Rafael Benitez Soroti Unsur Politik Dibalik Kepergian Xabi Alonso
Mantan pelatih Real Madrid, Rafael Benitez, mengungkapkan bahwa kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid tak lepas dari faktor politik internal klub. Alonso memimpin skuad sejak Juni 2025 sebelum akhirnya berpisah pada Januari setelah mencatatkan 24 kemenangan dari 34 laga, dilansir dari Bola.
Benitez menilai permasalahan juru taktik di Santiago Bernabeu sering kali melampaui aspek performa tim di atas lapangan. Dinamika serta berbagai kepentingan internal dinilai kerap mempersulit posisi seorang manajer.
Kondisi yang dialami Alonso dinilai memiliki kemiripan dengan pengalaman Benitez saat menangani Real Madrid. Kala itu, Benitez diberhentikan usai memimpin 24 pertandingan dengan rekor 16 kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan, meski tim sedang berada di puncak grup Liga Champions.
"Di Real Madrid, seperti yang Anda katakan, situasi Xabi memiliki banyak kemiripan dengan saya," ujar Benitez kepada BBC Sport.
Benitez menjelaskan pendekatan Alonso dalam memimpin skuad yang mengutamakan diskusi serta perencanaan matang bersama para pemain.
"Alonso senang bekerja, menata segala sesuatunya, lalu berdiskusi dengan para pemain mengenai apa yang ingin mereka lakukan," kata Benitez.
Namun, situasi internal klub kerap menghadirkan tantangan tersendiri yang tidak dialami di klub lain.
"Namun di Real Madrid, ada banyak unsur politik yang terlibat. Jadi, mungkin itulah sebabnya situasinya menjadi lebih rumit," tutur Benitez.
Sebelum menangani Real Madrid, Alonso memiliki rekam jejak membawa Bayer Leverkusen meraih gelar ganda domestik tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024. Setelah menyelesaikan masa baktinya di Madrid, ia resmi melanjutkan karier kepelatihannya bersama Chelsea.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow