Florentino Perez Desak UEFA Cabut Gelar Juara Barcelona

Smallest Font
Largest Font

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, terus meningkatkan tekanan terhadap Barcelona terkait skandal kasus Negreira.

Setelah kembali terpilih memimpin klub, Perez dilaporkan telah mengirimkan dokumen khusus kepada UEFA dan meminta hukuman berat dijatuhkan kepada rival abadinya tersebut.

Seperti dikutip dari Bola, Real Madrid tidak hanya menginginkan Barcelona dilarang tampil di kompetisi Eropa. Klub ibu kota Spanyol itu juga meminta gelar-gelar yang diraih Barcelona antara 2001 hingga 2018 dicabut dari catatan resmi.

Pengungkapan tersebut muncul setelah Perez memenangkan pemilihan presiden Real Madrid pada Minggu waktu setempat. Ia mengalahkan penantangnya, Enrique Riquelme, dengan perolehan suara 65 persen berbanding 35 persen dalam pemungutan suara anggota klub.

Sebelumnya, Perez mempercepat jadwal pemilihan presiden bulan lalu. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengumumkan rencananya mengirimkan dokumen setebal 500 halaman kepada UEFA mengenai dugaan kasus korupsi tersebut.

Kasus Negreira hingga kini masih diselidiki dan berkaitan dengan pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol.

"Korupsi sistematis dalam kasus Negreira... Bagaimana mungkin kita melupakannya begitu saja?" kata Perez dalam konferensi pers pada 12 Mei.

"Kami sedang menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang akan saya kirimkan kepada UEFA setelah kompetisi berakhir. Saya sudah berbicara dengan mereka. Tidak ada preseden untuk kasus seperti ini dalam sejarah sepak bola dunia. Ini adalah kasus korupsi terbesar yang pernah ada," cetusnya.

Setelah kembali memenangkan pemilihan presiden, Perez tidak mengendurkan fokusnya terhadap kasus tersebut. Dokumen itu kini dilaporkan telah diserahkan kepada pihak UEFA.

Tuntutan dari manajemen Real Madrid juga dinilai sangat berat untuk kubu Blaugrana.

"Real Madrid tidak hanya meminta sanksi yang akan membuat Barcelona tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi Eropa. Mereka melangkah lebih jauh. Real Madrid ingin gelar-gelar yang dimenangkan klub Catalunya itu pada periode tersebut dihapus dari catatan resmi sehingga Blaugrana tidak bisa lagi mengklaimnya," tulis media AS.

Detail Mengenai Kasus Negreira

Kasus ini pertama kali mencuat pada 2023 dan berpusat pada pembayaran senilai 8,4 juta euro kepada sejumlah perusahaan yang terkait dengan Jose Maria Enriquez Negreira. Negreira merupakan mantan wasit La Liga sekaligus mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA).

Pembayaran tersebut dilakukan Barcelona selama periode 2001 hingga 2018.

Pada 2024, tuduhan suap terhadap pejabat publik dihentikan karena Negreira tidak dianggap sebagai pejabat publik. Namun, penyelidikan tetap berlanjut dengan fokus pada dugaan korupsi dalam olahraga.

Barcelona sejak awal membantah tuduhan bahwa pembayaran tersebut bertujuan memengaruhi keputusan wasit. Klub Katalonia itu menyatakan Negreira bekerja sebagai konsultan yang menyediakan laporan mengenai pemain muda milik klub-klub rival serta analisis terkait dunia perwasitan profesional.

Pada Desember 2025, muncul laporan bahwa Real Madrid mulai menempuh jalur hukum dengan tujuan memperoleh kompensasi finansial bernilai jutaan euro atas kasus yang hingga kini belum tuntas.

Setelah Perez kembali mengangkat isu tersebut dalam konferensi pers Mei lalu, Barcelona menyatakan mereka sedang mencermati dengan saksama tuduhan yang dilontarkan Presiden Real Madrid dan membuka kemungkinan mengambil langkah hukum sebagai balasan.

Potensi Pencabutan Gelar Barcelona

Untuk saat ini belum ada kepastian mengenai langkah yang akan diambil UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut belum menutup kasus ini secara resmi dan disebut masih terbuka untuk menjatuhkan sanksi setelah seluruh bukti dianalisis.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, pernah memberikan komentarnya pada 2023 terkait skandal ini.

"Menurut saya, ini salah satu kasus paling serius yang pernah saya lihat dalam sepak bola," ujar Ceferin saat itu.

Pihak Real Madrid dilaporkan siap melangkah sampai titik akhir dan membawa kasus ini ke level Eropa. Jika Barcelona nantinya terbukti melakukan pelanggaran, UEFA memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi.

Secara teori, UEFA dapat mencabut empat gelar Liga Champions yang diraih Barcelona pada periode 2001-2018. Namun, badan tersebut tidak memiliki yurisdiksi terhadap kompetisi domestik La Liga.

Contoh Kasus Pelucutan Gelar di Eropa

Pencabutan gelar akan menjadi keputusan yang belum pernah dilakukan UEFA sebelumnya setelah sebuah tim memenangkan partai final.

Kasus Olympique Marseille menjadi contoh yang sering dikaitkan dengan situasi serupa. Klub Prancis itu menjuarai Liga Champions 1993 sebelum terseret skandal pengaturan pertandingan.

Marseille memang kehilangan gelar liga domestik mereka dan dilarang mempertahankan gelar Eropa. Namun, UEFA tidak mencabut trofi Liga Champions 1993 karena pelanggaran yang terbukti terjadi dalam pertandingan liga domestik, bukan kompetisi Eropa.

Contoh lain adalah Juventus dalam skandal Calciopoli. Klub Italia itu kehilangan gelar Serie A musim 2004/2005 dan 2005/2006, tetapi hasil mereka di kompetisi UEFA pada periode yang sama tidak terpengaruh.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed