PB Pertacami Targetkan Medali Emas MMA di Asian Games 2026
Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) membidik raihan medali emas dalam debut resmi cabang olahraga mixed martial arts (MMA) pada Asian Games 2026 yang digelar di Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Target tinggi ini dipatok setelah melihat peta kekuatan dan prestasi para petarung nasional di level internasional, sebagaimana dilansir dari Bola. Pada ajang multievent empat tahunan tersebut, sebanyak enam nomor medali akan diperebutkan oleh para atlet Asia. Nomor pertandingan meliputi traditional MMA kelas 65 kilogram dan 77 kilogram putra, kelas 60 kilogram putri, serta modern MMA kelas 60 kilogram dan 71 kilogram putra, ditambah kelas 54 kilogram putri.
Saat ini Indonesia telah mengamankan empat tiket atlet untuk berlaga di Nagoya. Sementara itu, tiga atlet putra-putri tanah air lainnya masih menyisakan peluang untuk lolos melalui dua jalur kualifikasi yang tersedia.
"Untuk Asian Games nanti, karena kemarin saat di China kami berhasil dapat dua medali emas dan empat perunggu. Untuk yang kali ini saya rasa kami juga pasti bisa dapat emas," ujar Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
Pihak pengurus menegaskan bahwa persaingan di level Asia dipastikan berjalan ketat sehingga persiapan matang terus dilakukan secara maksimal oleh organisasi.
"Kalau target jumlah, pasti mau sebanyak-banyaknya. Tapi, namanya Asian Games itu tidak mudah. Kemarin di Kejuaraan Asia tim putri kami berhasil mengalahkan yang terbaik di China," imbuh Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
Perkembangan signifikan yang ditunjukkan oleh para atlet Merah Putih dalam kurun waktu satu tahun terakhir menjadi modal utama optimisme federasi. Potensi besar dinilai merata baik pada sektor putra maupun putri setelah evaluasi dari kompetisi regional sebelumnya.
"Di tingkat putra maupun putri, potensi atlet kita cukup baik. Terutama kalau kita lihat di SEA Games kemarin di Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu negara yang MMA-nya sangat berkembang," ucap Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
Catatan impresif diraih ketika tim nasional mengirimkan delegasi di Asia Tenggara, di mana mayoritas atlet berhasil menembus babak pamungkas dan membawa pulang medali.
"Kemarin dari tujuh atlet di SEA Games yang kami berangkatkan, lima masuk final. Hasil akhirnya kami meraih satu emas, lima perak, dan dua perunggu. Itu hasil yang sangat luar biasa. Dari tujuh atlet yang berangkat, semuanya membawa pulang medali." kata Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
Kendati demikian, tantangan besar di tingkat Asia tetap diwaspadai karena keberadaan negara-negara kuat yang memiliki tradisi bela diri campuran yang solid.
"Tapi. kembali lagi, Asian Games itu berat. Negara-negara seperti Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, dan China merupakan lawan yang tangguh. Namun, saya rasa atlet kita siap menghadapi mereka," tutur Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
Sebagai langkah penguatan jangka panjang, PB Pertacami menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) MMA 2026 di JSI Resort Megamendung, Bogor, pada 19-20 Juni. Kompetisi ini diikuti oleh 128 petarung dari 51 klub yang mewakili 12 provinsi untuk memperebutkan gelar di kategori senior, U-18, U-16, dan U-14.
"Jadi, Kejurnas ini selain agar atlet MMA punya tempat untuk menyalurkan bakat dan juga membuktikan hasil latihan mereka, yang paling penting kami sedang menjaring talenta dan mencari bakat supaya nanti bisa mewakili Indonesia dalam ajang-ajang internasional seperti para senior mereka sebelumnya," ungkap Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
Ajang nasional ini diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi penerus yang siap bersaing di panggung olahraga global.
"Kejurnas bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini. Kejurnas adalah tentang siapa yang akan membawa Merah Putih ke podium dunia di masa depan," tambah Tommy Paulus Hermawan, Ketua Umum PB Pertacami.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow