Persija Jakarta Incar Gelar Juara Demi Kado Lima Abad Ibu Kota
Manajemen Persija Jakarta mengusung target tinggi untuk memenangkan trofi BRI Super League 2026/2027.
Ambisi besar ini dipersiapkan sebagai hadiah istimewa menyambut perayaan ulang tahun Kota Jakarta yang kelima abad pada 22 Juni 2027.
Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut sudah cukup lama absen mengangkat piala di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia setelah terakhir kali meraihnya pada 2018.
Seperti dilansir dari Bola, skuad ibu kota hanya mampu menyelesaikan kompetisi di peringkat ketiga pada musim BRI Super League 2025/2026 di bawah Borneo FC dan Persib Bandung.
Langkah nyata diambil manajemen demi merealisasikan target emas tersebut dengan mendatangkan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, guna menggantikan posisi Mauricio Souza.
Shin Tae-yong dikenal memiliki rekam jejak kepemimpinan yang disiplin serta kemampuan mumpuni dalam mengorbitkan talenta muda menjadi pemain pilar di skuad nasional.
Pihak manajemen Persija Jakarta juga mengonfirmasi bahwa Mariano Peralta telah resmi dikontrak dan mendapat lampu hijau dari sang juru taktik baru.
Dalam acara perkenalan yang berlangsung di Jakarta International Stadium pada Senin, 8 Juni 2026, manajemen menjelaskan bahwa alokasi dana transfer serta kebutuhan komposisi tim masih dalam tahap pembahasan.
Strategi penunjukan pelatih asal Korea Selatan ini mendapatkan respons positif dari salah satu tokoh senior Jakmania, Irlan Alarancia.
"Gua yakin banget, tahun depan Persija bisa juara di tahun yang penting, yakni 500 tahun atau lima abad Jakarta," kata Irlan Alarancia via kanal YouTube Bola Bung Binder.
Irlan Alarancia turut memberikan pandangan mengenai dinamika di media sosial yang mengaitkan kedatangan Shin Tae-yong dengan momentum ulang tahun kota.
"Ya, harusnya enggak juga sih. Cuman kan memang ada momen aja kan. Kita ambil momen, memanfaatkan momen. Jadi Persija juara itu, kalau catatan histori digitalnya kan berarti, wah Persija juara saat Jakarta 5 abad," ujar Irlan Alarancia.
"Kan gitu. Terus pas Persija satu abad. Kan gitu.
Itu kan ada momen-momen yang, ya Indonesia kan selalu kayak gitu ya. Ada momen-momen yang disangkut-sangkutin supaya ada kelebihan di situ itu," tambahnya.
Mengenai kontrak jangka panjang berdurasi tiga tahun yang diberikan kepada Shin Tae-yong, elemen suporter siap mengawal komitmen proses yang dijanjikan manajemen.
"Kalau dengar Panca ngomong (Mohamad Prapanca, Direktur Persija Jakarta) kan katanya STY dikontrak tiga tahun dan dibiarkan untuk berproses. Lagi-lagi, di teman-teman juga kan gitu ya. Selalu ketika kita mengkritik, misalnya pelatih dipecat, kan juga banyak teman-teman yang sebenarnya kok selalu pelatih mulu yang disalahkan. Gitu kan," ujar Irlan.
"Kan sebenarnya harus dikasih proses. Walaupun ada target yang enggak tercapai, tapi kan harus ada proses lagi dia harus jalanin. Jangan satu tahun dikontak.
Tiga tahun bisa dikontrak, tapi diputus misalnya cuman satu tahun. Teman-teman akhirnya ngritik tuh. Kenapa enggak manajemen aja yang diganti.
Kan gitu ya"
"Jadi selalu kan pelatih-pelatih mulu. Nah, kalau memang ini Panca, ini lagi-lagi yang mungkin nanti saya tuntut sama dia nih kan. Pertama tiga tahun kontraknya benar enggak nih?
Kedua, dibiarkan, dikasih keluasan untuk dikontrak apa untuk berproses. Ya sudah, kita tunggu aja benar enggak statementnya itu," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow