WOSPAC Indonesia Tawarkan Solusi Pembinaan Pemain Usia Dini

Smallest Font
Largest Font

World Sport Academy (WOSPAC) Indonesia memaparkan solusi jangka panjang melalui penguatan pembinaan usia dini demi memajukan sepak bola nasional setelah kegagalan Timnas melaju ke Piala Dunia 2026, dalam webinar nasional pada Rabu (24/6/2026), dilansir dari Bola.

"Fondasi tim yang solid dan potensi pemain muda menjadi modal penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Dengan perencanaan yang tepat, sinergi, serta dukungan seluruh pihak terkait, Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di level internasional," kata Benhard Sitorus, CEO WOSPAC Indonesia.

Forum Diskusi Denpasar 12 edisi ke-280 yang digagas Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat ini berfokus pada pentingnya kualitas pembinaan untuk memperkuat fondasi tim nasional melalui akses ke ekosistem sepak bola Spanyol.

"WOSPAC hadir bukan untuk mengubah metodologi lokal, melainkan membawa talenta Indonesia langsung ke pusat ekosistem sepak bola terbaik di dunia," ujar Benhard Sitorus, CEO WOSPAC Indonesia.

Program ini memfokuskan pengiriman pemain berusia 13 hingga 14 tahun ke Spanyol agar mendapatkan status homegrown setelah tiga tahun pembinaan serta kesempatan berlaga di liga resmi Eropa.

"Dengan mengusung tema 'Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat', WOSPAC Indonesia memberikan pendampingan untuk memaksimalkan potensi calon atlet muda Indonesia agar siap berprestasi di level tertinggi," kata Benhard Sitorus, CEO WOSPAC Indonesia.

Langkah pembinaan ini disinkronisasikan dengan target Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang membidik tiket Piala Dunia 2034 untuk timnas putra dan edisi 2038 bagi timnas putri.

"WOSPAC Indonesia menjadi solusi jangka panjang yang melengkapi program PSSI. Diperlukan kolaborasi strategis dalam membangun roadmap pembinaan usia dini berbasis model akademi dunia," kata Benhard Sitorus, CEO WOSPAC Indonesia.

Sistem akademi terstruktur ini dinilai mampu melahirkan talenta bersaing internasional seperti lulusan WOSPAC terdahulu, di antaranya David Raya, Keita Balde, dan Jordi Alba. Pemandu acara Tantri Moerdopo juga menyampaikan rasa optimistisnya terhadap target Piala Dunia di akhir diskusi tersebut.

"Diskusi yang sangat menarik dan membangun. Kita jadi optimistis bahwa tampil di Piala Dunia bukan sekadar mimpi, melainkan target yang bisa dicapai melalui dedikasi dan konsistensi untuk mewujudkannya," ujar Tantri Moerdopo, Pemandu Acara.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow