Ancaman Boikot UEFA Bayangi Lima Turnamen Resmi FIFA
Perselisihan antara UEFA dan FIFA semakin memanas setelah Gianni Infantino memilih bertahan di jabatannya sebagai Presiden FIFA. Langkah ini diambil kendati gelombang tekanan agar dirinya mundur terus menguat.
Sikap keras tersebut berpotensi merealisasikan ancaman boikot dari federasi sepak bola Eropa tersebut dalam beberapa bulan mendatang, seperti dilansir dari Bola.
Sebelumnya, UEFA mengajukan dua syarat utama agar ancaman boikot dibatalkan. Kedua syarat itu meliputi pembatalan rencana penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta serta jaminan tertulis bahwa skema serupa tidak diulang.
Namun, UEFA menilai tuntutan tersebut belum dipenuhi secara penuh. Imbasnya, pelaksanaan sejumlah kompetisi resmi FIFA untuk musim 2026/27 kini dibayang-bayangi ketidakpastian.
FIFA menyatakan Infantino tetap mendapat dukungan penuh usai menggelar pertemuan krisis selama tujuh jam di Maroko. Induk organisasi sepak bola dunia itu juga menegaskan tidak menoleransi serangan terhadap integritas dan proses hukum lembaga.
Pernyataan resmi FIFA tidak surut mengubah pendirian UEFA. Organisasi pimpinan Aleksander Ceferin itu menegaskan bahwa dukungan internal FIFA kepada Infantino sama sekali tidak membatalkan rencana boikot.
Konflik ini berawal dari wacana pembukaan kepemilikan sejumlah ajang FIFA kepada pihak swasta. Walau wacana tersebut akhirnya ditarik akibat penolakan masif, UEFA tetap menuntut jaminan formal agar ide serupa tidak muncul lagi.
Dampak perselisihan diprediksi mulai terasa pada ajang Piala Dunia U-20 Putri 2026 di Polandia yang dijadwalkan bergulir 5 September 2026. Jika kompromi gagal dicapai, turnamen ini menjadi panggung awal realisasi boikot.
Dukungan terhadap langkah tegas UEFA juga datang dari kalangan pemain. Bek tim nasional wanita Inggris, Lucy Bronze, memberikan pandangannya terkait situasi ini.
"Jika diperlukan, boikot kompetisi harus dilakukan," kata Lucy Bronze.
Daftar Turnamen yang Terancam Boikot
Apabila kedua belah pihak gagal menemukan jalan keluar, terdapat lima agenda utama FIFA pada musim 2026/27 yang terancam kehilangan partisipasi tim-tim Eropa.
| Turnamen | Lokasi | Jadwal |
|---|---|---|
| Piala Dunia U-20 Putri 2026 | Polandia | September 2026 |
| Piala Dunia U-17 Putri 2026 | Maroko | Oktober 2026 |
| Piala Dunia U-17 2026 | Qatar | November–Desember 2026 |
| FIFA Women's Champions Cup | Miami, AS | Januari 2027 |
| Piala Dunia Putri 2027 | Brasil | Juni–Juli 2027 |
Di antara seluruh agenda tersebut, Piala Dunia Putri 2027 di Brasil menjadi kejuaraan terbesar yang paling berisiko terdampak. Pasalnya, ajang ini melibatkan kekuatan utama sepak bola wanita global.
Peta Politik dan Dukungan Internal
Meskipun FIFA berupaya menunjukkan soliditas pascamepetemuan di Rabat, peta dukungan terhadap Infantino mulai terbelah. Sejumlah figur penting tercatat absen dalam rapat krisis tersebut, termasuk Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger.
Selain itu, beberapa asosiasi anggota UEFA dikabarkan telah menarik surat dukungan mereka untuk pencalonan kembali Infantino pada periode berikutnya. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) disebut sebagai salah satu pihak yang mencabut dukungan tersebut.
Di sisi lain, Infantino masih mengantongi basis dukungan yang solid dari kawasan lain. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara terbuka menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Presiden FIFA tersebut.
Mendekati agenda Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027, perselisihan ini berisiko meluas menjadi krisis politik terbesar dalam sejarah sepak bola modern jika tidak ada kesepakatan antarorganisasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow