Persija Jakarta Resmi Perkenalkan Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Baru

Smallest Font
Largest Font

Manajemen Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai nakhoda baru tim di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026) siang WIB. Dilansir dari Bola, mantan arsitek Timnas Indonesia tersebut diharapkan mampu membawa klub berjuluk Macan Kemayoran menjuarai Liga Super Indonesia 2026/2027.

Target meraih trofi kasta tertinggi sepak bola tanah air ini bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Kota Jakarta ke-500 yang jatuh pada 22 Juni 2027. Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk menggantikan posisi pelatih sebelumnya, Mauricio Souza.

Langkah manajemen mendatangkan pelatih baru memicu perbincangan hangat di kalangan pendukung setia klub, The Jakmania. Mantan Kepala Bidang Infokom The Jakmania, Rajiva Rendy Baskoro atau Jiva Baskoro, mengungkapkan bahwa rumor mengenai kedatangan pelatih berusia 55 tahun tersebut sebenarnya sudah sempat terdengar di kalangan suporter.

"Kalau rumor mungkin sudah ada. Mungkin karena dikaitkan dengan adanya Hyundai. Walaupun sebenarnya tidak ada korelasinya, ya mungkin ada cocoklogi atau bisik-bisik di kalangan suporter," ujar Jiva Baskoro.

Meskipun rumor tersebut sempat beredar, kepastian bergabungnya mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini tetap memberikan kejutan positif bagi organisasi suporter mengingat rekam jejaknya yang dinilai mumpuni.

"Kalau melihat nama besar Shin Tae-yong, tentu tidak perlu diragukan. Dia punya prestasi bersama Timnas Korea Selatan dan Timnas Indonesia. Dia juga berhasil membangun Timnas Indonesia hingga berada di level seperti sekarang," kata Jiva Baskoro.

Kendati memiliki rapor impresif bersama tim nasional, Jiva Baskoro mengingatkan bahwa rekam jejak sang pelatih di level klub domestik masih menyisakan catatan yang perlu dibuktikan kembali.

"Kalau di level klub, setahu saya, terakhir dia dipecat dari Ulsan HD. Saya juga belum tahu persis apa masalahnya," kata Jiva Baskoro.

Kegagalan di klub Liga Korea Selatan tersebut membuat suporter berharap sang pelatih baru dapat memaksimalkan keleluasaan transfer yang diberikan oleh jajaran pemilik klub.

"Nama besar kadang-kadang belum tentu berkorelasi dengan prestasi. Tapi saya dengar Shin Tae-yong diberikan keleluasaan yang cukup besar oleh pemilik Persija untuk memilih pemain. Semoga dia bisa mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya," ujar Jiva Baskoro.

Di sisi lain, perombakan komposisi pemain diharapkan tetap menjaga integritas historis dan ikatan emosional antara penggawa lokal dengan komunitas suporter.

"Yang saya sayangkan, sistem kerja sama Persija dengan Shin Tae-yong seperti apa? Apakah dia diberikan keleluasaan penuh untuk mengatur skuad, bahkan mungkin mencari sponsor dan lain-lain? Menurut saya tetap harus ada peran klub dan manajemen di situ," ucap Jiva Baskoro.

Manajemen Persija Jakarta diharapkan tetap memegang kendali kebijakan kontrak pemain dan tidak serta-merta melepas pilar penting yang memiliki kontrak jangka panjang.

"Bisa saja ada pemain yang menurut Shin Tae-yong tidak cocok dengan skemanya, lalu langsung digeser. Menurut saya jangan seperti itu." kata Jiva Baskoro.

Jiva Baskoro kemudian menyoroti situasi bek muda Rio Fahmi yang dinilai memiliki determinasi tinggi dan ikatan emosional kuat sebagai bagian dari kelompok suporter.

"Memang di beberapa pertandingan terakhir bersama Persija performama kurang maksimal. Tapi saat dipinjamkan justru dia tampil bagus." ujar Jiva Baskoro.

Aspek lokalitas dan kebanggaan daerah dinilai menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan dalam menyusun kerangka tim menuju musim baru.

"Walaupun bermain sebagai pemain profesional, dia adalah seorang The Jakmania. Dia bagian dari kita, bagian dari suporter. Ada kebanggaan ketika orang yang tumbuh bersama kita berada di tim ini." kata Jiva Baskoro.

Identitas klub dan sejarah kedekatan pemain dengan tribun penonton diharapkan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan masa depan pemain di dalam skuad taktis bentukan tim kepelatihan baru.

"Jadi walaupun mungkin tidak masuk skema Shin Tae-yong, jangan langsung dibuang karena dia juga punya sejarah dengan suporter. Hal-hal seperti itu menurut saya harus tetap diperhatikan ke depannya," tutup Jiva Baskoro.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed