Kemensos Sukses Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Jelang Pengumuman Kelayakan Penerima

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Sosial menyukseskan program uji coba piloting digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Banyuwangi guna meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin. Langkah strategis ini mencatat perkembangan signifikan dengan masuknya tahapan evaluasi ketat setelah menjaring ratusan ribu pendaftar dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengenalkan program digitalisasi bansos di Banyuwangi sejak Oktober 2025 lalu.

Hingga kini, tercatat jumlah pendaftar uji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi mencapai sekitar 350 ribu pendaftar yang masuk ke dalam sistem perlindungan sosial.

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait kini tengah mematangkan hasil seleksi administratif dari ratusan ribu usulan masyarakat tersebut. Sesuai dengan linimasa yang ditetapkan, jadwal pengumuman warga yang layak dan tidak layak sebagai penerima bantuan beserta alasannya akan dipublikasikan secara transparan pada Senin, 2 Maret 2026.

Sistem baru ini dirancang untuk meminimalkan salah sasaran akibat data usang. Sebagai bentuk keterbukaan publik, Kementerian Sosial juga menyediakan mekanisme keberatan bagi warga setempat.

Menteri Sosial secara online memimpin langsung pelaksanaan Bimbingan Teknis atau Bimtek Masa Sanggah pada Jumat, 27 Februari 2026 guna memastikan kesiapan petugas di lapangan. Publikasi perkembangan hasil digitalisasi bansos yang masuk masa sanggah kemudian dirilis pada Sabtu, 28 Februari 2026. Masa sanggah hasil seleksi bansos digital ini dijadwalkan berlangsung selama 1 bulan sejak hari pengumuman resmi dikeluarkan.

Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Warga Bisa Daftar Usulkan Tetangga Lewat Perlinsos | JTV Banyuwangi

Pemanfaatan Data Terintegrasi dan Uji Coba Desa

Transformasi digital ini bertumpu pada keakuratan integrasi data kependudukan dari hulu ke hilir.

Pemerintah memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital atau IKD untuk digitalisasi bansos secara masif, seperti yang dipublikasikan dalam artikel pemanfaatan IKD pada Kamis, 22 Januari 2026.

Sebelum diperluas, uji coba pendaftaran piloting digitalisasi bansos ini telah dimulai di dua desa di Banyuwangi pada Kamis, 18 September 2025.

Uji Coba Tingkat Desa di Kemiren

Desa Kemiren menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan simulasi awal pemutakhiran data digital perlindungan sosial.

Wilayah ini dipilih karena memiliki karakteristik data penerima bantuan sosial yang cukup padat untuk skala pedesaan.

Berdasarkan data profil desa, Desa Kemiren memiliki 1.147 kepala keluarga, dengan 400 kepala keluarga di antaranya merupakan penerima bansos aktif.

Penguatan Transformasi Perlindungan Sosial

Langkah integrasi sistem ini didukung penuh oleh lintas kementerian guna menciptakan satu data kemiskinan yang valid.

Kementerian PPN/Bappenas mengawal langsung kegiatan penguatan transformasi perlindungan sosial berbasis data ini di Kabupaten Banyuwangi pada 1–2 Oktober 2025. Upaya ini krusial mengingat data Badan Pusat Statistik atau Bappenas mencatat tingkat kemiskinan per Maret 2025 berada pada angka 8,47 persen. Melalui integrasi IKD dan portal perlindungan sosial, verifikasi kelayakan penerima manfaat dilakukan secara otomatis dan berlapis.

Rangkuman Data Piloting Bansos Digital

Berikut adalah data teknis pelaksanaan proyek percontohan sistem digitalisasi bantuan sosial yang berlangsung di wilayah Banyuwangi.

Data Pelaksanaan Piloting Digitalisasi Bansos Banyuwangi
Indikator Teknis PilotingJumlah / Statistik Fakta
Total Pendaftar Sistem Uji CobaSekitar 350.000 kepala keluarga
Kepala Keluarga di Desa Kemiren1.147 KK
Penerima Bansos di Desa Kemiren400 KK
Durasi Periode Masa Sanggah1 Bulan
Tingkat Kemiskinan Acuan (Maret 2025)8,47 persen

Kementerian Sosial menegaskan bahwa hasil dari penyaringan berbasis teknologi digital di Banyuwangi ini akan menjadi cetak biru nasional.

Petugas lapangan kini disiagakan untuk melayani proses sanggahan dari masyarakat setelah status kelayakan diumumkan secara resmi ke publik.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed