La Ode Haimuddin Tegaskan MTQ Harus Melahirkan Generasi Qurani
Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 kini resmi bergulir. Pembukaan ajang tahunan ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat kompetisi, melainkan menjadi wadah pembinaan yang melahirkan generasi islami berkarakter kuat. Harapan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimuddin, saat menghadiri pembukaan acara tersebut, seperti dilansir dari Ulanda.
Acara pembukaan ini berlangsung di Arena Utama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo pada Jumat (3/7/2026). Prosesi pembukaan berjalan khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, para bupati, wali kota, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo. Ribuan masyarakat turut menyaksikan dimulainya kompetisi keagamaan ini.
Menurut La Ode Haimuddin, kesuksesan kompetisi ini tidak boleh diukur dari aspek perlombaan saja. Indikator utama keberhasilan adalah bagaimana kegiatan ini mampu memperdalam kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
"Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Gorontalo, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai keislaman, persatuan, serta membentuk generasi yang berakhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari," kata La Ode Haimuddin. Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan ini memegang peran strategis dalam menguatkan fondasi moral pemuda. Terlebih lagi, tantangan dinamika sosial di tengah masyarakat saat ini dinilai semakin kompleks.
Para peserta diimbau untuk bertanding dengan motivasi tinggi serta menjunjung nilai sportivitas. Kompetisi ini diarahkan sebagai sarana evaluasi kualitas diri daripada sekadar memburu gelar juara. DPRD Provinsi Gorontalo berharap delegasi terbaik yang terjaring dalam kegiatan ini mampu meneruskan estafet prestasi daerah. Targetnya adalah membawa nama harum Gorontalo pada level nasional hingga internasional.
Pesan senada dikemukakan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat membuka jalannya perlombaan. Gusnar menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan nilai Al-Qur’an di wilayah yang berjuluk Bumi Serambi Madinah. Ia menilai implementasi nilai-nilai kitab suci dalam perilaku sehari-hari menjadi esensi utama yang melampaui kemampuan teknis membaca.
"MTQ bukan hanya perlombaan membaca Al-Qur’an. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana syiar Islam terus tumbuh dan nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
Gusnar turut mengulas rekam jejak inspiratif dari qariah legendaris Gorontalo, Hj. Sarini Abdullah. Rekam jejak tersebut dipaparkan sebagai bukti nyata kemampuan putra-putri daerah berkompetisi di kancah global.
Dalam catatan sejarah, Sarini Abdullah sukses menorehkan prestasi dari level nasional hingga merebut Juara I MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. Pencapaian tersebut dinilai menjadi motivasi bagi peserta tahun 2026 untuk mengasah kemampuan secara berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai ajang seleksi menuju kompetisi tingkat nasional, perhelatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antardaerah.
Seluruh kabupaten dan kota mengirimkan utusan terbaik mereka untuk bersaing dalam berbagai cabang yang dilombakan. Bagi lembaga legislatif, dukungan penuh terhadap syiar keagamaan dipandang sebagai program jangka panjang dalam peningkatan mutu sumber daya manusia. Generasi yang dekat dengan nilai agama diharapkan mampu memimpin masyarakat dengan landasan kejujuran, kebersamaan, dan akhlak mulia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow