Sir Alex Ferguson Sempat Mendiamkan Gary McAllister Selama 20 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Kisah perseteruan di dunia sepak bola kerap menyisakan cerita unik di luar lapangan. Hubungan antara mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, dan legenda Skotlandia, Gary McAllister, menjadi salah satu contoh yang menyita perhatian.

Sebagaimana dilansir dari Bola, Ferguson diketahui pernah mendiamkan McAllister selama lebih dari dua dekade. Perselisihan dingin tersebut bermula dari sebuah komentar spontan yang diucapkan McAllister pada pengujung musim 1991/1992.

Saat itu, McAllister masih memperkuat Leeds United. Ia menyaksikan laga Liverpool melawan Manchester United di kediaman rekan setimnya, Lee Chapman, bersama Eric Cantona, David Batty, dan sejumlah kru televisi.

Kekalahan 0-2 yang dialami Manchester United di markas Liverpool memastikan Leeds United mengunci gelar juara Divisi Utama Inggris. Kejadian tersebut memicu reaksi keras dari Ferguson saat diwawancarai seusai pertandingan.

McAllister mengungkapkan situasi di ruang tamu tempat ia menonton laga tersebut.

"Saya bisa mendengar komunikasi dari ruang siaran di Anfield," kata McAllister dalam wawancara dengan Sport & Fitness Middle East pada 2017.

"Ketika Ferguson muncul di TV dengan wajah merah, dia berkata, 'Saya ingin menegaskan, Leeds tidak memenangkan liga, Manchester United yang kehilangannya.'"

Pernyataan manajer asal Skotlandia itu langsung direspons McAllister dengan nada berseloroh di depan rekan-rekannya.

"Wajah merah besar itu, seperti biasa tidak terlalu anggun dalam kekalahan," ujar McAllister.

Tanpa disadari McAllister, ucapan tersebut terdengar langsung oleh pihak siaran karena mikrofon komunikasi masih terhubung.

"Gary, Fergie bisa mendengarmu," kata legenda Manchester United Denis Law yang saat itu bertindak sebagai komentator.

Sejak insiden tersebut, sikap Ferguson terhadap McAllister berubah total. Ia enggan menyapa maupun menatap McAllister ketika berpapasan di berbagai kesempatan resmi.

"Dia berjalan melewatiku di bandara Lithuania dan hotel di Albania, tapi tak pernah sekalipun menoleh ke arahku," kenang McAllister sambil tertawa.

Sikap dingin yang berlangsung selama lebih dari 20 tahun itu akhirnya mencair pada tahun 2006. Momen tersebut terjadi saat istri McAllister, Denise, meninggal dunia akibat penyakit kanker.

Di tengah duka mendalam, Ferguson menjadi sosok pertama yang menghubungi McAllister untuk memberikan dukungan moral.

"Inilah ukuran sejati seorang Alex Ferguson," ujar McAllister.

"Ketika kamu jadi lawannya, kamu adalah musuh. Tapi saat aku mengalami masa paling berat dalam hidupku, siapa orang pertama yang menelpon? Alex Ferguson," imbuhnya.

Ferguson kemudian mengundang McAllister ke pusat latihan Carrington dan memberinya akses penuh untuk datang ke Old Trafford kapan saja.

"Kartu ucapan belasungkawa pertama yang aku terima datang dari istrinya," tambah McAllister.

"Di lapangan dia keras dan penuh ambisi, tapi di balik itu ada sisi lembut yang luar biasa. Selama 20 tahun aku seolah tidak ada, tapi akhirnya aku tahu siapa dia sebenarnya."

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed