Sistem Pemantauan Catat Fluktuasi Harga Sembako Hari Ini 13 Juni 2026
Sistem pemantauan pangan nasional mencatat fluktuasi pergerakan harga sembako hari ini Sabtu 13 Juni 2026 di berbagai daerah. Langkah pengawasan berkala ini dilakukan secara intensif guna menjamin transparansi informasi kebutuhan pokok bagi masyarakat luas.
Berdasarkan pemutakhiran data terkini, pencatatan mencakup 21 komoditas pangan utama yang tersebar di tingkat provinsi hingga kecamatan. Pemantauan ketat difokuskan pada fluktuasi komoditas sensitif seperti beras, minyak goreng, serta pasokan bumbu dapur di pasar.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hasil Pemantauan Sistem Informasi Pangan Nasional
Data dari Bank Indonesia melalui sistem pergerakan harga pangan mengonfirmasi adanya pengawasan harian pada komoditas vital. Evaluasi berkala yang dirilis per 12 Juni 2026 menjadi acuan dasar bagi penetapan kondisi pasokan pangan nasional terkini.
Komoditas utama yang dipantau secara ketat meliputi beras dengan berbagai tingkatan kualitas, daging, minyak goreng, hingga gula pasir. Pemerintah daerah memanfaatkan data harian ini untuk melakukan intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Daftar Komoditas Utama dalam Pantauan Harga
Masyarakat kini jamak melontarkan pertanyaan mengenai "berapa harga beras medium sekarang" di pasaran. Untuk menjawab hal tersebut, sistem merangkum seluruh komoditas ke dalam daftar pantauan sebagai berikut:
- Beras Kualitas Bawah I dan Beras Kualitas Bawah II
- Beras Kualitas Medium I dan Beras Kualitas Medium II
- Beras Kualitas Super I dan Beras Kualitas Super II
- Minyak Goreng Curah serta Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1 dan 2
- Gula Pasir Kualitas Premium dan Gula Pasir Lokal
Pergerakan Harga Bawang dan Cabai di Tingkat Daerah
Komoditas bumbu dapur menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dalam laporan harga kebutuhan pokok. Fluktuasi pada komoditas hortikultura ini sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi barang antarwilayah serta kondisi cuaca di daerah sentra produksi.
Petugas di lapangan memantau secara intensif pergerakan harga bawang dan cabai yang kerap mengalami perubahan harian. Data yang terintegrasi mempermudah pelacakan jika terjadi hambatan pasokan dari petani menuju pasar induk.
Rincian Komoditas Hortikultura dan Protein
Pemantauan harian tidak hanya menyasar bumbu dapur utama melainkan juga pasokan protein hewani masyarakat. Berikut adalah rincian produk hortikultura dan protein yang masuk dalam pengawasan rutin:
- Bawang Merah Ukuran Sedang dan Bawang Putih Ukuran Sedang
- Cabai Merah Besar dan Cabai Merah Keriting
- Cabai Rawit Hijau dan Cabai Rawit Merah
- Daging Ayam Ras Segar dan Telur Ayam Ras Segar
- Daging Sapi Kualitas 1 dan Daging Sapi Kualitas 2
Skema Pengawasan melalui Cek Harga Pangan Jawa Timur
Aparatur wilayah secara aktif mengimbau warga untuk melakukan cek harga pangan jawa timur melalui sistem informasi terpadu. Pengawasan ini melibatkan puluhan kota dan kabupaten guna memetakan stabilitas harga secara komprehensif dari wilayah urban hingga perdesaan. Peta pemantauan di wilayah Provinsi Jawa Timur meliputi daerah-daerah strategis seperti Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Bondowoso.
Sistem ini juga menjangkau pusat logistik besar seperti Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, serta Kabupaten Lamongan. Selain itu, pengawasan ketat berjalan di Kabupaten Lumajang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Pasuruan. Penyelarasan data juga menyentuh Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tuban, serta Kabupaten Tulungagung.
Secara administratif perkotaan, pemantauan dilakukan di Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kota Surabaya. Penyaluran data terintegrasi ini meminimalkan ketimpangan informasi komoditas pangan pokok antarwilayah.
Melalui keterbukaan data, masyarakat dapat memahami cara pantau harga pangan antar daerah dengan memanfaatkan platform digital resmi milik pemerintah setempat. Langkah ini terbukti efektif dalam menekan spekulasi harga yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Secara lebih spesifik, pemetaan harga kebutuhan pokok di bojonegoro mencakup wilayah kecamatan yang sangat luas guna memastikan keterjangkauan logistik. Petugas memantau pergerakan harga mulai dari kawasan pusat pemerintahan hingga wilayah perbatasan kabupaten.
Kecamatan yang terpantau secara berkala meliputi Kecamatan Balen, Kecamatan Baureno, Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Bubulan, Kecamatan Dander, Kecamatan Gayam, Kecamatan Gondang, Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Kanor, dan Kecamatan Kapas. Pengawasan juga menyisir Kecamatan Kasiman, Kecamatan Kedewan, Kecamatan Kedungadem, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Malo, Kecamatan Margomulyo, Kecamatan Ngambon, Kecamatan Ngasem, Kecamatan Ngraho, serta Kecamatan Padangan. Sistem basis data wilayah ini turut merekam pergerakan bahan pangan di Kecamatan Purwosari, Kecamatan Sekar, Kecamatan Sugihwaras, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Sumberrejo, Kecamatan Tambakrejo, Kecamatan Temayang, Kecamatan Trucuk, hingga area Non Kecamatan. Luasnya jangkauan ini memastikan akurasi data yang disajikan kepada publik.
Daftar Pasar Tradisional di Bojonegoro yang Terintegrasi
Untuk menunjang kevalidan informasi, terdapat daftar pasar tradisional di bojonegoro yang menjadi titik lokasi sampling harian petugas. Pasar-pasar tersebut menjadi indikator utama dalam mengukur daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
| Wilayah Pasar Bagian A | Wilayah Pasar Bagian B | Wilayah Pasar Bagian C |
|---|---|---|
| Pasar Blimbinggede | Pasar Kedungadem | Pasar Purwosari |
| Pasar Balenrejo | Pasar Malo | Pasar Bubulan |
| Pasar Sumberejo | Pasar Pungpungan | Pasar Sumberarum |
| Pasar Bancer | Pasar Klino | Pasar Sendangrejo |
| Pasar Klepek | Pasar Sekar | Pasar Pajeng |
| Pasar Kepohkidul | Pasar Trenggulunan | Pasar Ngorogunung |
| Pasar Sugihwaras | Pasar Ngantru | Pasar Tanggungan |
| Pasar Padangan | Pasar Jampet | Pasar Napis |
| Pasar Mojodeso | Pasar Ngambon | Pasar Kedungrejo |
| Pasar Kapas | Pasar Cendono | Pasar Beji |
| Pasar Kalianyar | Pasar Bulu | Pasar Pasinan |
| Pasar Tanjungharjo | Pasar Punggur | Pasar Ngumpakdalem |
| Pasar Temayang | Pasar Kedewan | Pasar Nglumber |
| Pasar Kanten | Pasar Gondang | Pasar Malingmati |
| Pasar Legi Ngambon | Pasar Margomulyo | Pasar Hargomulyo |
| Pasar Banjarejo | Pasar Sukorejo | Pasar Ngasem |
| Pasar Nggandu Purwoasri | Pasar Sambeng | Pasar Sekaran |
| Pasar Sukorame Purwoasri | Pasar Batokan | Pasar Kalitidu |
| Pasar Jipo | Pasar Banjarrejo | Pasar Wisata Bojonegoro |
| Pasar Padang | Pasar Dander | Pasar Sidobandung |
| Pasar Kepoh | Pasar Kanor | Pasar Majuraya |
| Pasar Simorejo | Pasar Piyak | Pasar Desa Gayam |
| Pasar Buntalan | Pasar Desa Tambakrejo | Pasar Jono |
| Pasar Sumengko | – | – |
Melalui laporan harian terintegrasi dari seluruh pasar tersebut, dinas terkait dapat memonitor pergerakan harga kebutuhan pokok secara riil di lapangan. Pemantauan ketat ini diharapkan mampu menjaga stabilitas daya beli masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan barang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow