Media Vietnam Soroti Rencana Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Timnas Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan dua pemain naturalisasi baru asal Jerman dan Belanda menjelang bergulirnya turnamen Piala AFF 2026 pada Juli mendatang. Langkah penguatan skuad Garuda ini memicu perhatian serius dari media Vietnam, Soha, yang menilai strategi tersebut sebagai ancaman besar bagi peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara. Kabar mengenai gelombang baru peminjaman kewarganegaraan ini dikonfirmasi oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, Noor Korompot, sebagaimana dilansir dari Bola.

Proses ini bergulir setelah permohonan warga negara bagi Luke Vickery dan Mitchell Baker rampung diselesaikan demi memperkuat tim asuhan John Herdman. Media Vietnam langsung memberikan ulasan mendalam mengenai dampak kehadiran para pemain keturunan baru tersebut terhadap peta persaingan di Grup A.

"Tim nasional Indonesia akan memiliki lebih banyak pemain naturalisasi asal Jerman dan Belanda, yang menimbulkan kekhawatiran bagi tim Vietnam," tulis Soha dalam laporannya pada Rabu (17/6/2026).

Pemberitaan tersebut menjabarkan bahwa perolehan status warga negara bagi beberapa pemain muda bertalenta telah selesai sepenuhnya. Hal ini membuat kekuatan Indonesia semakin diwaspadai oleh negara-negara tetangga. "Sebelumnya, dua pemain, Luke Vickery dan Mitchell Baker, telah secara resmi menyelesaikan seluruh prosedur untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia, sehingga mereka memenuhi syarat sepenuhnya untuk bermain di Piala AFF 2026." kata Soha.

Artikel di media tersebut kemudian merinci profil singkat mengenai latar belakang dua pemain yang baru saja menyelesaikan proses perpindahan kewarganegaraan mereka. Fokus utama tertuju pada usia muda dan rekam jejak performa di negara asal. "Luke Vickery adalah seorang penyerang berusia 20 tahun yang telah tampil dalam beberapa pertandingan bersama tim U-19 Australia. Sementara itu, Mitchell Baker juga lahir di Australia namun memiliki keturunan Indonesia," lanjutnya.

Soha juga menambahkan analisis mengenai konsistensi Indonesia dalam berburu pemain keturunan demi mendongkrak performa di berbagai kelompok umur. Situasi ini dinilai membebani target tim nasional Vietnam. "Jelas bahwa tim nasional Indonesia masih secara aktif menerapkan strategi naturalisasi untuk memperkuat tim-tim nasionalnya (termasuk tim U-23).

Langkah ini menjadi tantangan besar bagi para pesaingnya, termasuk tim nasional Vietnam," tulis Soha. Pertemuan antara Indonesia dan Vietnam di babak penyisihan grup diprediksi akan menjadi laga krusial yang menentukan langkah kedua tim ke fase gugur. Pertandingan ini dipandang sebagai ujian terbesar bagi ambisi Vietnam mempertahankan prestasi mereka.

"Timnas Vietnam dan Indonesia akan saling berhadapan sejak babak penyisihan grup Piala AFF 2026. Indonesia juga kemungkinan besar akan menjadi rintangan terbesar dalam perjalanan tim asuhan pelatih Kim Sang-sik untuk mempertahankan gelar juara regional," tutup Soha.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed