Srikandi Merdeka Cup Jadi Fondasi Pembinaan Sepak Bola Putri
Ajang Srikandi Merdeka Cup yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur pembinaan sepak bola putri nasional. Dilansir dari Bola, turnamen ini dirancang untuk menjembatani pemain muda menuju jenjang kompetisi internasional.
Dua tim tuan rumah, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, diterjunkan langsung untuk menghadapi kompetisi sengit. Dalam partai puncak, langkah Garuda Pertiwi harus terhenti sebagai runner-up usai mengakui keunggulan tim putri Thailand.
Penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup merupakan hasil kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PSSI yang telah dipersiapkan sejak akhir 2025. Turnamen ini menjadi muara dari kompetisi berjenjang MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League.
Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa ajang ini disiapkan secara khusus untuk mematangkan kesiapan para pemain muda sebelum melangkah ke Kualifikasi Piala AFC U-17 2027 di Singapura pada Oktober 2026.
"Setelah kami lihat, kok tidak ada turnamen yang pas, karena AFF U-16 itu digelar di tahun ganjil, sehingga tercetus, kenapa enggak kita bikin sendiri," kata Teddy.
Para pemain yang disaring dari kompetisi domestik berkesempatan menguji mental serta kemampuan taktik saat menghadapi lawan-lawan internasional dengan karakter permainan yang beragam.
"Jadi ini secara jadwal pelaksanaannya sangat pas. Memang kita set karena target sebenarnya adalah untuk Kualifikasi AFC U-17," ujar Teddy.
Meningkatnya Antusiasme Penonton dan Dukungan PSSI
Selain memberikan jam terbang bagi para atlet muda, turnamen ini juga mendapatkan sambutan luas dari masyarakat. Ribuan penonton memadati arena pertandingan secara langsung, sementara jutaan pasang mata menyaksikan jalannya laga melalui tayangan siaran digital.
Exco PSSI, Vivin Cahyani, mengapresiasi keberlanjutan pembinaan yang dijalankan secara konsisten dari kelompok usia bawah hingga tingkat senior. Menurutnya, dampak positif dari sistem kompetisi berjenjang ini mulai terlihat pada perkembangan kualitas permainan para atlet muda.
"Usaha tidak mengkhianati hasil," kata Vivin.
Meski mengapresiasi pencapaian yang ada, pihak federasi menyadari bahwasanya proses pembangunan ekosistem sepak bola putri nasional masih membutuhkan waktu serta evaluasi secara berkelanjutan.
"Kita memang masih jauh dari sempurna, kita masih harus terus berusaha untuk menjadi lebih baik," ujarnya.
Rencananya, Srikandi Merdeka Cup akan terus digelar secara berkala setiap dua tahun sekali sebagai wadah evaluasi berkala bagi regenerasi pesepak bola putri di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow