I.League Pertahankan Kuota Pemain Asing Super League Musim Depan

Smallest Font
Largest Font

I.League mempertahankan kuota sebelas pemain asing untuk kompetisi Super League musim 2026/2027 seperti dilansir dari Bola. Setiap klub peserta diperbolehkan mendaftarkan maksimal sebelas legiun impor guna mendongkrak daya saing klub Indonesia di turnamen antarklub Asia.

Dari total sebelas pemain asing yang didaftarkan tersebut, sembilan nama dapat dimasukkan ke dalam daftar susunan pemain (DSP). Kendati demikian, jumlah maksimal legiun asing yang diperbolehkan berada di dalam lapangan secara bersamaan hanya dibatasi sebanyak tujuh orang.

"Pemain asing tetap sama, ada sebelas yang didaftarkan, sembilan di DSP, dan tujuh yang ada di lapangan," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Di sisi lain, otoritas kompetisi memutuskan untuk menghapus kewajiban memainkan pesepak bola U-23 sebagai starter selama 45 menit yang sempat berlaku dalam dua tahun terakhir. Sebagai gantinya, pendaftaran minimal pemain muda kini ditetapkan sebanyak lima pemain di setiap tim.

"Mungkin perbedaannya adalah di regulasi U-23. Dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kami konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan," ucap Asep.

I.League juga menyiapkan skema apresiasi khusus bagi klub-klub yang konsisten memberikan menit bermain kepada pilar-pilar muda mereka sepanjang musim kompetisi berjalan.

"Pendaftarannya untuk minimal pemain U-23 itu ada lima pemain, tapi juga akan ada mekanisme insentif kepada klub yang memainkan pemain muda dalam kurun waktu tertentu."

Asep menambahkan bahwa formula kompensasi ini akan berbentuk kontribusi finansial yang dicairkan setelah pemain muda mencapai akumulasi menit bermain tertentu di atas lapangan.

"Jadi, kami sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan, katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," papar Asep.

Selain regulasi pemain, perubahan juga menyasar susunan tim ofisial dengan mewajibkan kepemilikan staf pelatih lokal, baik pada posisi pelatih kepala maupun asisten pelatih.

"Tentu saja ini hal yang juga sudah kami sampaikan sebetulnya, tinggal bagaimana implementasinya dalam formula yang lebih mudah untuk dimengerti," tambah Asep.

Standardisasi untuk posisi pelatih kepala dipastikan tidak berubah dan tetap mengacu pada kualifikasi AFC Pro atau yang setara.

"Tambahan lainnya mungkin dari sisi ofisial, tidak ada perubahan di pelatih kepala, standarnya sama, AFC Pro atau setara."

Aturan ini mewajibkan seluruh klub kasta tertinggi untuk memastikan adanya unsur pelatih lokal dalam jajaran tim teknis mereka.

"Tetapi, ada satu catatan bahwa kami sampaikan kepada seluruh klub Super League bahwa di kepelatihan teknis, pelatih atau asisten pelatih, harus ada unsur lokalnya," katanya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed