperhatikan satu kekurangan krusial, yaitu absennya fitur Optical Image Stabilization (OIS) pada lensa zoom ini.

Dampak Absennya OIS pada Pengujian Jarak Jauh

Ketiadaan penstabil gambar optik (OIS) pada kamera zoom Xiaomi 15T menjadi catatan merah yang tidak boleh Anda abaikan. Saat saya melakukan pembesaran gambar di atas 2x, ketiadaan OIS membuat bidikan menjadi sangat sensitif terhadap getaran tangan. Ketika merekam video 4K 60fps menggunakan lensa telefoto ini, rekaman rentan terlihat bergoyang jika Anda tidak memakai alat bantu.

Kondisi low-light atau temaram juga menjadi tantangan besar karena sensor memerlukan stabilitas tinggi untuk menyerap cahaya tanpa menghasilkan blur.

Bagi Senior Reviewer seperti saya, keputusan memangkas OIS di lensa telefoto adalah kompromi yang sangat disayangkan untuk kelas harganya.

Xiaomi 15T - Leica Camera Review - Straightforward and honest! | Alpha Tech

Perbandingan Menyeluruh Tiga Kamera Belakang Xiaomi 15T

Untuk melihat posisi kamera zoom Xiaomi 15T secara objektif, kita harus membandingkannya dengan dua kamera pendamping di bagian belakang. Xiaomi mengonfigurasi perangkat ini dengan tiga sensor yang memiliki karakteristik, ukuran, serta pemasok komponen yang berbeda-beda.

Kombinasi sensor Omnivision dan Samsung di dalam satu modul lingkaran besar ini menciptakan dinamika performa yang patut dianalisis. Berikut adalah tabel rincian arsitektur perangkat keras kamera belakang yang ditanamkan oleh pabrikan pada gawai ini.

Spesifikasi Komponen Kamera Belakang Xiaomi 15T
Fitur KameraKamera Utama (Wide)Kamera Telefoto (Zoom)Kamera Ultra Wide
Resolusi Sensor50 MP50 MP12 MP
Model SensorOmnivision OV50 Light Hunter 800Samsung ISOCELL JN5Omnivision OV13B / OV13B10
Ukuran Sensor1/1.55 inci1/2.76 inci1/3 inci
Bukaan Lensaf/1.7f/1.9f/2.2
Jarak Fokus Setara23mm46mm / 50mm15mm
Sistem StabilisasiOIS & PDAFPDAF Tanpa OISTanpa Autofokus & OIS
Maksimal Video4K pada 60fps4K pada 60fps4K pada 30fps

Dari data di atas, terlihat jelas bahwa kamera utama memiliki sensor Light Fusion 800 berukuran jauh lebih besar.

Kamera ultra wide menggunakan sensor asli 13 MP OmniVision OV13B yang dipangkas menjadi 12 MP dengan sudut pandang 120 derajat.

Kamera zoom Xiaomi 15T berada di posisi tengah dengan resolusi tinggi tetapi memiliki keterbatasan fisik pada ukuran sensornya.

Dapur Pacu MediaTek Dimensity 8400-Ultra dan Pengaruhnya ke Gambar

Kemampuan pemrosesan gambar dari kamera zoom Xiaomi 15T tidak lepas dari peran penting chipset yang ditanamkan di dalamnya.

Gawai ini ditenagai oleh prosesor MediaTek Dimensity 8400-Ultra yang dibangun dengan proses fabrikasi mutakhir berukuran 4 nm. Unit pemrosesan kecerdasan buatan berupa NPU 880 bertugas mengesekusi algoritma komputasi fotografi dari Leica secara real-time. Kehadiran NPU ini membantu memperbaiki detail gambar yang ditangkap oleh sensor Samsung ISOCELL JN5 saat kekurangan cahaya.

Konfigurasi Inti CPU dan Kecepatan RAM LPDDR5X

Prosesor MediaTek Dimensity 8400-Ultra ini menggunakan arsitektur CPU octa-core yang dipecah menjadi tiga klaster performa berbeda.

Klaster utama berisi 1 Arm Cortex-A725 dengan kecepatan hingga 3,25 GHz untuk menangani beban kerja komputasi paling berat. Klaster kedua didukung 3 Arm Cortex-A725 hingga 3,0 GHz, dan klaster efisiensi memakai 4 Arm Cortex-A725 hingga 2,1 GHz.

Sektor pemrosesan grafis ditangani oleh GPU Mali-G720 yang memastikan pratinjau efek kamera berjalan mulus di layar. Kinerja chipset didukung RAM LPDDR5X berkecepatan 8533Mbps dan media penyimpanan dengan teknologi super cepat UFS 4.1.

Varian memori yang tersedia di pasar mencakup opsi RAM 12 GB + 256 GB serta RAM 12 GB + 512 GB.

Layar AMOLED 1.5K untuk Akurasi Kalibrasi Warna Leica

Hasil tangkapan kamera zoom Xiaomi 15T ditampilkan secara instan melalui panel layar AMOLED datar berukuran 6,83 inci.

Layar ini mengusung resolusi 1.5K (2772 x 1280 piksel) dengan tingkat kerapatan piksel mencapai 447 ppi yang tajam. Bagi saya, layar ini sangat krusial untuk mengecek apakah warna foto zoom sudah sesuai dengan standar Original color PRO. Kecerahan maksimal layar ini diklaim bisa menyentuh 3200 nits saat mengaktifkan konten Pro HDR atau Dolby Vision.

Layar yang dilindungi Corning Gorilla Glass 7i ini juga mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light untuk kenyamanan mata.

Penilaian Kritis Terhadap Efektivitas Pembesaran Gambar 2x

Mengandalkan pembesaran optik yang hanya berada di angka 2x terasa kurang bertenaga untuk standar industri saat ini. Menurut saya, jarak fokus setara 46mm lebih cocok difungsikan sebagai lensa potret (portrait) ketimbang lensa zoom jarak jauh.

Saat memotret manusia, sensor Samsung ISOCELL JN5 ini mampu memisahkan objek dengan latar belakang secara rapi dan estetik. Warna kulit yang dihasilkan condong mengikuti profil warna Leica yang dramatis dengan kontras bayangan yang tegas.

Namun, jika Anda berharap bisa memotret detail tulisan di papan reklame yang sangat jauh, performanya akan menurun. Pembesaran digital di atas 5x mulai memperlihatkan distorsi dan noise akibat keterbatasan ukuran sensor 1/2.76 inci tersebut. Absennya OIS kembali memperparah keadaan karena goyangan sekecil apa pun akan membuat algoritma AI bekerja ekstra keras.

Perangkat ini memiliki dimensi tinggi 163,2 mm, lebar 78,0 mm, ketebalan 7,50 mm, serta bobot total 194 gram.

Baterai berkapasitas 5500 mAh dengan pengisian daya 67W HyperCharge memastikan aktivitas fotografi Anda bisa berlangsung seharian penuh. Kamera zoom Xiaomi 15T dengan sensor Samsung ISOCELL JN5 tanpa OIS ini sangat mumpuni untuk fotografi potret jarak dekat, tetapi bukan pilihan ideal jika fokus utama Anda adalah menangkap objek di kejauhan dengan stabilitas tinggi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow