PSG Berpeluang Pertahankan Gelar Juara Liga Champions Kontra Arsenal

Smallest Font
Largest Font

Paris Saint-Germain (PSG) kini berada di ambang sejarah besar dalam kompetisi antarklub tertinggi di Eropa. Setelah berhasil meraih gelar Liga Champions pertama mereka pada musim lalu, klub raksasa Prancis ini berpeluang besar untuk mempertahankan trofi tersebut.

Seperti dikutip dari Bola, PSG akan menghadapi tantangan dari wakil Inggris, Arsenal, dalam partai final Liga Champions musim 2025/2026 yang digelar di Budapest. Pencapaian ini mempertegas dominasi mereka yang kian matang di bawah arahan strategi yang baru.

Pada laga final musim lalu, tim yang berbasis di Paris ini mencatat kemenangan bersejarah. Mereka menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 dalam pertandingan puncak yang berlangsung di Munchen, yang menjadi rekor kemenangan terbesar dalam sejarah final Piala atau Liga Champions Eropa.

Kini, anak asuh Luis Enrique kembali diunggulkan menjadi pemenang setelah menunjukkan performa dominan sepanjang 18 bulan terakhir. Beberapa tim papan atas Eropa, termasuk Manchester City besutan Pep Guardiola hingga Bayern Munchen, gagal membendung keperkasaan skuad Paris tersebut.

Sayap serang asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk kembali mengangkat trofi kuping lebar tersebut.

"Kami memahami kami adalah juara bertahan dan kami bisa menang lagi," ujar Kvaratskhelia kepada UEFA.

"Tentu saja ini akan sulit, tetapi kami sudah membuktikan sekali lagi bahwa kami bisa mengalahkan tim mana pun selama bermain dengan cara kami sendiri dan memberikan segalanya di lapangan."

Kvaratskhelia sendiri tampil memukau sepanjang musim ini. Pemain bernomor punggung andalan tersebut sukses mengemas tujuh gol dan tiga assist selama fase gugur, menjadikannya salah satu pilar terpenting PSG menuju final.

Transformasi Taktis Setelah Kepergian Para Megabintang

Kehadiran Luis Enrique sebagai juru taktik pada tahun 2023 menjadi titik balik yang signifikan bagi raksasa Prancis ini. Manajemen klub mulai menghentikan proyek lama yang kerap mengutamakan perekrutan bintang-bintang mahal dunia.

Pada bursa transfer musim panas saat Enrique mendarat, Lionel Messi dan Neymar resmi meninggalkan Paris. Langkah perombakan skuad ini berlanjut setahun kemudian ketika penyerang andalan mereka, Kylian Mbappe, juga memilih hengkang dari klub.

Sebelum era baru ini dimulai, klub asal Paris tersebut sering dinilai gagal memenuhi ekspektasi besar di kompetisi Eropa. Padahal, mereka telah mendapatkan sokongan dana yang sangat besar dari Qatar sejak tahun 2011.

Prestasi terbaik mereka sebelumnya hanyalah mencapai babak final pada tahun 2020 serta menembus semifinal pada musim 2021. Selebihnya, perjalanan tim di kompetisi Benua Biru lebih sering berakhir dengan kekecewaan.

Namun saat ini, internal tim telah berubah sepenuhnya. Mereka bertransformasi dari sekadar kumpulan pemain bintang menjadi sebuah skuad muda yang bermain dengan skema atraktif serta intensitas permainan yang tinggi.

Peran Krusial Luis Enrique di Kursi Kepelatihan

Ousmane Dembele menjadi salah satu sosok yang mengalami perkembangan paling pesat semenjak ditangani oleh Enrique. Penyerang lincah tersebut melayangkan pujian tinggi atas dampak besar yang dibawa sang pelatih.

"Ia adalah pelatih kelas dunia dengan ide yang jelas. Ia penuh energi. Ia luar biasa dan kami berharap ia bertahan sangat lama," kata Dembele.

Dembele kini menjelma menjadi tumpuan utama di lini serang. Setelah tampil tajam dengan lesatan 35 gol musim lalu dan memenangkan gelar Ballon d'Or, performanya tetap konsisten musim ini melalui sumbangan 19 gol dan 11 assist dari 24 laga sebagai starter.

Melalui laga final ini, Enrique berkesempatan untuk menyejajarkan namanya dengan para pelatih legendaris dunia. Jika mampu membawa pasukannya kembali juara, ia akan menjadi manajer kelima yang mengoleksi tiga trofi Liga Champions, mengikuti jejak Carlo Ancelotti, Bob Paisley, Zinedine Zidane, dan Pep Guardiola.

"Ketika saya datang ke klub ini, saya mengatakan tujuan saya adalah menciptakan sejarah," ujar Luis Enrique.

"Kami ingin terus menulis sejarah karena kami merasa masih ada hal-hal yang bisa dicapai."

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed