Adrien Rabiot Tegaskan Prancis Siap Hadapi Kolektivitas Spanyol di Semifinal
Tim nasional Prancis memastikan diri siap tempur menghadapi Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan persiapan yang sangat matang. Kesiapan matang skuad Les Bleus tersebut ditegaskan oleh gelandang mereka, Adrien Rabiot, seperti dikutip dari Bola. Pemain Juventus itu menyatakan bahwa Prancis memiliki kepercayaan diri tinggi untuk melangkah ke babak empat besar, namun mereka tetap menjaga sikap rendah hati.
Prancis besutan Didier Deschamps melaju ke semifinal dengan catatan impresif setelah menyapu bersih fase grup, lalu mengalahkan Swedia 3-0 di babak 32 besar.
Langkah mantap Prancis berlanjut dengan kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar, sebelum akhirnya membungkam Maroko 2-0 di fase perempat final. Kini, tiket menuju partai puncak Piala Dunia 2026 harus diperebutkan melawan kekuatan besar Eropa lainnya, yakni Spanyol.
Bagi Rabiot, hasil positif yang diraih Prancis sepanjang turnamen menjadi modal berharga, meski ia mengingatkan pentingnya untuk tidak jemawa. Ia menilai bahwa menjaga fokus serta kesiapan tim di atas lapangan akan menjadi faktor penentu untuk menyegel tiket ke final.
"Kami fokus dan akan mempersiapkan pertandingan ini dengan cara sebaik mungkin. Kami percaya diri dengan perjalanan yang telah kami lalui sejauh ini, dan itu wajar. Namun, kami juga harus tetap rendah hati, karena itulah yang menjadi kekuatan kami sejak awal turnamen," ujar Rabiot.
Pemain berusia 31 tahun itu menambahkan bahwa fokus utama seluruh anggota tim saat ini adalah memenangkan laga krusial tersebut. "Sekarang ada satu tempat di final yang dipertaruhkan, dan kami berharap bisa melangkah hingga akhir."
Meredam Seluruh Lini Spanyol
Menghadapi ancaman dari bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, Prancis memastikan tidak akan menerapkan strategi khusus untuk mengawal satu pemain saja.
Rabiot menegaskan bahwa fokus pertahanan Prancis adalah menghentikan permainan kolektif yang menjadi kekuatan utama La Furia Roja. "Tidak, tidak ada rencana khusus untuk menghadapi Yamal. Kami fokus pada Spanyol sebagai sebuah tim, bukan kepada satu pemain." Menurutnya, Spanyol merupakan tim yang sangat berbahaya karena memiliki kerja sama antarpemain yang solid dan penguasaan bola yang kuat.
"Kami tahu mereka adalah tim yang berbahaya di semua area lapangan, baik saat menguasai bola, bermain di ruang sempit dekat kotak penalti, dalam kombinasi antarpemain, maupun melalui para penyerangnya. Yang harus kami lakukan adalah membatasi sistem permainan mereka, bukan hanya satu pemain," kata Rabiot.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow