Kemensos Salurkan Bansos PKH dan Sembako Rp16,6 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Sosial menyalurkan anggaran Program Keluarga Harapan dan bantuan sembako mencapai lebih dari Rp16,6 triliun hingga awal Juni 2026 untuk menjaga daya beli puluhan juta keluarga penerima manfaat, sebagaimana dilansir dari Ulanda.

Realisasi pencairan dua program perlindungan sosial utama pada semester pertama tahun ini berjalan sesuai dengan target pemerintah. Angka kumulatif tersebut belum termasuk sejumlah program bantuan sosial lain yang digulirkan sepanjang tahun.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa capaian tertinggi dicatatkan oleh Program Keluarga Harapan yang telah menyentuh 94 persen dari total target penerima.

“Untuk PKH, sudah tersalurkan kepada 9,4 juta KPM atau 94 persen dengan nilai Rp7,13 triliun. Sedangkan bantuan sembako telah menjangkau 15,9 juta KPM atau 87 persen dengan nilai Rp9,54 triliun,” kata Saifullah Yusuf saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Pemerintah juga membagikan jaminan hidup senilai Rp225,20 miliar kepada 273.911 jiwa. Fasilitas perlindungan negara ini diarahkan bagi kelompok masyarakat yang menghadapi kondisi sosial tertentu.

Sebanyak 75.065 kepala keluarga rentan juga memperoleh bantuan penguatan sosial ekonomi sebesar Rp37,33 miliar guna mendorong kemandirian finansial mereka.

“Kemudian santunan ahli waris sudah diberikan kepada 1.140 jiwa dengan nilai Rp17,10 miliar,” ujar Saifullah.

Kementerian Sosial mengalokasikan pula dana rehabilitasi melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial yang realisasinya menyentuh angka 42,58 persen. Anggaran yang terserap untuk sektor ini berada pada angka Rp135,7 billion.

Sasaran program rehabilitasi mencakup kelompok dengan kebutuhan khusus seperti anak-anak, kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, korban narkotika, hingga penderita HIV/AIDS.

“Atensi total realisasi 42,58 persen atau Rp135,7 miIiar yang melayani anak, lansia, disabilitas, napza, orang dengan HIV/AIDS, dan kelompok rentan,” kata Saifullah.

Intervensi terhadap Komunitas Adat Terpencil mencatat pencapaian di atas target, yakni menyasar 3.097 kepala keluarga atau setara 109,96 persen dari target tahunan dengan realisasi keuangan 78,61 persen. Sebaliknya, Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi baru menyentuh 4.796 keluarga atau 31,97 persen.

Kementerian Sosial saat ini sedang memproses administrasi pengajuan Surat Pengesahan Revisi Anggaran tahap III senilai Rp987,9 miliar untuk memperkuat program perlindungan sosial.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow