Paris Jusuf Himpun Aspirasi Petani dan Pemuda di Dungaliyo
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf menyerap kebutuhan mendesak para petani dan kelompok pemuda saat menggelar agenda reses di Desa Dungaliyo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo pada Jumat, 3 Juli 2026.
Dilansir dari Ulanda, legislator tersebut turun langsung ke lapangan untuk memastikan program yang dibiayai melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2026, seperti pembangunan gudang penyimpanan jagung, memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Fasilitas pascapanen ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas hasil produksi jagung serta membantu memperkuat rantai produksi pertanian di tingkat desa agar petani tidak selalu bergantung pada harga pasar saat musim panen raya.
"Karena itu saya ingin memastikan pembangunan ini berjalan sesuai peruntukannya dan nantinya benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani," ujar Paris Jusuf, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Dalam dialog terbuka setelah peninjauan, warga menyampaikan usulan bantuan perlengkapan olahraga berupa kostum sepak bola demi mendukung pembinaan generasi muda, serta bantuan mesin pemangkas rumput untuk kegiatan gotong royong.
Masyarakat juga mengharapkan dukungan formal terkait proses penerbitan akta pendirian klub sepak bola desa guna mendapatkan legalitas resmi dalam mengikuti kompetisi pemerintah.
"Usulan itu tentu kami catat. Sesuai mekanisme yang berlaku, bantuan tersebut dapat diupayakan melalui Pokir Tahun Anggaran 2028," kata Paris Jusuf, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Menanggapi permohonan legalitas klub olahraga, Paris menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan setempat agar proses administrasi dapat berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Persoalan ini akan kami komunikasikan dengan pemerintah kecamatan sehingga proses penerbitan akta pendirian klub bisa dilakukan sesuai aturan. Dengan begitu, klub memiliki legalitas yang jelas untuk berkembang," ujar Paris Jusuf, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Ia menegaskan seluruh aspirasi yang dikumpulkan dari masyarakat tidak hanya menjadi catatan tertulis, melainkan akan dibawa ke tingkat DPRD Provinsi Gorontalo untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran berdasarkan skala prioritas.
"Reses bukan sekadar kegiatan mendengar keluhan masyarakat. Tugas kami adalah memastikan setiap aspirasi yang layak mendapat perhatian bisa diperjuangkan melalui mekanisme yang ada. Tidak semuanya bisa langsung direalisasikan, tetapi seluruh masukan akan menjadi bagian dari agenda perjuangan kami di DPRD," kata Paris Jusuf, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow