Real Madrid Meminta UEFA Mencabut Gelar Juara Barcelona
Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan telah mengirimkan dokumen khusus kepada UEFA untuk menuntut pencabutan gelar juara yang diraih Barcelona pada periode 2001 hingga 2018 terkait kelanjutan skandal kasus Negreira.
Langkah hukum ini diambil oleh kubu Madrid setelah Perez kembali terpilih memimpin klub melalui pemungutan suara pada Minggu waktu setempat dengan perolehan 65 persen suara, seperti dilansir dari Bola dari laporan AS.
Dokumen setebal 500 halaman yang berisi dugaan skandal korupsi tersebut kini telah diserahkan secara resmi kepada otoritas tertinggi sepak bola Eropa demi menjatuhkan sanksi berat kepada rival abadi mereka.
Pihak Real Madrid menegaskan bahwa dugaan suap dan korupsi sistematis yang melibatkan mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol ini tidak boleh diabaikan begitu saja dari catatan sejarah sepak bola dunia.
"Korupsi sistematis dalam kasus Negreira... Bagaimana mungkin kita melupakannya begitu saja?" kata Perez dalam konferensi pers pada 12 Mei.
Perez menjelaskan bahwa dokumen pembuktian tersebut sengaja dipersiapkan untuk dikirim langsung setelah seluruh rangkaian kompetisi musim ini berakhir.
"Kami sedang menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang akan saya kirimkan kepada UEFA setelah kompetisi berakhir. Saya sudah berbicara dengan mereka. Tidak ada preseden untuk kasus seperti ini dalam sejarah sepak bola dunia. Ini adalah kasus korupsi terbesar yang pernah ada," cetusnya.
Tuntutan dari manajemen El Real juga mencakup hukuman larangan bertanding bagi klub Catalunya tersebut di seluruh kompetisi antarklub Eropa pada masa mendatang.
"Real Madrid tidak hanya meminta sanksi yang akan membuat Barcelona tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi Eropa. Mereka melangkah lebih jauh. Real Madrid ingin gelar-gelar yang dimenangkan klub Catalunya itu pada periode tersebut dihapus dari catatan resmi sehingga Blaugrana tidak bisa lagi mengklaimnya," tulis AS.
Penyelidikan kasus ini berfokus pada aliran dana senilai 8,4 juta euro dari manajemen Barcelona kepada sejumlah perusahaan milik Jose Maria Enriquez Negreira selama kurun waktu 17 tahun.
Hingga saat ini, UEFA masih membuka peluang untuk menjatuhkan sanksi disiplin dan terus melakukan analisis mendalam terhadap dokumen serta bukti baru yang diserahkan.
"Menurut saya, ini salah satu kasus paling serius yang pernah saya lihat dalam sepak bola," ujar Ceferin saat itu.
Secara yurisdiksi, UEFA memiliki wewenang untuk mencabut empat trofi Liga Champions yang diraih Barcelona pada periode tersebut, meskipun lembaga itu tidak bisa mengintervensi gelar domestik La Liga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow