Banyak yang Bingung, Ini Fakta Pemisahan Redmi dan Xiaomi Sejak Tahun 2019

Smallest Font
Largest Font

Banyak dari Anda yang mungkin masih bingung dan menganggap bahwa Redmi dan Xiaomi adalah dua hal yang sama persis saat mencari ponsel baru. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kedua nama ini sering kali tertukar, padahal keduanya memiliki jalur segmen yang sudah sangat berbeda saat ini. Sebagai Senior Reviewer yang mengikuti perkembangan teknologi, saya melihat kebingungan ini sangat wajar terjadi karena keterikatan sejarah masa lalu.

Namun, jika Anda melihat kondisi pasar sekarang, menyamakan keduanya secara total jelas merupakan sebuah kekeliruan besar. Untuk memahami apakah Redmi dan Xiaomi sama, kita harus melihat kembali ke belakang saat perusahaan Xiaomi mulai beroperasi di Tiongkok. Perusahaan raksasa ini pertama kali didirikan di Beijing pada tahun 2010 dengan visi menghadirkan perangkat teknologi yang bisa dijangkau semua orang.

Tiga tahun setelahnya, tepat pada Juli 2013 atau sekitar 12 tahun lalu, seri REDMI pertama kali diperkenalkan kepada publik. Saat itu, kehadirannya belum menjadi merek mandiri, melainkan sebuah sub-merek terintegrasi yang diberi nama Xiaomi Redmi atau dikenal sebagai HongMi.

Langkah awal Redmi di pasar global langsung memicu pergeseran besar dalam peta persaingan smartphone kelas bawah.

Penjualan perdana ponsel Redmi untuk konsumen mulai diberlakukan secara terbatas di China pada 12 Juli 2013, termasuk pengapalan sebanyak 10.000 unit untuk pasar Hong Kong. Respons pasar global ternyata sangat masif terhadap lini ramah kantong ini. Terbukti pada 13 Maret 2014, ponsel Redmi dinyatakan terjual habis di Singapura dalam waktu hanya delapan menit setelah tersedia di situs web Xiaomi. Momentum ini menjadi pondasi kuat bagi ekspansi global mereka berikutnya.

Berdasarkan laporan dari lembaga The Wall Street Journal, pada kuartal kedua tahun fiskal 2014 per 4 Agustus 2014, pangsa pasar pengiriman smartphone di China menempatkan Xiaomi di peringkat pertama. Dengan pangsa pasar 14%, mereka sukses menyalip Samsung yang berada di angka 12%, serta Yulong 12% dan Lenovo 12%. Pada tahun 2014 pula, produsen smartphone Xiaomi pertama kali hadir di pasar Indonesia untuk memikat hati para pencinta gadget lokal. Strategi agresif ini membuahkan hasil manis beberapa tahun kemudian di kancah internasional.

Tahun 2018 menjadi pembuktian besar di mana Xiaomi berhasil menjadi produsen ponsel pintar terbesar ke-4 di dunia dalam hal pengembangan, desain, dan penjualan. Skala bisnis yang raksasa ini memicu keputusan korporasi yang besar. Titik balik perubahan status ini terjadi pada 10 Januari 2019, atau sekitar 7 tahun lalu. Pada momen penting ini, REDMI resmi memisahkan diri menjadi anak perusahaan atau sub-merek terpisah dari Xiaomi agar bisa lebih leluasa berkembang.

Apakah Xiaomi dan Redmi itu Sama ? | Bahas Tech

Setelah Redmi fokus di jalurnya sendiri, perubahan nama kembali terjadi pada tahun 2021. Nama "Xiaomi" resmi digunakan sebagai lini produk utama untuk menggantikan dan meneruskan kiprah dari sub-merek "Xiaomi Mi".

Perbedaan Segmen Pasar dan Strategi Harga yang Sangat Kontras

Meskipun berada di bawah payung korporasi yang sama, setelah pemisahan tahun 2019, strategi penentuan harga kedua merek ini langsung bercabang tajam. Mengetahui perbedaan harga ini sangat krusial agar Anda tidak salah berekspektasi saat membelinya.

Lini Redmi yang Fokus pada Kelas Entry-Level

Anak perusahaan Redmi ditugaskan untuk bertempur di pasar kelas bawah hingga menengah. Di Indonesia, harga lini REDMI secara umum berada pada kisaran berkisar antara Rp1 juta hingga Rp6 jutaan tergantung varian yang Anda pilih.

Jika melihat data mata uang asing, seluruh varian dasar dari lini ini dibanderol di bawah US$300. Berdasarkan konversi nilai umum, harga perangkat tersebut biasanya tidak lebih dari Rp2,5 juta untuk varian standarnya.

Lini Xiaomi yang Merambah Segmen Premium

Sangat kontras dengan saudaranya, lini yang menggunakan nama murni Xiaomi diposisikan sebagai perangkat kasta atas. Lini Xiaomi berada di segmen premium atau flagship dengan kisaran harga mulai dari Rp6,5 juta hingga Rp20 jutaan.

Data dari pasar internasional juga mengonfirmasi bahwa smartphone dengan merek murni Xiaomi biasanya dijual di atas US$300. Harga yang tinggi ini dikompensasikan dengan penyematan teknologi paling mutakhir yang dimiliki perusahaan.

Spesifikasi dan Fitur Kunci yang Memisahkan Keduanya

Perbedaan harga yang masif tentu berdampak langsung pada komponen hardware yang tertanam di dalam perangkat. Menurut saya, dari spesifikasinya Anda bisa langsung menebak apakah perangkat tersebut membawa emblem Redmi atau Xiaomi murni. Dilansir dari laporan Droidlime, mari kita bedah spesifikasi RAM dan kamera seri Redmi secara umum.

Perangkat di segmen ini umumnya dilengkapi RAM berkapasitas 1 hingga 2 GB untuk varian entry-level dengan resolusi kamera rata-rata di kisaran 8 MP. Bagi saya, spesifikasi sekecil itu tentu memiliki kekurangan (Cons) yang nyata jika Anda gunakan untuk komputasi berat zaman sekarang. RAM 1 hingga 2 GB akan terasa sangat pas-pasan dan kamera 8 MP hanya menghasilkan detail yang standar untuk dokumentasi ringan saja.

Sementara itu, lini premium Xiaomi mendapatkan perlakuan istimewa yang jauh berbeda. Salah satu contoh nyata adalah pembentukan kerja sama pertama antara Xiaomi dan produsen kamera ternama asal Jerman, Leica, yang resmi dibentuk pada tahun 2022.

Sentuhan teknologi lensa dan algoritma warna dari Leica ini hanya bisa Anda temukan di lini premium Xiaomi. Jangan harap Anda bisa menemukan fitur pencitraan kelas atas ini pada lini Redmi yang murah.

Perbandingan Karakteristik Utama Antara Lini Redmi dan Lini Xiaomi
Aspek PerbandinganLini RedmiLini Xiaomi
Status MerekAnak perusahaan (Sub-merek)Lini produk utama (Induk)
Fokus Segmen pasarEntry-level hingga menengahPremium dan Flagship
Rentang Harga di IndonesiaRp1 juta sampai Rp6 jutaanRp6,5 juta sampai Rp20 jutaan
Batas Harga DolarDi bawah US$300Di atas US$300
Kerja Sama Kamera LeicaTersedia sejak tahun 2022

Melihat data terstruktur di atas, terjawab sudah bahwa Redmi dan Xiaomi tidak bisa lagi dianggap sama persis. Mereka berbagi cetak biru teknologi yang mirip, tetapi eksekusi kualitas komponen dan sasaran dompet konsumennya bertolak belakang.

Jika Anda memiliki dana terbatas dan membutuhkan fungsionalitas dasar, perangkat dari anak perusahaan Redmi adalah pilihan yang rasional. Namun, bagi Anda yang memprioritaskan performa mutakhir tanpa kompromi, lini utama Xiaomi dengan segala kemewahan fiturnya adalah jawaban yang mutlak dipilih.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed