Marcus Rashford Beri Tekanan Kepada Anthony Gordon di Timnas Inggris
Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol kemenangan 4-2 untuk Timnas Inggris saat melawan Kroasia dalam laga perdana Piala Dunia 2026. Performa tersebut langsung memberikan tekanan nyata kepada pesaingnya di posisi sayap, Anthony Gordon, sebagaimana dilansir dari Bola.
Masuk sebagai pemain pengganti selama 18 menit plus masa tambahan waktu, Rashford mampu memberikan dampak instan setelah Gordon tampil sebagai starter selama 72 menit tanpa kontribusi signifikan. Gol tersebut menjadi torehan pertama Rashford bagi The Three Lions dari situasi permainan terbuka dalam hampir tiga tahun terakhir, sekaligus menyamai rekor pencetak gol terbanyak keempat Inggris di ajang Piala Dunia.
Persaingan kedua pemain kian memanas lantaran Gordon baru saja merampungkan kepindahannya secara permanen ke Barcelona senilai 63 juta paun, sementara klub Spanyol itu membiarkan opsi pembelian Rashford sebesar 26 juta paun kadaluarsa. Meski demikian, kontribusi positif Rashford disinyalir bisa membuka kembali peluang kepindahan dengan status pinjaman dari Manchester United.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai persaingan sehat antara kedua pemain tersebut sangat menguntungkan tim selama tetap didasari rasa saling menghormati.
"Dia (Rashford) memberi tekanan kepada 'musuhnya', Gordon, dalam perebutan posisi, tentu dengan cara yang sangat menghormati satu sama lain," ujar Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.
Ia menambahkan bahwa performa impresif ini diharapkan bisa menjadi titik balik bagi penyerang berusia 28 tahun tersebut.
"Saat ini dia berada dalam situasi yang sangat baik. Saya sangat senang karena mungkin dia akhirnya bisa mengakhiri periode panjang ketika dia tidak cukup menentukan bagi kami. Saya berharap dia bisa mempertahankannya," imbuh pelatih asal Jerman itu.
Selain persaingan di sisi kiri, Tuchel juga menyoroti kompetisi sengit di posisi sayap kanan antara dua pilar Arsenal, Bukayo Saka dan Noni Madueke.
"Ya, tentu saja selalu ada persaingan. Keempat pemain itu mengalaminya," kata Tuchel.
Atmosfer kompetitif di dalam skuad dinilai sangat tinggi sepanjang pemusatan latihan menjelang pertandingan.
"Level persaingan mereka sangat tinggi. Terutama dalam sepekan terakhir ketika kami menjalani berbagai sesi latihan 10 lawan 10, latihan penyelesaian akhir, pola serangan, dan pola bertahan," ungkapnya.
Tim pelatih pun harus mengambil keputusan sulit dalam menentukan susunan pemain utama untuk laga-laga berikutnya.
"Semua pemain memberikan segalanya, tetapi tetap dengan sikap saling menghormati. Karena itu kami harus membuat beberapa keputusan yang sulit."
Tuchel menegaskan bahwa setiap pemain memiliki peran penting, baik sebagai starter maupun pembeda dari bangku cadangan.
"Mereka memahami bahwa kami membutuhkan semuanya. Akan ada saatnya mereka menjadi starter. Akan ada saatnya mereka masuk dari bangku cadangan dan menjadi penentu pertandingan," imbuh Tuchel.
Peluang bagi seluruh pemain dipastikan tetap terbuka lebar selama turnamen berlangsung.
"Masih ada empat pekan lagi. Dalam periode itu mereka harus menerima situasi masing-masing dan menjalaninya. Kami memilih kelompok pemain ini karena yakin mereka mampu melakukannya, dan mereka memang bisa."
Tuchel memuji komitmen dan profesionalisme yang ditunjukkan Rashford selama menjalani masa persiapan tim.
"Saya pertama kali memanggilnya ketika dia masih menjalani masa peminjaman di Aston Villa," ujar Tuchel.
Keputusan Rashford berain di Villa dipandang sebagai langkah tepat yang membentuk mental bertandingnya.
"Saya menilai kepindahan itu merupakan keputusan yang berani karena Aston Villa adalah tim yang identik dengan kerja sama tim, stabilitas, dan kerja keras tanpa bola. Dia tampil sangat baik di sana sehingga kami memanggilnya."
Sikap disiplin sang pemain juga mendapat apresiasi khusus dari jajaran pelatih.
"Setiap kali berada di pemusatan latihan, saya melihat Marcus yang sangat tenang, terbuka, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya.
Konsistensi sikap tersebut terus ditunjukkan Rashford baik saat dipasang sebagai starter maupun pemain pengganti.
"Dalam 17 hari terakhir, sikap itu tidak pernah berubah. Tidak peduli apakah dia menjadi starter atau masuk dari bangku cadangan."
Kendati sempat melalui masa-masa sulit, kerja keras Rashford akhirnya membuahkan hasil nyata di lapangan.
"Dia memang sempat kesulitan memberikan dampak besar ketika bermain sejak awal, tetapi dia selalu berusaha. Dia terus mencoba dan sempat kurang beruntung dalam waktu yang cukup lama," tutur Tuchel.
Komunikasi intensif antara pelatih dan pemain juga terus dilakukan untuk menjaga performa tim tetap optimal.
"Kami berbicara pada Selasa lalu. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sangat terkesan dengan apa yang ditunjukkannya selama 16 hari terakhir, baik di dalam maupun di luar lapangan."
Kecerdasan Rashford dalam memahami instruksi taktik menjadi nilai tambah tersendiri bagi skuad The Three Lions.
"Dia terlibat penuh dalam setiap pertemuan tim. Dia juga sangat cepat menerjemahkan apa yang dibahas dalam rapat ke dalam permainan di lapangan," kata Tuchel lagi.
Kini posisi Gordon di tim utama Inggris terancam tergeser saat menghadapi Ghana pada pertandingan kedua Grup L Piala Dunia 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow