Persija Jakarta Bantai Brisbane Roar Empat Gol Tanpa Balas
Klub asal Australia, Brisbane Roar, harus menutup rangkaian laga uji coba pramusim di Indonesia dengan kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Hasil buruk tersebut menjadi kekalahan 0-4 kedua bagi Brisbane Roar selama berada di Indonesia, setelah sebelumnya juga menelan hasil serupa saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium, Serang, Kamis (27/8/2026).
Saat melawan Dewa United, gawang Brisbane Roar dibobol oleh Rafael Struick pada menit kedua, Carlos Lury menit ke-35, Taisei Marukawa menit ke-61, dan Egy Maulana Vikri pada menit ke-83.
Sementara dalam laga melawannya, Persija membuka keunggulan lewat penalti Alexander Jeremejeff pada menit ke-15, disusul gol Kerim Memija di menit ke-48, gol kedua Jeremejeff menit ke-57, serta gol bunuh diri akibat kesalahan kontrol kiper Dean Bouzanis.
Pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis, mengakui anak asuhnya sebenarnya sempat mendominasi permainan pada paruh pertama meski dinilai kurang tajam di area pertahanan lawan.
"Di babak pertama, kami memegang kendali dan tidak memiliki banyak masalah. Saya pikir kami bisa sedikit lebih agresif untuk melakukan penetrasi dan menciptakan lebih banyak peluang daripada hanya terus mengalirkan bola tanpa hasil. Kami seharusnya bisa lebih agresif untuk menembus pertahanan mereka," ujar Valkanis.
Ia juga menilai hadiah penalti bagi lawan menjadi titik balik kekalahan timnya.
"Kemudian kami kebobolan melalui penalti, yang merupakan momen pertahanan buruk dari kami. Saya rasa jalannya pertandingan akan berbeda jika tendangan bebas kami tidak mengenai tiang gawang. Namun, secara keseluruhan, pengalaman dan kualitas para pemain Persija menjadi pembeda," jelas Valkanis.
Kinerja lini belakang Persija dalam memutus alur serangan Brisbane Roar turut mendapat sorotan dari juru taktik tersebut.
"Mereka sangat pintar dalam menghentikan pergerakan kami dengan pelanggaran cerdas untuk menghentikan alur permainan di babak pertama. Di babak kedua, khususnya 15 menit pertama, Persija datang dengan intensitas yang berbeda dan kami tidak mampu mengatasinya saat itu," ungkap Valkanis.
Faktor minimnya jam bertanding serta penyesuaian iklim diakui Valkanis mempengaruhi fisik para pemainnya di lapangan.
"Mungkin karena kami belum memainkan banyak pertandingan atau pengaruh cuaca yang tidak biasa bagi kami, tetapi di 15 menit itu kami mengecewakan diri sendiri. Kami seharusnya mengontrol permainan lebih baik dan tidak membiarkan Persija mendapatkan peluang-peluang tersebut," ujarnya.
Valkanis menambah penjelasan terkait kegagalan timnya memanfaatkan peluang saat ditekan.
"Mereka menembus pertahanan kami dengan bola panjang yang seharusnya bisa kami tangani dengan lebih baik. Sekali lagi, ada momen di mana kami seharusnya mencetak gol, tetapi gagal, lalu Persija menyerang balik dan mencetak gol, dan itu membuat keadaan menjadi sulit," tuturnya.
Meski menuai dua kekalahan besar, Valkanis memberikan apresiasi terhadap daya juang yang ditunjukkan para pemain cadangannya.
"Namun, para pemain yang masuk memberikan energi dan terus berusaha bermain dengan cara yang kami inginkan. Itu penting bagi posisi kami saat ini di pramusim," kata Valkanis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow