Beli Xiaomi Book S 12.4 Sekarang Masih Worth It atau Rugi Banding Surface

Smallest Font
Largest Font

Keputusan Saya membeli Xiaomi Book S 12.4 awalnya didasari oleh rasa penasaran yang besar terhadap laptop berbasis Windows ARM. Ekspektasi Saya adalah mendapatkan perangkat hibrida yang super ringan, baterai awet seharian, dan performa mulus untuk mengetik di kafe. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa perangkat 2-in-1 ini membawa kompromi yang cukup besar bagi sebagian pengguna.

Perangkat ini sebenarnya sudah memenangkan penghargaan bergengsi Red Dot Product Design Award 2022 karena desain fisiknya yang memang ciamik. Namun, keindahan eksterior tentu tidak serta-merta membuat pengalaman kerja Saya menjadi tanpa cela. Berada di ekosistem Windows dengan arsitektur prosesor yang berbeda memunculkan dinamika tersendiri.

Saya akan membedah secara jujur apa saja yang membuat tablet ini menarik, sekaligus hal-hal menyebalkan yang harus Anda hadapi jika nekat membelinya saat ini. Mari kita bedah satu per satu spesifikasi dan performa riil dari perangkat buatan Xiaomi ini.

Saat pertama kali mengeluarkan Xiaomi Book S 12.4 dari kotaknya, impresi pertama Saya adalah kagum. Bodi tablet ini menggunakan material paduan aluminium-magnesium yang terasa sangat kokoh dan mahal saat disentuh. Warna dark-grey atau hitam dengan finishing matte membuat perangkat ini terlihat sangat profesional dan bersih dari bekas sidik jari.

Bobot bodi tabletnya sendiri berada di angka 720 gram dengan ketebalan hanya 8,95 mm. Dimensi bodinya secara keseluruhan mendekati 300 mm x 200 mm, membuatnya sangat ringkas untuk masuk ke dalam tas ransel kecil sekalipun. Untuk urusan estetika, Saya harus angkat topi karena build quality perangkat ini terasa setara dengan lini premium kompetitor.

Namun, kenyamanan ini langsung berkurang begitu Anda menyadari strategi penjualan dari Xiaomi. Laptop ini sejatinya adalah sebuah tablet, dan Anda harus mengeluarkan dana ekstra yang cukup menguras kantong untuk menjadikannya laptop seutuhnya.

Masalah Aksesoris Terpisah yang Mahal

Harga unit utama Xiaomi Book S 12.4 saat direview oleh TechAdvisor berada di angka £650. Sialnya, harga tersebut belum termasuk keyboard resmi yang dijual terpisah seharga £129. Tanpa keyboard ini, perangkat Anda hanyalah sebuah tablet Windows raksasa yang canggung untuk dipakai bekerja serius.

Jika Anda juga membutuhkan stylus untuk menggambar atau mencatat, Anda harus membeli Xiaomi Smart Pen secara terpisah. Stylus ini sebenarnya punya spesifikasi mumpuni dengan sampling rate 240Hz dan 4096 tingkat tekanan. Namun, total biaya yang harus dikeluarkan menjadi membengkak jauh dari harga dasar tabletnya.

Layar WQHD+ yang Menjadi Penyelamat Utama

Jika ada satu sektor yang membuat Saya benar-benar puas selama menggunakan Xiaomi Book S 12.4, sektor itu adalah layarnya. Xiaomi menyematkan layar sentuh LCD berukuran 12,4 inci (beberapa referensi menyebutnya 12,35 inci) dengan rasio aspek 16:10 yang sangat pas untuk produktivitas dokumen.

Resolusi yang diusung sudah WQHD+ alias 2560 x 1600 piksel, membuat teks dan gambar terlihat sangat tajam. Layar ini juga mendukung tingkat kecerahan hingga 500 nit, sehingga Saya tidak kesulitan saat harus bekerja di dekat jendela kafe yang terang. Ditambah lagi, cakupan warnanya sudah mencapai 100% DCI-P3 (typ) atau minimal 95%, memberikan reproduksi warna yang kaya dan akurat.

Untuk perlindungan sehari-hari, lapisan Corning Gorilla Glass 3 sudah terpasang di atas kaca layarnya. Responsivitas layar sentuhnya juga sangat baik, mendeteksi setiap sapuan jari Saya tanpa ada jeda yang mengganggu.

Ulasan Xiaomi Book S 12.4: Windows ARM atau Surface Pro 8? | gadgetsLZ

Dapur Pacu Snapdragon 8cx Gen 2 dan Realita Performa

Masuk ke bagian jeroan, Xiaomi Book S 12.4 ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 8cx Gen 2. Ini adalah prosesor ARM 64-bit octa-core Qualcomm Kryo 495 yang memiliki kecepatan clock hingga 2,84GHz. Untuk mendukung kinerjanya, terdapat RAM sebesar 8GB dan memori internal berkapasitas 256GB.

Di sinilah dilema terbesar dimulai bagi Saya. Sistem operasi Windows 11 berjalan dengan cukup baik untuk tugas-tugas ringan seperti menjelajah web atau menyunting dokumen. Namun, arsitektur ARM berarti tidak semua aplikasi Windows konvensional (x86 atau x64) bisa berjalan secara native.

Banyak aplikasi lama yang harus berjalan melalui emulasi, yang berujung pada penurunan performa secara drastis. Jika Anda berharap bisa melakukan penyuntingan video kelas berat atau bermain game PC populer di sini, lupakan saja karena perangkat ini akan langsung keteteran.

Keterbatasan Port dan Konektivitas Harian

Sebagai perangkat modern yang tipis, Anda harus rela hidup dengan keterbatasan colokan. Xiaomi Book S 12.4 hanya menyediakan 1x port USB-C yang berfungsi ganda untuk pengisian daya serta output layar ke monitor 4K Ultra HD.

Selain itu, hanya ada 1x audio jack 3,5 mm untuk earphone kabel dan 1x slot kartu microSD atau TF card untuk memperluas ruang penyimpanan. Ketiadaan port USB-A memaksa Saya untuk selalu membawa dongle tambahan ke mana-mana, sebuah hal yang menurut Saya cukup merepotkan untuk mobilitas tinggi.

Fitur Audio Visual untuk Pendukung Rapat Online

Bagi Saya yang sering melakukan rapat virtual, fasilitas komunikasi pada Xiaomi Book S 12.4 ini patut mendapatkan pujian. Kamera depan perangkat ini sudah mendukung resolusi 1080p, menghasilkan gambar wajah yang jauh lebih jernih dibandingkan mayoritas laptop murah di pasaran.

Sektor audio juga diperkuat oleh mikrofon ganda yang dilengkapi teknologi Qualcomm Aqstic ECNS. Teknologi Echo Cancellation and Noise Suppression ini terbukti ampuh menyaring suara bising di latar belakang saat Saya berbicara. Untuk mendengarkan musik atau menonton video, dual speaker stereo yang terpasang mampu menghasilkan suara yang lantang dan jernih.

Untuk sektor keamanan, Xiaomi menyediakan fitur Windows Hello lewat pemindai wajah menggunakan kamera depan. Fitur ini bekerja dengan cepat, meskipun Saya pribadi agak menyayangkan absennya sensor sidik jari fisik pada bodi tablet ini.

Daya Tahan Baterai dan Kecepatan Charger GaN

Salah satu janji manis dari arsitektur ARM adalah efisiensi daya yang luar biasa. Xiaomi mengklaim bahwa baterai pada perangkat ini mampu bertahan hingga 13,4 jam untuk penggunaan tertentu. Dalam penggunaan riil Saya untuk mengetik dan browsing konstan, hasilnya memang cukup awet meskipun tidak sefantastis klaim di atas kertas.

Untungnya, paket penjualan tablet ini menyertakan charger ultra compact GaN dengan daya 65W. Pengisian daya cepat ini sangat membantu Saya saat baterai kritis dan harus segera berpindah tempat kerja. Ukuran chargernya yang kecil juga tidak membuat tas Saya menjadi penuh.

Untuk memudahkan Anda melihat seluruh konfigurasi perangkat ini, Saya sudah merangkum data spesifikasi resminya ke dalam tabel di bawah ini.

Spesifikasi Teknis Utama Perangkat Segmen 2-in-1 Xiaomi Book S 12.4
KomponenSpesifikasi Resmi
ProsesorQualcomm Snapdragon 8cx Gen 2 (Up to 2,84GHz)
Kapasitas RAM8GB
Penyimpanan Internal256GB
Ukuran Layar12,4 inci
Resolusi Layar2560 x 1600 piksel (WQHD+)
Kecerahan Maksimal500 nit
Konektivitas Port1x USB-C, 1x Audio Jack 3,5 mm, 1x MicroSD Slot
Kamera Depan1080p

Kelebihan dan Kekurangan sebagai Bahan Pertimbangan

Sebelum Anda memutuskan untuk membelinya, Anda harus menimbang dengan matang apa saja keuntungan dan kerugian dari laptop 2-in-1 milik Xiaomi ini. Berdasarkan pengalaman dan data spesifikasi yang ada, berikut adalah rangkuman poin pentingnya.

  • Kelebihan: Kualitas layar WQHD+ sangat tajam dengan akurasi warna tinggi, bodi aluminum-magnesium alloy yang kokoh, kamera depan 1080p yang jernih untuk panggilan video, serta charger 65W GaN yang ringkas.
  • Kekurangan: Performa Qualcomm Snapdragon 8cx Gen 2 terbatas untuk aplikasi non-ARM, aksesoris keyboard dan pen dijual terpisah dengan harga mahal, port sangat minim, serta tidak memiliki sensor sidik jari.

Xiaomi Book S 12.4 pada akhirnya murni merupakan sebuah perangkat kompromi. Tablet ini akan terasa sangat mewah dan berguna jika tugas harian Anda hanya seputar mengetik dokumen, mengedit spreadsheet, menghadiri rapat online, serta menikmati konten multimedia di layar indahnya.

Namun, jika Anda membutuhkan sebuah mesin tempur utama yang fleksibel untuk menginstal segala jenis aplikasi Windows tanpa pusing memikirkan kompatibilitas, uang Anda akan jauh lebih bernilai jika dialihkan untuk membeli laptop konvensional dengan prosesor berbasis x86 biasa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed