Max Verstappen Ungkap Kenyamanan Baru di Kualifikasi F1 GP Monako

Smallest Font
Largest Font

Sensasi mengemudi yang menjadi ciri khasnya kembali dirasakan oleh Max Verstappen saat menjalani sesi kualifikasi F1 GP Monako 2026 pada Sabtu, 6 Juni 2026. Performa ini memicu optimisme baru bagi sang pembalap.

Karakteristik Sirkuit Jalan Raya Monte Carlo, menurut juara dunia empat kali tersebut, memberikan kebebasan untuk memacu mobil secara maksimal. Hal ini membebaskannya dari beban berat pengelolaan energi yang biasanya menguras konsentrasi.

Verstappen berulang kali melontarkan kritik sejak Formula 1 menerapkan regulasi mesin 2026. Aturan baru itu dinilainya menjauhkan aspek balapan dari naluri alami seorang pembalap, terutama besarnya porsi manajemen energi saat kualifikasi, seperti dilansir dari Bola.

Kondisi berbeda justru ditemukan di Monako karena layout sirkuit yang sempit, berliku, dan minim lintasan lurus. Keadaan tersebut membuat kebutuhan pengisian ulang energi tidak sebesar di sirkuit lainnya.

Para pembalap akhirnya memperoleh kesempatan untuk lebih sering menapak pedal gas sedalam-dalamnya sepanjang putaran. Perubahan ini memberikan dampak besar pada kenyamanan Verstappen di lintasan balap.

Verstappen sempat mengancam bakal meninggalkan Formula 1 setelah musim ini berakhir apabila usulan perubahan regulasi 2027 ditolak. Meski demikian, ia memandang aturan baru untuk sasis justru membawa perkembangan yang positif.

"Saya rasa regulasi sasis tidak buruk sama sekali. Secara umum, mobil yang sekarang sedikit lebih sempit terasa cukup baik," kata Verstappen.

"Saya juga menyukai visibilitas ke as roda depan yang kini kembali lebih baik saat memasuki apex tikungan, dibandingkan perangkat yang dulu berada di atas ban depan," ujar pembalap Red Bull tersebut.

Faktor utama yang mengembalikan kenyamanan Verstappen di balik kemudi adalah keleluasaan dalam menentukan gigi transmisi sesuai keperluan tikungan. Hal ini membuatnya tampil jauh lebih percaya diri.

"Jika Anda bisa melaju dengan pedal gas penuh dan memilih gigi yang ingin digunakan di tikungan, tentu rasanya selalu lebih baik," tutur Verstappen.

"Untuk pertama kalinya, saya merasa seperti diri saya sendiri lagi di dalam mobil. Setidaknya dalam cara menggunakan transmisi seperti yang saya inginkan."

"Sayangnya, kami tidak bisa menemukan kondisi seperti ini di banyak sirkuit dalam kalender balap. Namun, hal itulah yang membuat mobil terasa lebih alami untuk dikendarai," ucap pembalap asal Belanda itu.

Kebangkitan Red Bull Setelah Sesi Sulit

Peluang merebut pole position di Monako hampir diraih Verstappen sebelum akhirnya kalah tipis 0,043 detik dari Andrea Kimi Antonelli. Pembalap Mercedes tersebut mengamankan posisi terdepan setelah mencatatkan waktu impresif pada Q3.

Red Bull tetap membuat Verstappen puas walau dirinya gagal mengamankan posisi start terdepan. Dia sama sekali tidak menyangka timnya sanggup bangkit dengan cepat setelah didera kesulitan sepanjang hari Jumat.

"Saya cukup terkejut. Setelah sesi pagi tadi, kami tertinggal sekitar sembilan per sepuluh detik," kata Verstappen.

"Saya yakin kami bisa melakukan perbaikan menjelang kualifikasi, tetapi saya tidak menyangka akan bertarung memperebutkan pole position."

Target yang diusung Verstappen saat memasuki sesi kualifikasi sebenarnya jauh lebih sederhana dari hasil tersebut. Namun, perubahan performa kendaraan mengubah jalannya kompetisi secara drastis.

"Sejujurnya ketika masuk ke mobil, saya berpikir, 'baiklah, mari mencoba memperbaiki posisi sedikit, mungkin finis di lima besar'. Itu target saya," tutur Verstappen.

"Tetapi sejak awal kualifikasi, mobil mulai terasa lebih baik."

Kelemahan di sektor tengah lintasan diakui Verstappen masih belum terselesaikan sepenuhnya oleh tim mekanik. Beberapa kendala teknis masih membayangi laju jet darat miliknya.

"Kami masih memiliki beberapa masalah kecil. Terutama di sektor kedua, di situlah kami paling banyak kehilangan waktu."

"Ada beberapa kerb yang harus dilewati dan sejumlah permukaan lintasan yang bergelombang. Saat ini karakter mobil kami masih membuat area tersebut sedikit lebih rumit untuk dihadapi," kata Verstappen menjelaskan.

Hasil kualifikasi yang diraih oleh Red Bull dinilai Verstappen tetap membanggakan di tengah segala kekurangan yang ada. Posisi strategis berhasil mereka amankan untuk balapan utama.

"Secara keseluruhan, kami menjalani sesi kualifikasi yang sangat baik. Kami berada di barisan depan dan ikut bersaing memperebutkan pole position."

"Jika setelah sesi kemarin ada yang mengatakan kami akan memulai balapan dari baris depan, saya pasti langsung menerimanya."

Peningkatan performa yang ditunjukkan Red Bull sepanjang akhir pekan ini menjadi salah satu lompatan terbesar yang dirasakannya. Momentum ini krusial bagi kelanjutan musim balapnya.

"Ini merupakan kebangkitan yang sangat baik," ujar pembalap berusia 28 tahun itu.

"Pagi tadi saya benar-benar tidak senang, tetapi sekarang saya cukup puas lagi. Tentu itu hal yang bagus karena terjadi pada saat yang paling penting."

Sesi kualifikasi disebut Verstappen sebagai momen paling krusial sepanjang rangkaian GP Monako. Namun, tantangan berat dipastikan tetap menanti saat lampu hijau balapan dinyalakan.

"Ini adalah sesi paling penting sepanjang akhir pekan," kata Verstappen.

"Namun, besok masih ada start balapan. Tahun ini tampaknya momen start menjadi lebih menentukan dibandingkan beberapa musim sebelumnya ketika hal itu tidak terlalu berpengaruh."

"Itu masih harus kami pelajari lebih lanjut. Namun, secara keseluruhan, akhir pekan ini berjalan sangat positif bagi kami," ucap Verstappen.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow