Pemkot Gorontalo Pertahankan Proyek Infrastruktur lewat Efisiensi

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Gorontalo mengubah strategi pembangunan infrastruktur dengan menerapkan pola skala prioritas di tengah pengetatan ruang fiskal daerah. Langkah tersebut dilakukan agar proyek vital di tingkat kecamatan dan kelurahan tetap berjalan secara merata.

Kepastian keberlanjutan program fisik tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib, dalam kegiatan sosialisasi di Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Selasa (28/7/2026), sebagaimana dilansir dari Ulanda.

Heru menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan program kerja yang berdampak langsung kepada warga.

"Walaupun kemampuan anggaran daerah mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi, Pemerintah Kota Gorontalo tetap berkomitmen melaksanakan pembangunan secara merata di seluruh kecamatan dan kelurahan. Itu menjadi arahan langsung dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota," kata Heru Zulkifli Thalib, Kepala Bapperida Kota Gorontalo.

Alokasi dana sebesar Rp932,5 juta disiapkan Pemkot Gorontalo pada tahun anggaran 2025 khusus untuk wilayah Kecamatan Kota Utara. Dana tersebut disalurkan untuk empat kegiatan utama yang mencakup perbaikan fasilitas pendidikan, pemeliharaan jalan, serta peningkatan kawasan permukiman.

Sejumlah pekerjaan yang dijadwalkan mencakup rehabilitasi pagar SD Negeri 93 Kota Utara, pemeliharaan ruang kelas TK Negeri Pembina via DAU pendidikan, pemeliharaan bahu Jalan Ruwoyo, serta peningkatan jalan Perumahan Agrindo di Kelurahan Wongkaditi Barat bernilai Rp189,5 juta.

Selain proyek teknis, dukungan anggaran berskala kelurahan tetap disediakan sebesar Rp200 juta per tahun demi mempercepat penanganan kebutuhan dasar warga setempat.

Penggunaan dana kelurahan di Dembe Jaya dialokasikan untuk pengadaan bentor sampah listrik serta pembersihan drainase sepanjang 66 meter senilai Rp61,7 juta, dengan dukungan armada dump truck dari Bank Tabungan Negara (BTN).

"Skala kegiatannya memang tidak selalu besar, tetapi dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu kami tetap mempertahankan program-program yang menyentuh kebutuhan lingkungan," ujar Heru Zulkifli Thalib, Kepala Bapperida Kota Gorontalo.

Pada tahun anggaran 2026, alokasi dana kelurahan Rp200 juta kembali dilanjutkan untuk pembersihan drainase di 12 titik, pembuatan saluran baru sepanjang dua lokasi senilai Rp78 juta, hingga rehabilitasi kantor lurah.

Guna memperluas jangkauan pembiayaan di luar APBD, Pemkot Gorontalo turut mengajukan usulan dana ke pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

Usulan tersebut mencakup pembangunan saluran irigasi Kelurahan Dembe Jaya sepanjang 187 meter, jaringan P3A Kali Serdadu sepanjang 241 meter, hingga total panjang irigasi mencapai 2.834 meter yang ditargetkan terealisasi pada 2026 atau awal 2027.

"Pembangunan irigasi sangat penting untuk mendukung sektor pertanian. Karena itu kami terus mengupayakan agar usulan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat," kata Heru Zulkifli Thalib, Kepala Bapperida Kota Gorontalo.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow