FIFA Batalkan Rencana Pembentukan FIFA Forward Enterprise

Smallest Font
Largest Font

FIFA resmi membatalkan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) pada Sabtu, 1 Agustus 2026 setelah mendapat gelombang penolakan masif. Keputusan ini diambil menyusul ancaman boikot dari berbagai konfederasi sepak bola dunia, seperti dilansir dari Bola.

Proposal FFE awalnya dirancang untuk mengomersialkan kompetisi unggulan FIFA dan telah menuai kontroversi sejak pertama kali diumumkan pada 28 Juli 2026. Penolakan keras datang dari UEFA, CONCACAF, serta dukungan solidaritas dari pihak AFC.

"Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi," tegas perwakilan UEFA, Asosiasi Sepak Bola Eropa.

Sebanyak 55 asosiasi anggota UEFA secara bulat menyatakan sikap menentang komersialisasi aset sepak bola tersebut secara terbuka.

"Piala Dunia bukan untuk dijual," tambah perwakilan UEFA, Asosiasi Sepak Bola Eropa.

Selain UEFA, penolakan serupa datang dari CONCACAF bersama 41 asosiasi anggotanya yang menyoroti kurangnya transparansi dan tata kelola yang baik. Konfederasi Sepak Bola Asia juga ikut menyatakan sikap resmi mereka terhadap kebijakan sepihak ini.

"keprihatinan serius atas proposal FIFA" ujar perwakilan AFC, Konfederasi Sepak Bola Asia.

Di sisi lain, proyek FFE direncanakan sebagai anak perusahaan untuk mengelola hak komersial turnamen besar termasuk Piala Dunia. Entitas ini direncanakan melepas sekitar 20 persen saham kepada pihak luar demi menghimpun dana segar.

"investor utama" sebut perwakilan FIFA terhadap identitas Thrive Eternal dari New York yang didirikan oleh Joshua Kushner.

Menanggapi gelombang penolakan yang terus meluas, Presiden FIFA akhirnya memilih untuk menghentikan kelanjutan proyek komersial tersebut secara total.

"menciptakan perpecahan yang sifatnya, terlepas dari tingkat dukungan, tidak lagi demi kepentingan tujuan yang ditetapkan sejak awal," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Pembatalan ini dilakukan demi meredam gejolak internal dan mengembalikan fokus pada tujuan dasar organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut.

"Tujuan kami selalu – dan akan selalu – untuk menyatukan dan meningkatkan. Akibatnya, proposal ini tidak akan dilanjutkan," tutur Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Kontroversi rencana komersialisasi ini juga langsung memicu gejolak di jajaran internal penasihat kepemimpinan FIFA.

"kesepakatan buruk untuk sepak bola" cetus Carlos Cordeiro, Penasihat Senior Infantino.

Mantan Presiden Federasi Sepak Bola AS tersebut memilih mengundurkan diri pada 31 Juli 2026 sebagai bentuk protes atas langkah FIFA.

"menggadaikan masa depan sepak bola tanpa pembenaran yang meyakinkan," sebut Carlos Cordeiro, Penasihat Senior Infantino.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow