Neo Gen Academy Gelar Seleksi Perdana Pemain Muda di Bandung

Smallest Font
Largest Font

Neo Gen Academy resmi menyelenggarakan seleksi perdana pembinaan pemain muda di Lapangan Pusat Pendidikan Infanteri (PPI), Kota Bandung, pada Jumat (3/7/2026). Dilansir dari Bola, agenda ini merupakan langkah awal pembentukan akademi sepak bola yang fokus pada pengembangan kelompok usia dini.

Proses seleksi tahap pertama tersebut diikuti oleh sekitar 70 peserta dari total 230 pendaftar khusus untuk kelompok usia (KU) 10 tahun. Manajemen akademi dijadwalkan bakal melanjutkan proses penyaringan pemain ini pada Minggu (5/7/2026).

Pendiri Neo Gen Academy, Rizky Bagja, menjelaskan bahwa penyaringan pemain dilakukan sebagai persiapan awal untuk mengirimkan delegasi terbaik ke kompetisi internasional. Pihaknya menetapkan target kuota yang spesifik bagi para pemain yang lolos seleksi.

“Untuk kelompok usia 10 tahun, nantinya akan kami kerucutkan menjadi 15 hingga 20 pemain yang akan diberangkatkan ke Singapura,” jelas Rizky Bagja.

Mantan penjaga gawang Persib musim 2012/2013 tersebut menambahkan bahwa program pembinaan tidak hanya terbatas pada satu kelompok umur. Pihaknya juga telah merancang agenda kompetisi domestik bagi kelompok usia di atasnya.

“Sementara untuk kelompok usia 15 tahun, kami menyiapkan mereka mengikuti turnamen di Bali yang rencananya berlangsung pada September nanti,” lanjut Rizky Bagja.

Akademi yang diinisiasi bersama mantan penyerang Timnas Indonesia, Sergio van Dijk, ini menerapkan sistem pengembangan bertahap. Langkah tersebut diambil guna memastikan kesiapan kualitas pelatihan serta ketersediaan sumber daya manusia.

“Kami tidak ingin membuka semua kelompok usia sekaligus. Saat ini kami fokus di usia 10 dan 15 tahun agar program yang diberikan benar-benar maksimal,” jelas Rizky Bagja.

Rizky Bagja menegaskan bahwa pendirian akademi dipelopori oleh para mantan pelaku sepak bola nasional yang prihatin terhadap kondisi pembinaan usia dini. Menurutnya, fokus utama akademi adalah proses pembentukan karakter dan kemampuan, bukan sekadar mengejar trofi secara instan.

“Kami ingin menghadirkan budaya pembinaan yang percaya pada proses. Anak-anak tidak dituntut harus langsung menjadi juara, tetapi bagaimana mereka berkembang dari yang belum bisa menjadi mampu. Prestasi akan mengikuti ketika proses pembinaannya berjalan dengan baik,” ungkap Rizky Bagja.

Selain melibatkan Sergio van Dijk, manajemen berencana menggandeng beberapa pemain diaspora untuk memperkuat sistem pelatihan. Demi mendukung performa atlet, kawasan Sabuga ITB dipilih menjadi markas utama tempat latihan.

“Ya, kami akan melibatkan beberapa pemain diaspora untuk mendukung pengembangan pemain muda di Neo Gen Academy ini,” tandas Rizky Bagja.

Secara jangka panjang, Neo Gen Academy bakal membuka kelas mulai dari KU-6 hingga KU-15 dengan sistem beasiswa berbasis promosi dan degradasi. Akademi ini juga telah menjalin kemitraan strategis dengan jaringan klub serta akademi di Jepang, Portugal, dan Belanda guna membuka akses trial di luar negeri.

“Jadi, Neo Gen ini ingin menjadi jembatan bagi anak-anak yang memiliki mimpi besar dan memberikan kesempatan agar mereka berani mencoba pengalaman bermain di luar negeri dan mengejar karier sepak bola di tingkat yang lebih tinggi,” ucap Rizky Bagja.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed