Mempertimbangkan Toyota Fortuner Diesel Bekas Keluaran 2007-2008
Toyota Fortuner generasi pertama bermesin diesel keluaran tahun 2007 hingga 2008 tetap menarik minat pemburu Sport Utility Vehicle (SUV) berbodi gagah. Kendaraan berkapasitas besar ini dinilai memiliki daya tahan yang tangguh serta nilai jual kembali yang relatif stabil di pasar otomotif nasional. Awal kehadirannya di Indonesia pada 2005, Toyota Fortuner hanya dibekali mesin bensin berkode 2TR-FE VVT-i 2.700 cc.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 160 dk dan torsi 246 Nm, namun sebagian pengemudi merasa karakternya membutuhkan kerja ekstra untuk menggerakkan bodi kendaraan yang bongsor. Toyota kemudian merilis varian Fortuner Diesel pada rentang 2007-2008, seperti dilansir dari Moladin. Varian ini mengusung dapur pacu berkode 2KD-FTV D-4D common rail yang identik dengan mesin Toyota Kijang Innova diesel.
Tenaga maksimal yang disalurkan mesin 2KD-FTV memang berada di kisaran 102 dk. Namun, limpahan torsi yang dihasilkan sejak putaran bawah membuat varian ini terasa lebih responsif saat melibas medan menanjak maupun dipakai perjalanan jarak jauh.
Durabilitas mesin 2KD-FTV dikenal sangat baik selama pemilik rajin melakukan perawatan berkala dan mengisi bahan bakar berkualitas. Ketersediaan suku cadang yang melimpah di pasaran serta banyaknya bengkel umum yang fasih menangani mesin ini membuat biaya kepemilikan tetap ramah di kantong. Dari aspek keselamatan, Toyota melengkapi SUV pesaing Mitsubishi Pajero Sport ini dengan fitur keselamatan standar. Perangkat yang terpasang meliputi Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), dual airbag, serta collapsible steering column.
Nilai jual Fortuner Diesel bekas produksi 2007-2008 sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik unit, catatan riwayat servis, serta kelengkapan dokumen perpajakan. Harga pasarannya saat ini ditawarkan mulai dari Rp150 juta hingga Rp180 jutaan.
| Varian | Tahun Produksi | Kisaran Harga Bekas |
|---|---|---|
| G Diesel A/T | 2007 | Rp150 – Rp160 jutaan |
| G Diesel A/T | 2008 | Rp170 – Rp180 jutaan |
Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli
Calon pembeli disarankan memeriksa kondisi teknis secara menyeluruh untuk meminimalkan risiko perbaikan besar di kemudian hari. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan layanan jasa inspeksi independen profesional guna mengecek komponen mesin, transmisi, kelistrikan, hingga struktur bodi dari bekas kecelakaan. Perhatian khusus wajib diarahkan pada sistem suplai bahan bakar common rail.
Pembeli harus memastikan mesin dapat dihidupkan dengan mudah, tidak memproduksi asap pekat berlebih, dan mengeluarkan suara putaran yang halus. Sektor kaki-kaki dan sistem suspensi juga butuh perhatian mengingat SUV sering melibas jalanan bergelombang. Bunyi abnormal saat melintasi rintangan menjadi indikasi awal adanya kerusakan komponen suspensi yang berpotensi menambah pengeluaran perbaikan.
Kelengkapan buku servis berkala memberikan jaminan bahwa penggantian oli dan filter solar dilakukan secara teratur. Sesi uji kendara (test drive) menjadi langkah krusial untuk memastikan kehalusan perpindahan transmisi otomatis, kestabilan kemudi, serta performa sistem pengereman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow