Xabi Alonso Menyesal Latih Real Madrid Setelah Ruang Ganti Memanas
Keputusan Xabi Alonso untuk mengambil alih kursi kepelatihan Real Madrid kini dilaporkan menjadi penyesalan besar dalam perjalanan kariernya. Situasi di Santiago Bernabeu yang terus memburuk sepanjang musim disinyalir membuat juru taktik asal Spanyol tersebut mulai mempertanyakan langkah yang diambilnya tahun lalu. Perjalanan Real Madrid musim ini berlangsung jauh dari ekspektasi awal, bahkan kondisi internal tim semakin memanas akibat insiden bentrokan antara Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde.
Pertikaian kedua pemain tersebut bahkan berujung fatal hingga menyebabkan Valverde harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Padahal, ekspektasi terhadap Los Blancos sempat membubung tinggi ketika Alonso ditunjuk sebagai pengganti Carlo Ancelotti pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Manajemen klub menaruh harapan besar agar mantan arsitek Bayer Leverkusen tersebut mampu menyudahi dominasi Barcelona di La Liga sekaligus mengamankan trofi ke-16 Liga Champions.
Alonso sebenarnya sempat memberikan angin segar setelah berhasil memenangkan pertandingan El Clasico pertamanya lewat keunggulan 2-1 di markas sendiri. Kendati demikian, hasil buruk kontra Barcelona pada partai final Piala Super Spanyol menjadi momen krusial yang meruntuhkan posisinya secara drastis.
Hanya berselang beberapa hari setelah kekalahan memilukan tersebut, Alonso dan manajemen Real Madrid sepakat untuk mengakhiri kerja sama melalui keputusan bersama. Dilansir dari Bola, Cadena SER melaporkan bahwa pelatih berusia 44 tahun itu kini menyesali keputusannya bergabung dengan Real Madrid pada tahun lalu. Sebelum menjatuhkan pilihan pada raksasa Spanyol itu, Alonso sejatinya sempat menolak proposal penawaran resmi dari dua klub besar Eropa lain, yakni Liverpool dan Bayern Munchen.
Dalam analisis pribadinya saat ini, Alonso menganggap kepulangannya ke Santiago Bernabeu berjalan terlalu terburu-buru dan momentumnya dinilai tidak tepat.
Dampak Keretakan Internal Real Madrid
Langkah mundur yang diambil Alonso juga ditengarai memicu retaknya keharmonisan di dalam ruang ganti skuad Los Blancos. Ketegangan antarpemain yang memuncak pada perselisihan Tchouameni dan Valverde dilaporkan mulai mengemuka sejak kepergian Alonso dari kursi pelatih pada Januari lalu. Sejumlah penggawa Real Madrid dikabarkan merasa kecewa dengan keputusan manajemen yang melepas pelatih asal Spanyol tersebut dari jabatannya.
Walaupun kans untuk kembali menangani Real Madrid masih terbuka di masa depan, Alonso diyakini telah menutup rapat peluang tersebut untuk saat ini.
Mantan gelandang timnas Spanyol itu kini mulai mengalihkan fokus pada peluang kerja baru yang berpotensi datang pada jendela transfer musim panas mendatang. Salah satu opsi potensial datang dari Liverpool, di mana Alonso disebut-sebut berpeluang merapat ke Anfield jika manajemen The Reds menyudahi kontrak kerja dengan Arne Slot.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow