Thomas Tuchel Puji Persaingan Marcus Rashford dan Anthony Gordon

Smallest Font
Largest Font

Manajer tim nasional Inggris Thomas Tuchel memberikan pujian terhadap persaingan ketat antara Marcus Rashford dan Anthony Gordon dalam perebutan posisi lini serang skuad The Three Lions pada Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Bola pada Kamis (18/6/2026).

Persaingan kedua pemain sayap tersebut semakin memanas setelah laga perdana Grup L melawan Kroasia, di mana Rashford yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol penutup untuk kemenangan Inggris dengan skor 4-2.

Sebelumnya, Gordon tampil sebagai starter selama 72 menit namun dinilai gagal memberikan dampak besar, sementara Rashford hanya membutuhkan waktu 18 menit di lapangan untuk mencetak gol pertamanya dari situasi open play dalam tiga tahun terakhir.

Di tingkat klub, Gordon baru saja meresmikan transfer permanen senilai 63 juta paun ke Barcelona, yang memicu spekulasi mengenai masa depan Rashford di Manchester United mengingat namanya sempat dikaitkan dengan klub Spanyol tersebut.

"Dia (Rashford) memberi tekanan kepada 'musuhnya', Gordon, dalam perebutan posisi, tentu dengan cara yang sangat menghormati satu sama lain," ujar Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Tuchel merasa senang karena penyerang berusia 28 tahun itu akhirnya bisa memutus periode panjang tanpa kontribusi krusial bagi tim nasional di turnamen besar.

"Saat ini dia berada dalam situasi yang sangat baik. Saya sangat senang karena mungkin dia akhirnya bisa mengakhiri periode panjang ketika dia tidak cukup menentukan bagi kami. Saya berharap dia bisa mempertahankannya," imbuh Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Persaingan ketat di lini depan Inggris juga terjadi di sektor penyerang sayap kanan yang mempertemukan dua penggawa Arsenal, Bukayo Saka dan Noni Madueke.

"Ya, tentu saja selalu ada persaingan. Keempat pemain itu mengalaminya," kata Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Arsitek taktik asal Jerman tersebut menekankan bahwa seluruh pemain menunjukkan performa maksimal dan komitmen tinggi selama sesi latihan tim.

"Level persaingan mereka sangat tinggi. Terutama dalam sepekan terakhir ketika kami menjalani berbagai sesi latihan 10 lawan 10, latihan penyelesaian akhir, pola serangan, dan pola bertahan," ungkap Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Mantan pelatih Chelsea itu menambahkan bahwa setiap pemain harus siap menerima peran apa pun demi kepentingan strategi jangka panjang tim selama turnamen.

"All pemain memberikan segalanya, tetapi tetap dengan sikap saling menghormati. Karena itu kami harus membuat beberapa keputusan yang sulit."

"Mereka memahami bahwa kami membutuhkan semuanya. Akan ada saatnya mereka menjadi starter. Akan ada saatnya mereka masuk dari bangku cadangan dan menjadi penentu pertandingan," imbuh Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Tim pelatih meyakini bahwa kedalaman skuad yang merata akan menjadi modal utama Inggris dalam mengarungi kompetisi yang masih menyisakan waktu empat pekan.

"Masih ada empat pekan lagi. Dalam periode itu mereka harus menerima situasi masing-masing dan menjalaninya. Kami memilih kelompok pemain ini karena yakin mereka mampu melakukannya, dan mereka memang bisa," tutur Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Lebih lanjut, Tuchel mengenang momen awal dirinya memanggil Rashford ke tim nasional, saat sang pemain sedang menjalani masa pinjaman di Aston Villa.

"Saya pertama kali memanggilnya ketika dia masih menjalani masa peminjaman di Aston Villa," ujar Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Langkah kepindahan tersebut dinilai sebagai keputusan berani yang mencerminkan etos kerja Rashford yang solid di atas lapangan hijau.

"Saya menilai kepindahan itu merupakan keputusan yang berani karena Aston Villa adalah tim yang identik dengan kerja sama tim, stabilitas, dan kerja keras tanpa bola. Dia tampil sangat baik di sana sehingga kami memanggilnya."

"Setiap kali berada di pemusatan latihan, saya melihat Marcus yang sangat tenang, terbuka, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya, Pelatih Timnas Inggris.

Meskipun performa Rashford sempat pasang surut, Tuchel mengagumi profesionalisme yang ditunjukkan sang pemain baik saat menjadi starter maupun cadangan.

"Dalam 17 hari terakhir, sikap itu tidak pernah berubah. Tidak peduli apakah dia menjadi starter atau masuk dari bangku cadangan."

"Dia memang sempat kesulitan memberikan dampak besar ketika bermain sejak awal, tetapi dia selalu berusaha. Dia terus mencoba dan sempat kurang beruntung dalam waktu yang cukup lama," tutur Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Penilaian positif tersebut disampaikan langsung dalam diskusi personal guna menjaga fokus pemain di tengah spekulasi transfer klub.

"Kami berbicara pada Selasa lalu. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sangat terkesan dengan apa yang ditunjukkannya selama 16 hari terakhir, baik di dalam maupun di luar lapangan."

"Dia terlibat penuh dalam setiap pertemuan tim. Dia juga sangat cepat menerjemahkan apa yang dibahas dalam rapat ke dalam permainan di lapangan," kata Tuchel lagi, Pelatih Timnas Inggris.

Tim nasional Inggris selanjutnya dijadwalkan menghadapi Ghana pada pertandingan kedua Grup L Piala Dunia 2026.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow