Luis Enrique Ungkap Momen Terbaik Usai PSG Juara Liga Champions
Keberhasilan Paris Saint-Germain mempertahankan trofi paling bergengsi di Eropa memicu emosi besar bagi sang manajer. Juru taktik PSG, Luis Enrique, mengekspresikan kegembiraan mendalam setelah skuadnya mengunci gelar juara Liga Champions 2025/2026.
Klub asal Prancis tersebut memastikan diri menjadi kampiun usai menumbangkan Arsenal di partai puncak. Keberhasilan ini menjadi trofi tertinggi Eropa kedua yang diraih secara berturut-turut oleh Les Parisiens, seperti dikutip dari Bola.
Momen kemenangan Luis Enrique terlihat saat ia bersorak ketika tendangan penalti kelima dari bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, melambung di atas mistar. Pelatih asal Spanyol itu langsung merayakan pencapaian besar ini bersama seluruh anak asuhnya di lapangan.
Menanggapi keberhasilan mencetak sejarah dengan meraih gelar beruntun dalam dua musim, Luis Enrique menyatakan perasaannya bercampur aduk. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa periode ini merupakan masa keemasan dirinya selama menangani tim ibu kota Prancis.
"Saya merasa campur aduk, antara antuasias, lelah, dan berbagai emosi lainnya. Namun, ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih menjadi juara, dua kali berturut-turut, dan itu luar biasa," ujar Luis Enrique seperti dilansir dari BBC.
"Kami layak mendapatkannya. Pendukung kami, sepanjang musim ini. Kami layak berada di pertandingan final ini," lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Walaupun skuadnya keluar sebagai pemenang, Luis Enrique tetap memberikan penghormatan khusus kepada The Gunners. Menurutnya, sang lawan telah menyajikan duel sengit dan memberikan tekanan luar biasa sepanjang pertandingan final.
"Pertandingan yang sangat berat dan sulit. Selamat untuk Arsenal, ini benar-benar pertandingan yang sangat sulit. Mereka bermain sangat baik. Mereka mencoba membawa pertandingan ke fase-fase yang menjadi kekuatan mereka," ujar Enrique.
"Kami berusaha menguasai bola dan melakukan pressing. Pada akhirnya, kami berhasil memenangkan gelar juara," lanjut mantan pelatih Barcelona dan Timnas Spanyol itu.
Enggan Dipanggil Sebagai Legenda Paris Saint-Germain
Dua trofi juara Eropa dalam dua musim berturut-turut menjadi pencapaian krusial bagi sejarah klub. Selama bertahun-tahun, raksasa Prancis ini sangat digdaya di kompetisi domestik namun kerap menemui jalan buntu saat bersaing di level tertinggi Eropa.
Perubahan besar terjadi sejak kedatangan Luis Enrique pada tahun 2023. Setelah membawa tim menembus babak semifinal pada musim pertamanya, ia sukses mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim 2024/2025 dan mempertahankan gelar tersebut pada musim 2025/2026.
Rentetan prestasi ini membuat nama sang manajer kini mulai disejajarkan dengan para legenda klub. Meski demikian, Luis Enrique memilih untuk tidak terlalu memikirkan atau mempedulikan status tersebut.
"Legenda? Saya tidak tertarik dengan hal itu," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow