Mataram Utama FC Terima Sanksi Pelanggaran Pemain U-13

Smallest Font
Largest Font

Pemain U-13 Mataram Utama FC, Firmansyah Purbo Wicaksono, dijatuhi sanksi larangan bermain hingga Piala Soeratin U-13 2026 berakhir dan denda Rp10 juta akibat melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PS Baturetno U-13, Adzkhan Jarrar Fauzy, dalam laga di Stadion Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026).

Hukuman tersebut tertuang dalam keputusan Panitia Disiplin Piala Soeratin 2026 Nomor 012/KEP/PANDIS-SRTN/U13/2026 yang mengacu pada Pasal 48 juncto Pasal 49 dan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, sebagaimana dilansir dari Bola. Panitia Disiplin menegaskan bahwa sanksi tersebut bersifat final tanpa opsi banding, serta pengulangan pelanggaran serupa berisiko memicu sanksi yang lebih berat.

Manajemen Mataram Utama FC menyatakan menerima penuh keputusan sanksi tersebut dan menjadikannya sebagai momentum evaluasi pembinaan karakter pemain.

"Kami menerima dengan lapang dada, ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami semoga tidak akan terulang lagi," ujar perwakilan Mataram Utama FC, Janu Riyanto, Senin (24/8/2026).

Pihak manajemen menekankan pentingnya menjaga sportivitas serta etika dalam pembinaan sepak bola usia dini.

"Manajemen Mataram Utama selalu menekankan pentingnya etika dan sportivitas dalam keseharian pada pembinaan sepak bola. Kejadian ini menuntut kami untuk lebih masif melakukan pembinaan karakter tersebut."

Janu menambahkan bahwa pembenahan internal akan terus dilakukan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Evaluasi, introspeksi dan perbaikan akan terus dilakukan di internal Mataram Utama agar attitude dalam sepak bola tetap terjaga serta hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," sambungnya.

Di sisi lain, Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah menggelar pertemuan mediasi pada Sabtu (22/8/2026) dan sepakat untuk saling memaafkan.

"Case-nya adalah pada saat di kelompok usia ini tidak bisa diperlakukan hukuman seperti itu. Ya, karena ini sifatnya adalah di kelompok umur, masih proses pembinaan," kata Wendy.

Insiden yang terjadi pada menit ke-66 itu sempat tular di media sosial usai Firmansyah menendang Adzkhan hingga tersungkur, yang menyebabkan kapten PS Baturetno tersebut mengalami mual dan pusing hingga harus mendapat penanganan medis di rumah sakit.

"Saat ini sudah kembali ke rumah, hasil observasinya juga sudah dinyatakan baik. Mudah-mudahan nantinya proses pemulihan berjalan lancar dan bisa kembali bergabung bersama tim Baturetno," imbuhnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed