Hp Layar 120Hz di Bawah 2 Juta Xiaomi Redmi A5 Tawarkan Layar Raksasa

Smallest Font
Largest Font

Pasar ponsel entry-level kembali riuh, dan kali ini perhatian saya tertuju pada produk berlabel Xiaomi Redmi A5. Menilai sebuah ponsel murah selalu menjadi urusan yang menarik sekaligus tricky karena ekspektasi kita harus ditekan sedemikian rupa agar tetap realistis. Melalui artikel ini, saya akan membedah secara kritis performa di atas kertas, fitur, hingga kekurangan dari perangkat ini agar Anda tidak salah langkah sebelum membelinya.

Ketika pertama kali melihat lembar spesifikasinya, jujur saja perhatian saya langsung tertuju pada ukuran panelnya yang tidak biasa. Di saat mayoritas produsen menahan diri di angka kisaran 6,5 hingga 6,7 inci, perangkat ini justru mendobrak batasan tersebut dengan ukuran jumbo yang mendekati tablet mini. Formula ini tampaknya sengaja dirancang untuk memikat konsumen yang haus akan media hiburan visual tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Bagi sebagian orang, nama besar brand ini sering kali diasosiasikan dengan spesifikasi merusak harga pasar, namun apakah formula tersebut masih berlaku saat ini? Mari kita bedah satu per satu setiap aspek dari perangkat ini, mulai dari estetika luar hingga jeroan yang menggerakkannya sehari-hari.

Kenapa HP PALING MURAH Xiaomi malah seganteng ini...? - Unboxing Redmi A5 Indonesia! | rijal sampad

Desain Fisik yang Bongsor dan Berbobot

Berbicara mengenai aspek ergonomi, Anda harus bersiap dengan ukurannya yang masif saat menggenggam perangkat ini. Berdasarkan data teknis yang dirilis oleh GSM Arena, dimensi fisik smartphone ini mencakup tinggi 171,7 mm, lebar 77,8 mm, dengan ketebalan berada di angka 8,26 mm. Profil tubuh yang memanjang dan lebar ini otomatis membuat impresi genggaman terasa sangat penuh di tangan.

Bobot dari perangkat ini juga menyentuh angka 193 gram, sebuah konsekuensi logis dari bentang dimensi fisiknya yang besar. Bagi saya pribadi, berat mendekati 200 gram ini masih dalam batas toleransi wajar, namun jelas bukan tipe ponsel yang nyaman dioperasikan dengan satu tangan dalam waktu lama. Desain punggungnya tampak berusaha tampil modern, walaupun material plastik polikarbonat tentu masih menjadi bahan utama untuk menekan biaya produksi.

Daya tarik utama sekaligus aspek yang paling kontroversial dari perangkat ini berada di sektor visualnya. Layar besar berukuran 6,88 inci yang diusungnya memang memberikan ruang pandang yang sangat lega untuk menonton video ataupun berselancar di media sosial. Terlebih lagi, rasio layar ke bodi yang diklaim mencapai 90% membuat bezel di sekelilingnya terlihat cukup tipis untuk kelas harganya.

Sayangnya, ukuran masif ini tidak diimbangi dengan resolusi yang padat karena panel ini hanya mengusung resolusi 720 x 1640 piksel. Dengan rasio aspek 20:9, tingkat kerapatan layarnya hanya mentok di angka 260 ppi saja. Di sinilah kompromi besar itu terjadi; jika Anda terbiasa melihat panel tajam, mata Anda kemungkinan besar akan menyadari adanya sedikit kelembutan atau bahkan pikselasi pada teks kecil di layar ini.

Refresh Rate Tinggi Menjadi Penyelamat

Untungnya, ada satu fitur modern yang disematkan untuk menutupi kekurangan ketajaman tersebut. Layar ini sudah mendukung refresh rate hingga 120 Hz yang bisa disesuaikan secara dinamis untuk aplikasi yang didukung. Kehadiran fitur ini membuat animasi scrolling menu terasa jauh lebih mulus jika dibandingkan dengan panel 60 Hz konvensional.

Bukan hanya itu, touch sampling rate ponsel ini juga sudah mendukung hingga 240 Hz yang membuat respons sentuhan terasa cukup instan. Untuk urusan kecerahan, panel ini menawarkan kecerahan standar 450 nit, kedalaman warna 8 bit, gamut warna 70% NTSC, serta rasio kontras 1.500:1. Spesifikasi visual ini sudah lebih dari cukup untuk penggunaan di dalam ruangan, meski Anda mungkin harus sedikit memicingkan mata saat menggunakannya di bawah terik matahari langsung.

Menakar Performa Chipset UNISOC T7250

Beralih ke sektor dapur pacu, jantung mekanis dari perangkat ini dipercayakan pada chipset UNISOC T7250. Bagi sebagian konsumen, nama UNISOC mungkin belum sepopuler Qualcomm atau MediaTek di kelas menengah, namun chipset ini dirancang khusus untuk mengisi segmen entry-level yang membutuhkan efisiensi daya tangguh.

Prosesor ini dibangun di atas proses manufaktur 12 nm, sebuah fabrikasi yang tergolong standar untuk mengejar efisiensi biaya. Konfigurasi CPU dari chipset ini adalah Octa-core yang terdiri dari 2x1.8 GHz Cortex-A75 untuk menangani beban kerja berat dan 6x1.6 GHz Cortex-A55 untuk efisiensi daya saat ponsel berada dalam kondisi idle atau hanya menjalankan tugas ringan. Pengolahan grafisnya sendiri diserahkan kepada GPU Mali-G57 MP1.

Kombinasi RAM dan Memori Internal

Untuk mendukung kinerja prosesor tersebut, Xiaomi menyematkan RAM sebesar 4 GB dengan tipe LPDDR4X. Kapasitas penyimpanan internalnya berada di angka 128 GB dengan teknologi eMMC 5.1. Penggunaan eMMC 5.1 ini tentu menjadi catatan kritis dari saya, karena kecepatan baca-tulis datanya jelas tertinggal jauh jika dibandingkan dengan storage tipe UFS.

Guna memberikan sedikit napas lega saat melakukan multitasking, sistem ponsel ini mendukung penambahan memori dinamis dari 4 GB hingga 8 GB dengan memanfaatkan ruang kosong dari penyimpanan ROM yang tersedia. Fitur ekspansi RAM ini setidaknya membantu mencegah aplikasi di latar belakang tertutup terlalu cepat, meskipun jangan berharap ada peningkatan performa gaming yang instan dari memori virtual ini.

Sistem Kamera Ganda AI dengan Sensor Utama 32 MP

Pada sektor fotografi, perangkat ini mencoba tampil percaya diri dengan membawa sistem kamera ganda bertenaga AI di bagian belakang. Kamera utama dari smartphone ini memiliki resolusi 32 MP dengan susunan lensa 4P serta bukaan lensa f/2,0. Di samping kamera utama tersebut, terdapat satu lensa pendukung yang berfungsi untuk membantu pemrosesan gambar atau efek bokeh.

Dengan bukaan f/2,0, kamera utamanya mampu menangkap detail gambar dengan cukup baik pada kondisi pencahayaan yang melimpah seperti di siang hari. Namun, absennya fitur stabilisasi optik dan bukaan yang tidak terlalu besar membuat Anda harus menjaga tangan tetap stabil saat mengambil foto di kondisi temaram agar gambar tidak buram. Sementara itu, untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersemat kamera depan 8 MP yang juga menggunakan lensa 4P dengan bukaan f/2,0.

Daya Tahan Baterai 5.200 mAh dan Pengisian Daya

Komponen lain yang patut mendapat apresiasi adalah sektor manajemen daya. Xiaomi membekali perangkat ini dengan kapasitas baterai tipe standar sebesar 5.200 mAh. Kapasitas yang sedikit di atas rata-rata ponsel masa kini (5.000 mAh) ini dikombinasikan dengan resolusi layar yang hanya HD+ serta chipset irit daya, membuat daya tahan baterainya menjadi sangat impresif.

Ponsel ini dengan mudah dapat bertahan seharian penuh dalam skenario penggunaan kasual. Sayangnya, ketangguhan baterai ini harus dinodai oleh sektor pengisian dayanya. Perangkat ini hanya mendukung pengisian daya cepat atau fast charging sebesar 15 W. Mengisi ulang daya baterai berkapasitas 5.200 mAh dengan daya hanya 15 W tentu akan memakan waktu yang cukup lama, biasanya membutuhkan waktu lebih dari dua jam dari kondisi kosong hingga penuh.

Spesifikasi Lengkap Xiaomi Redmi A5
Komponen SpesifikasiDetail Teknis Perangkat
Dimensi Fisik171,7 x 77,8 x 8,26 mm
Bobot Perangkat193 gram
Ukuran Layar6,88 inci
Resolusi & Kerapatan720 x 1640 piksel, 260 ppi
Refresh & Touch Rate120 Hz & 240 Hz
Chipset / ProsesorUNISOC T7250 (12 nm)
Kapasitas RAM / ROM4 GB (LPDDR4X) / 128 GB (eMMC 5.1)
Kamera Belakang32 MP (f/2,0) + Lensa Pendukung
Kamera Depan8 MP (f/2,0)
Kapasitas Baterai5.200 mAh
Kecepatan Isi Daya15 W

Kelebihan dan Kekurangan sebagai Bahan Pertimbangan

Sebagai pembeli yang cerdas, kita wajib melihat sebuah produk secara berimbang. Tidak ada ponsel yang sempurna di dunia ini, terlebih lagi untuk kategori perangkat dengan harga terjangkau yang sarat akan kompromi fitur di berbagai sektor.

Berdasarkan analisis spesifikasi di atas, kelebihan utama dari perangkat ini terletak pada layar 6,88 inci yang luar biasa luas serta dukungan refresh rate 120 Hz yang membuat pergerakan visual terasa sangat mulus. Kapasitas baterai 5.200 mAh juga menjadi jaminan ketahanan daya untuk pengguna yang aktif. Selain itu, ruang penyimpanan internal sebesar 128 GB tergolong sangat lega untuk menyimpan banyak file dokumen maupun aplikasi harian.

Dari konfigurasi hardware yang ditawarkan, gawai ini tampak lebih diprioritaskan bagi para pengguna yang mencari pengalaman menikmati konten hiburan multimedia di layar lebar tanpa mementingkan performa grafis tinggi.

Namun, Anda juga harus menerima beberapa kekurangan yang cukup krusial. Resolusi layar yang belum menyentuh Full HD+ membuat ketajaman gambar menjadi berkurang pada panel sebesar itu. Penggunaan tipe memori internal eMMC 5.1 juga berpotensi membuat proses instalasi aplikasi terasa lebih lambat jika dibandingkan memori jenis UFS. Terakhir, pengisian daya yang hanya berkecepatan 15 W membutuhkan kesabaran ekstra saat baterai ponsel Anda habis.

Bagi Anda yang membutuhkan perangkat sekunder untuk sekadar menonton streaming video, menjalankan aplikasi ojek online, atau dihadiahkan kepada orang tua yang membutuhkan teks berukuran besar, Xiaomi Redmi A5 menawarkan paket spesifikasi yang sangat rasional di kelas harganya. Namun, jika prioritas utama Anda adalah bermain game kompetitif dengan grafis berat atau membutuhkan kecepatan transfer data yang instan, Anda mungkin perlu melirik seri di atasnya yang sudah menggunakan memori internal bertipe UFS dan chipset yang lebih bertenaga.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow