MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 Gelar 23 Nomor Lomba di Kudus

Smallest Font
Largest Font

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus menggelar MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. Kompetisi ini berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 15-18 Juli 2026, seperti dilansir dari Bola.

Ajang kejuaraan atletik ini diikuti sebanyak 2.270 pelajar yang berasal dari 196 sekolah. Para peserta mencakup tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, hingga SMK di kawasan Kudus dan daerah sekitarnya.

Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan lima kategori kelompok usia, yakni KU8, KU10, KU12, KU15, dan KU18. Sebanyak 23 nomor cabang olahraga diperlombakan untuk menyaring potensi atlet muda.

Deputi Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, menyatakan penambahan kelompok usia bertujuan memperluas jangkauan pembinaan atletik sejak dini. Penambahan kategori usia 8 tahun menjadi langkah nyata untuk memulai proses pembentukan atlet lebih awal.

"Pada usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat, dan melalui MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif tapi tetap menyenangkan," ujar Welly.

Selain perluasan kategori umur, panitia melakukan inovasi pada variasi perlombaan. Fokus kompetisi diarahkan pada pengembangan bakat dasar dengan memasukkan nomor lari jarak pendek dan lompat tinggi, serta menyeleksi nomor yang dinilai berisiko tinggi.

"Tahun ini kami juga menyegarkan pilihan nomor perlombaan dengan menyisipkan variasi lari 800 meter dan lompat tinggi yang lebih efektif untuk mengukur potensi dasar mereka," kata Welly.

"Sementara di sisi lain, kami memilih untuk lebih selektif terhadap nomor yang membutuhkan ketahanan fisik ekstrem seperti lari 3.000 meter, ataupun nomor dengan risiko cedera sendi tinggi pada anak, seperti lompat jangkit," lanjutnya.

"Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah," lanjutnya.

Ketua PASI Kudus, Firdaus, menilai pembinaan atletik usia dini di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan positif sejak ajang ini rutin digelar pada 2024. Pendekatan kompetisi yang dipadu edukasi berhasil menarik minat ribuan siswa secara konsisten.

Menurut Firdaus, ajang ini telah berkembang menjadi wadah pembibitan atlet potensial bagi Jawa Tengah. Para peserta diproyeksikan mampu memperkuat daerah di tingkat regional hingga nasional.

"Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan, menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah," ujarnya.

"Dampaknya, gairah mereka untuk berprestasi secara organik. Kami sangat optimistis Kudus sedang berproses melahirkan generasi atletik baru yang unggul dan siap mewakili Jawa Tengah di tingkat provinsi seperti Porprov, bahkan hingga level nasional seperti Popnas. Kami juga berharap MilkLife Athletics Challenge tahun depan bisa digelar tingkat provinsi," lanjut Ketua PASI Kudus itu.

Langkah pembinaan lanjutan yang terstruktur disiapkan agar potensi para pelajar dapat berkembang secara optimal menuju level profesional.

"Tugas kami adalah memastikan bakat-bakat yang terjaring dari ajang ini mendapatkan pembinaan lanjutan yang berkesinambungan dan terpusat, serta terus memberikan jam terbang kompetisi agar mental bertanding mereka matang sebelum terjun ke kejuaraan resmi daerah maupun nasional," imbuh Firdaus.

Pada kategori KU15, perwakilan MTsN 1 Kudus keluar sebagai Juara Umum MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. Hasil ini mempertahankan pencapaian gelar juara yang diraih pada tahun sebelumnya.

Perwakilan guru MTsN 1 Kudus, Dimas Maulana, bersyukur atas raihan anak didik yang mengumpulkan tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Pihak sekolah memfasilitasi minat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler atletik.

"MilkLife Athletics Challenge ini ajang yang sangat luar biasa ya, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik," ujar Dimas.

"Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka di beberapa cabang lomba atletik dengan adanya ekstrakurikuler," lanjutnya.

"Semoga prestasi ini bisa konsisten kami pertahankan, bahkan ditingkatkan untuk ikut andil dalam lahirnya bibit cabang olahraga atletik dari Kudus," lanjutnya.

Dari kategori KU18, siswa MAN 2 Kudus, Adyatama Fawwaz Oktoraza, memenangi posisi pertama pada nomor Lari 400 meter Putra. Ia juga tampil sebagai pelari penentu dalam kemenangan tim sekolahnya di nomor estafet 4 x 400 meter mixed.

Atlet yang pernah mewakili Kudus pada PORSENI Jawa Tengah 2025 tersebut menjadikan ajang ini sebagai sarana menambah pengalaman bertanding demi menembus tingkat nasional.

"Kejuaraan ini tentu sangat positif ya, saya lihat makin banyak siswa yang tertarik untuk turut serta. Sementara untuk saya sendiri, kemenangan ini sangat berharga," ujar Adyatama Fawwaz Oktoraza.

"Untuk sekarang dan ke depannya, saya bakal lebih fokus ke nomor 400 meter. Semoga ini juga jadi salah satu jalan untuk saya bisa lolos ke Pelatnas dan mudah-mudahan bisa jadi bagian dari timnas atletik," lanjutnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed